Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Mobil Honda Jazz: Simbol Awal Kesuksesan Manusia dan Sudah Saatnya Honda Membangkitkan Sang Legenda

Khoirul Fajri Siregar oleh Khoirul Fajri Siregar
4 Desember 2023
A A
Mobil Honda Jazz Simbol Awal Kesuksesan Manusia MOJOK.CO

Ilustrasi Mobil Honda Jazz Simbol Awal Kesuksesan Manusia. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jazz adalah salah satu mobil terbaik Honda. Jadi, mari, Honda, bangkitkan legenda mobil Honda Jazz. Bawa mobil keren ini ke percaturan dunia otomotif Indonesia sekali lagi.

Sejak dulu, Honda seperti tidak habis-habisnya memberikan kejutan. Sebelum lanjut, coba kalian ingat lagi berbagai roda 4 dari Honda, baik yang kalian kenal atau pernak kalian naiki.

Kalau saya pribadi, mengingat betapa eksklusifnya produk bernama Odyssey, tapi tetap diburu. Lalu, keanggunan Accord dari masa ke masa. Ada juga Mobilio yang memporak-porandakan pasar mobil murah yang selalu dipegang Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Terakhir, sebuah mobil elegan, harganya relatif terjangkau dengan kenyamanan luar biasa nyaris menyamai kelas Sedan bernama mobil Honda Jazz. 

Saya masih ingat momen itu. Dua tahun yang lalu, 2021, saya mengantar tamu pulang dari Kota Kudus ke Jogja. Saat itu kami baru sampai tol Semarang-Salatiga dan hujan turun deras sekali. Tamu saya bilang bahwa mobil Honda Jazz yang kami naiki hari itu adalah generasi terakhir.

Kabar burungnya, Honda City Hatchback akan menggantikan mobil Honda Jazz. Konon, City Hatchback mampu menyamai Honda Jazz. Saya tidak sepenuhnya percaya dengan kata-kata itu. Apalagi City Hatchback akan menggantikan salah satu kendaraan roda 4 yang ikonik. 

Kala itu saya hanya bisa membatin beberapa hal. Pertama, banyak orang mengenal City sebagai sedan kelas menengah dan posisinya ada di atas Honda Jazz. Apa mungkin versi Hatchback dibuat lebih mahal dari Jazz? 

Yah, mau lebih mahal, bagus, atau lebih apa saja, harusnya, dari sisi brand, mobil Honda Jazz bukan salah satu tipe yang harus disuntik mati. Sudah bagus, ikonik, dan makin hari malah masuk menjadi collectible item bagi beberapa penggemar otomotif, sayang sekali kalau harus berhenti produksi apapun alasannya. 

Mobil Honda Jazz menawarkan kendali yang nyaman dan membuat percaya diri

Sambil mengamati jalan tol yang beberapa bagian jalannya tergenang air, saya memacu mobil Honda Jazz produksi 2019 itu di kecepatan 60-70 km/jam ketika berbelok dan 80-100 km/jam saat lurus. Agak beresiko memang, apabila terkena aquaplaning, atau genangan air yang bisa membuat cengkraman ban hilang seketika. Tapi ini Jazz, Bung, mobil yang sampai hari ini masih menjadi salah satu mobil yang memiliki kendali terbaik di kelasnya atau bahkan kelas di atasnya. 

Posisi menyetir mobil ini nyaris setara sedan premium. Sudut pandangnya luas di sisi kiri dan kanan, pedal shift memudahkan supir menjaga kontrol, dan kecepatan serta mobil dengan ground clearance rendah yang membuat sopir dan penumpang nyaman saat berkendara di jalanan mulus dengan kecepatan cukup tinggi. Yah, sekitar 120-160 km/jam di kondisi jalan halus dan kering.

Untuk saya yang memiliki tinggi 185 sentimeter, kursi sopir mobil Honda Jazz ini hanya perlu saya mundurkan sedikit saja dari posisi tempat duduk normal untuk sopir dengan tinggi 165-175 alias bukan sopir yang mepet stir mobil. Saya hanya perlu menggeser kursinya sekitar 1 telapak tangan orang dewasa, yang tentunya tidak terlalu mundur hingga menyiksa posisi duduk penumpang belakang 

Selain posisi duduk dan sandaran yang sedikit rebah dan agak santai, tilt steering saya posisikan naik dan menjauhi pengemudi hingga tangan tidak terlalu ditekuk ketika menyetir dan nyaman saat berbelok menggunakan 1 tangan dan nyaman saat memegangnya menggunakan 2 tangan di kecepatan tinggi. Posisi ini mirip seperti sedang duduk balapan versi saya. Agak susah menjelaskannya, tapi saya berusaha meniru posisi duduk para pembalap Rally atau Formula ketika sedang membawa mobil balapnya. Kalian bisa melihatnya di YouTube, kira-kira mirip seperti itu. 

Mobil yang tidak membuat tubuh cepat lelah

Daya tahan tubuh ketika berkendara menjadi salah satu poin penting bagi banyak orang. Sebagai sopir freelance, saya terbiasa membawa mobil-mobil berukuran sedang seperti Avanza, Innova, Mobilio, Xpander, Alphard dan pernah juga mencicipi Hiace Lama dan ELF Medium. 

Jika sedang menggunakan mobil-mobil itu, kelelahan fase awal (2-3 jam nonstop) saat menyetir akan mulai terasa seiring munculnya kebosanan. Makanya posisi duduk kadang sedikit berubah, tangan yang bergantian memegang stir-menyandarkan di dashboard-menggerakkan jari-jari dan telapak akan sering saya lakukan.

Tapi ini tidak berlaku saat mengendarai mobil Honda Jazz 2019 hari itu. Saya mengendarai mobil ini dalam kondisi fit dan tidak merasakan kelelahan atau jenuh dengan waktu tempuh lebih dari 3 jam nonstop tanpa berhenti. Saya melaju dari Kudus, melewati Jalan raya Demak-Semarang, di dalam tol, hingga tiba di Jogja via Solo. Rasa nyaman dan tidak cepat lelah ini sama baiknya ketika saya mengendarai Honda Accord dari Jakarta menuju Jogja pada 2018. Saat itu saya nonstop selama 10 jam menyusuri ruas tol, keluar Salatiga hingga Jogja, dan kami hanya berhenti 3 kali selama perjalanan. 

Iklan

Kalau diurutkan dari posisi handling dan kenyamanan berkendara, setelah kelas Sedan Asia seperti Camry, Corolla Altis, Accord, City, ada mobil Honda Jazz yang tepat berada di bawahnya. Baru kemudian menyusul Toyota Yaris, Honda BRV, Suzuki Swift, dan Honda Mobilio sebagai pilihan kendaraan yang memiliki kendali dan kenyamanan di atas rata-rata. 

Memang, masih ada orang yang mengatakan bahwa Suzuki Swift dan Toyota Raize juga memiliki posisi menyetir yang bagus. Tapi, lagi-lagi saya hanya sopir freelance yang sering mencoba mobil yang ada di rental sekitar Jogja-Jateng. Artinya, tipenya terbatas, saya bukan reviewer otomotif yang bebas mau mencoba mobil apa saja lalu ditulis. Tapi, dengan status sopir itu, justru saya lebih tulus memberikan catatan serta kritik sesuka saya tanpa harus didikte. 

Baca halaman selanjutnya: Mobil terbaik yang tidak layak disuntik mati.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 4 Desember 2023 oleh

Tags: accordcamryCityCity Hatchbackcorolla altisharga bekas honda jazzhondaHonda City Hatchbackhonda jazzHonda Jazz RShonda jazz sekenJazzmobil Honda Jazzpilihan redaksi
Khoirul Fajri Siregar

Khoirul Fajri Siregar

Supir wisata yang sesekali menulis di bolehmerokok.com. Jebolan empat universitas ternama di Yogyakarta.

Artikel Terkait

Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh  MOJOK.CO
Esai

Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 

1 Mei 2026
kos dekat kampus, kos murah.MOJOK.CO
Urban

Punya Kos Dekat Kampus Menguras Mental dan Finansial, Gara-Gara Teman Kuliah yang Sering Menginap tapi Tak Tahu Diri

29 April 2026
kurir dan driver ShopeeFood. MOJOK.CO
Catatan

Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

28 April 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, akan beri pendampingan korban daycare Little Aresha dan akan lakukan sweeping MOJOK.CO
Aktual

Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

27 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tahlilan ibu-ibu di desa: acaranya positif tapi ternodai kebiasaan gibah dan maido MOJOK.CO

Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

28 April 2026
pasar wiguna.MOJOK.CO

Pasar Wiguna Sukaria Edisi 102 Padati Vrata Hotel Kalasan, Usung Semangat “Wellness” dan Produk Lokal

26 April 2026
Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman Mojok.co

Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman

27 April 2026
Tidak install game online seperti Mobile Legend (ML) buat mbar di tongkrongan dianggap tidak asyik dan tidak punya hiburan MOJOK.CO

Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda

25 April 2026
Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare? MOJOK.CO

Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare?

29 April 2026
Sulitnya menjadi orang dengan attachment style avoidant. MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi “Avoidant” Menjelang Usia 25, Takut Terlalu Dekat dengan Orang Lain hingga Pesimis Menikah

24 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.