Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Mobil Honda Jazz: Simbol Awal Kesuksesan Manusia dan Sudah Saatnya Honda Membangkitkan Sang Legenda

Khoirul Fajri Siregar oleh Khoirul Fajri Siregar
4 Desember 2023
A A
Mobil Honda Jazz Simbol Awal Kesuksesan Manusia MOJOK.CO

Ilustrasi Mobil Honda Jazz Simbol Awal Kesuksesan Manusia. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Simbol awal kesuksesan

Baik, kembali lagi ke soal mobil Honda Jazz, yang kali pertama meluncur pada 2004. Saat itu, Jazz hanya bermesin 1.500 i-DSI. Namun, ia menjadi kendaraan roda 4 paling disukai oleh siapa saja. Mulai dari ibu rumah tangga, bapak-bapak boomers, para pengusaha rental, dan anak muda. 

Dulu antara 2005 hingga 2010, mobil ini menjadi simbol kesuksesan seseorang. Mau itu beli tunai atau kredit, mobil Honda Jazz menunjukkan bahwa pemiliknya berada di fase memiliki kehidupan yang stabil dan semakin paham fungsi kendaraan. 

Sama seperti seseorang yang memiliki mobil Avanza atau Brio yang dinilai berada di fase kesuksesan awal. Memang belum terlalu kaya, tapi sudah butuh mobil untuk keperluan rumah tangga, pekerjaan, dan mengatasi kendala cuaca. Walaupun di level kesuksesan tertentu ada juga orang yang nyentrik menggunakan Hiace untuk dijadikan camper van dan sehari-hari hanya naik Vario atau Yamaha NMAX untuk beraktivitas.

Tapi, sampai hari ini, saya masih belum menemukan jawaban yang tepat dari pertanyaan kenapa mobil Honda Jazz harus discontinued. Dari nama sudah ikonik, penjualan nyaris sempurna di semua daerah. Dari total 320an ribu penjualan dari 2004 hingga 2021 (otoseken.id) mungkin hanya 10%-15% saja ada masalah berat (mesin dan fitur) yang dialami. Itu bisa saja dipengaruhi gaya berkendara pemiliknya, medan yang ditempuh, dan perawatan berkala. 

3 generasi Honda Jazz yang pernah saya bawa

Kenapa saya bisa seyakin itu? Seumur hidup saya pernah membawa 4 unit mobil Honda Jazz di tahun yang berbeda-beda. Pertama, Honda Jazz 2006 milik seorang teman yang kami kendarai ber-6 dari Jogja ke Banjarnegara dengan kondisi ban kurang angin. Lalu, Jazz 2010 dan 2013 (Type RS), dan terakhir yang saya ceritakan di awal, Honda Jazz (RS) yang dibuat 2019 dan saya kendarai di 2021. 

Artinya, sudah semua generasi (kalau tidak salah) mobil itu sudah saya kendarai. Tidak di semua medan, tapi di kondisi yang menurut saya semuanya kurang baik; cuaca, medan tanjakan dan berlubang, beban berlebih, ban kempis, dan lain-lain, nyaris semuanya disikat tanpa kendala berarti. 

Mobil yang memang sulit tergantikan

Fitur, kedali, kenyamanan semua tercukupi dengan mengendarai mobil Honda Jazz. Saya juga pernah menjadi penumpang di generasi Jazz yang saya sebut tadi, untuk orang dengan tinggi 185 sentimeter, dan berperan sebagai penumpang. Kenyamanan duduk di belakang masih termaafkan. Intinya, mobil ini nyaris menyentuh angka 9 di kelasnya. Persoalan bagasi serta kendala melintas di medan jalan tidak rata bisa termaafkan.

Rasanya sayang sekali mobil ini harus berhenti produksi. Apalagi level penggantinya malah di bawah Jazz. Mobil yang sudah menjadi collectible item ini masih pantas untuk diproduksi paling tidak 5 tahun ke depan. Tentu dengan pengembangan di semua bagian mengikuti kebutuhan dan permintaan pasar mobil kelas Sedan atau model Hatchback.

Kita lihat saja, mobil Honda Jazz yang dikenal dengan kecepatan, model yang bagus, handling, fitur, lincah dan harga yang masuk akal di kelas menengah ini pantas digantikan oleh City Hatchback yang disebut mengadopsi kenyamanan berkendara City model sedan? Atau justru City Hatchback harus kalah bersaing dengan pabrikan lain di kelas Hatchback?

Yang pasti, Honda Jazz sudah pantas masuk sebagai salah satu mobil terbaik Honda sepanjang masa. Dan tanpa sengaja, mobil ini malah sudah setara sedan kelas menengah di Indonesia. Maka, ayolah Honda, bangkitkan lagi legenda Honda Jazz, mobil yang menjadi penanda awal kesuksesan manusia.

Penulis: Khoirul Fajri Siregar

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Honda Jazz Harus Dibangkitkan dari Kematian. Ini Mobil Bekas dengan Greget Berbeda dan analisis menarik di rubrik OTOMOJOK.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 4 Desember 2023 oleh

Tags: accordcamryCityCity Hatchbackcorolla altisharga bekas honda jazzhondaHonda City Hatchbackhonda jazzHonda Jazz RShonda jazz sekenJazzmobil Honda Jazzpilihan redaksi
Khoirul Fajri Siregar

Khoirul Fajri Siregar

Supir wisata yang sesekali menulis di bolehmerokok.com. Jebolan empat universitas ternama di Yogyakarta.

Artikel Terkait

Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang Doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek Mojok.co
Pojokan

Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek

28 Februari 2026
Parijoto, pecel pakis, hingga lalapan kelor. Khazanah kuliner di Desa Colo yang erat dengan dakwah Sunan Muria MOJOK.CO
Lipsus

Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria

27 Februari 2026
Gen Z photobox di Tugu Jogja
Urban

Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO

27 Februari 2026
KIP Kuliah di Jogja.MOJOK.CO
Edumojok

Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

27 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala 'Big Tech' MOJOK.CO

Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala ‘Big Tech’

25 Februari 2026
Curhat Jadi Ketua RT: Pekerjaan Kuli yang Dibalut Keikhlasan MOJOK.CO

Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya

27 Februari 2026
Takjil bingka dari Kalimantan

Seloyang Bingka di Jogja: Takjil dari Kalimantan yang Menahan Saya agar Tetap “Hidup” di Perantauan

23 Februari 2026
User bus ekonomi Sumber selamat pertama kali makan di kantin kereta api. Termakan ekspektasi sendiri MOJOK.CO

User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi

25 Februari 2026
Denza D9 Bikin Alphard Terlihat Tua dan Tidak Menarik MOJOK.CO

Denza D9 Datang, Bikin Alphard Langsung Terlihat Tua dan Tidak Menarik: Pelajaran dari “Mobil China” yang Mengusik Singgasana Sang Raja

28 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.