Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal

Muhammad Syafrial oleh Muhammad Syafrial
7 April 2026
A A
Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan MOJOK.CO

Ilustrasi Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Banyak orang meremehkan Mio M3. Namun, bersama motor Yamaha ini sudah menemani saya selama 10 tahun yang indah.

Tatapan setengah kasihan akan terarah kepadamu ketika kamu cerita ke orang-orang kalau kamu naik Yamaha Mio untuk beraktivitas. Tatapan yang sama persis seperti waktu kamu bilang belum pernah nonton Marvel. Sedikit heran, sedikit simpati, dan sepertinya ada yang ingin berkata: “Yakin, Bro? Itu, kan, motor mbak-mbak.”

Iklan

Iya, Mio, motor Yamaha yang kata orang “kurang gagah” dan “motor murahan”. Selain itu, masih banyak stigma negatif yang menempel pada Mio. Saya sudah dengar semuanya. Dan 10 tahun lebih berlalu, Mio M3 saya masih hidup, bisa jalan dengan lancar, dan saya masih baik-baik saja.

BACA JUGA: Yamaha Mio, Motor Lama yang Pernah Jadi Puncak Rantai Makanan, Kini Kembali Muncul dan Diburu Banyak Orang

Bertemu Mio M3 di 2015

Ceritanya ini berawal pada 2015. Saya baru masuk kerja sebagai account officer di bank swasta dan perlu kendaraan. Bukan sekadar mau keren-kerenan, tapi benar-benar kebutuhan.

Hidup di kota kecil itu artinya tidak ada MRT, busway, atau Grab yang datang dalam dua menit. Punya motor bukan pilihan, tapi sudah menjadi kewajiban.

Saat itu saya sudah mengenal dunia otomotif. Dulu, awal 2000-an, saya langganan Motor Plus dan Oto Plus. Bapak saya pakai Honda Supra X dan motor itu ikut menemani beliau dari jalan landai sampai naik ke ladang di pegunungan. Selama itu, tanpa drama, tanpa mogok. Wajar kalau awalnya saya mau membeli Honda. 

Kultur orang Minang juga begitu. Motor ya Honda, nggak peduli mereknya. Tapi, justru karena itu, saya ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Maka, di 2015 itu, saya awal mengenal Mio M3.

Kepincut Blue Core motor Yamaha Mio M3

Setelah berminggu-minggu riset dengan membaca artikel, nonton ulasan, membandingkan speksifikasi di atas kertas, saya jatuh hati ke Yamaha Mio M3. Bukan karena iklan, bukan juga karena influencer. Tapi karena teknologi Blue Core-nya, mesin 124 cc pertama di kelasnya, masuk akal di kepala saya. 

Kompetitor utamanya, Honda Beat, saat itu masih 110 cc. Dari sisi tenaga, Mio M3 lebih unggul di atas kertas.

Pertengahan 2015, saya bawa pulang Mio M3 putih itu dengan DP Rp1,5 juta dan KTP. Cicilannya 24 bulan, tapi lunas enam bulan lebih cepat. Bukan pamer, tapi penting saya sebutkan karena ini motor bukan sekadar gaya. Motor Yamaha ini investasi yang harus dipertanggungjawabkan ke dompet.

Baca halaman selanjutnya: Motor yang dirundung padahal ia terbaik.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 7 April 2026 oleh

Tags: Honda BeatmioMio M3motor yamahayamahaYamaha MioYamaha NMAX
Muhammad Syafrial

Muhammad Syafrial

Orang Sulawesi Tengah yang pernah lama menjadi bankir, tapi hatinya tetap di sudut-sudut cerita yang belum banyak ditulis. Membaca adalah cara saya memahami dunia, menulis adalah cara saya membalas hutang pada cerita-cerita yang terlalu sayang untuk didiamkan.

Artikel Terkait

Yamaha Sigma motor kelas bawah tapi paling bisa diandalkan MOJOK.CO
Otomojok

Yamaha Sigma adalah Motor pertama di Jogja hasil lungsuran dari bapak dan jadi saksi momen-momen paling serius dalam hidup saya

28 Juli 2026
Jadi gini rasanya keracunan motor Yamaha Xabre bekas MOJOK.CO
Otomojok

Akulah yang dulu meremehkan motor Yamaha Xabre karena harganya yang nggak ngotak, tapi kini rasa ingin memilikinya semakin tinggi

23 Juli 2026
Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO
Eksplor

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026
Biar Nggak Mogok atau Korsleting, Ini 4 Hal yang Haram Dilakukan Saat Modif Motor.MOJOK.CO
Transportasi

Biar Nggak Mogok atau Korsleting, Ini 4 Hal yang Haram Dilakukan Saat Modif Motor

3 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026
Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Punya Rumah di Desa Itu Perkara Mudah bagi Pasangan Muda, Yang Susah adalah Membeli Privasi dan Rasa Nyamannya

4 Agustus 2026
kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
Kenapa aktivis yang memulai bisnis kerap dicap sebagai kapitalis? MOJOK.CO

Kenapa aktivis harus miskin dan yang memulai bisnis kerap dicap sebagai kapitalis?

4 Agustus 2026
Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

5 Agustus 2026
MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Putusan MK Perlu Diapresiasi, tapi Anggaran MBG Harus Tetap Keluar dari Dana Pendidikan Mulai 2027

30 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.