Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Yamaha Mio, Motor Lama yang Pernah Jadi Puncak Rantai Makanan, Kini Kembali Muncul dan Diburu Banyak Orang

Fufut Shokhibul Burhan oleh Fufut Shokhibul Burhan
20 Januari 2026
A A
Mio Soul GT Motor Yamaha yang Irit, Murah, dan Timeless (Unsplash) yamaha mx king, jupiter mx 135 yamaha vega zr yamaha byson yamaha soul yamaha mio

Mio Soul GT Motor Yamaha yang Irit, Murah, dan Timeless (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Coba kalian lempar pertanyaan ini ke orang random, dan sebisa mungkin tanpa persiapan: motor apa yang sebenarnya bikin demam matic di Indonesia? Saya agak yakin orang-orang akan menjawab entah Honda Beat atau Vario. Wajar, memang 2 motor itu adalah penguasa aspal Indonesia. Tapi, jawaban sebenarnya bukan dua motor itu. Yamaha Mio lah penyebab orang tiba-tiba tidak tertarik memasukkan gigi lagi.

Meski bukan motor matic pertama yang rilis di Indonesia, tapi Mio lah yang bikin orang ramai-ramai cabut dari motor gigi mereka. Ketika Yamaha Nouvo membuka jalan matic modern di Indonesia, orang-orang masih hanya melirik saja. Tapi ketika Mio mengudara, urusan sudah beda.

Dibekali mesin berkapasitas 113 cc, Yamaha Mio diperkenalkan pertama kali pada 2003. PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengeluarkan skutik sebagai respon kebutuhan pasar akan kendaraan yang praktis dan ringan terutama di daerah perkotaan. Dengan sistem penggerak roda menggunakan V-belt, Yamaha Mio behasil membuat sepeda motor yang lebih sederhana, tanpa adanya kopling dan tuas transmisi.

Berkat desainnya yang ramping dan pengoperasiannya yang mudah, Mio mampu menjawab kebutuhan masyarakat terutama kaum perempuan, sebab mudah digunakan untuk berbelanja. Pengoperasiannya yang sederhana, juga mempermudah bagi pemula yang ingin belajar mengendarai sepeda motor.

Yamaha Mio, ancaman yang tak main-main

Untuk memberi pandangan seberapa sengit persaingan motor di masa-masa Mio keluar, saya beri sedikit daftar motor apa saja yang saat itu dirilis.

Suzuki, di masa itu, punya andalan dengan Smash dan Shogun. Dua motor itu, saat itu, adalah salah satu raja jalanan. Honda saat itu tak bicara begitu banyak, tapi Supra dan Karisma sudah mengunci pasar keluarga yang memang butuh motor irit, dan yang penting fungsional. Kawasaki juga mengunci hati para remaja pria saat itu dengan Ninja-nya.

Yamaha pun, di saat itu, punya produk andalannya yang lain, yaitu Jupiter Z, dan tak berselang lama, Jupiter MX. Dua motor ini, kawanku, saat itu melibas semua dan mengajari pabrikan lain cara desain motor yang bagus.

Masa itu tidak seperti sekarang, yang dikunci semena-mena oleh Honda dan Yamaha dengan kuartet PCX-NMAX-Vario-BeAT. Dulu, semua saling bunuh, bahkan saudara sendiri.

Baca Juga:

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

Pesimis pada Honda Beat Karbu Berubah Respek karena Bisa Awet 12 Tahun Tanpa Rewel

Tapi Yamaha Mio datang dengan begitu elegan. Striping bermotif bunga bikin orang kepincut. Ternyata motor bisa cantik. Ternyata motor harian bisa elegan. Semua ditutup dengan rilisnya Mio Sporty, motor yang cantik, elegan, tapi di saat yang sama, begitu tegas.

Yamaha Mio masuk di saat yang tepat. Pasar matic masih begitu sepi, produk yang sudah rilis pun tidak bikin pasar beriak. Veni, vidi, vici.

BACA JUGA: Mengenang Yamaha Mio, Seri Skutik Yamaha Terbaik yang Mengalahkan Dominasi “Supra Bapak” tapi Kini Semakin Terlupakan

Diincar kaum muda, makin disayang kaum tua

Tapi itu dulu. Kejayaan, kerap berakhir jadi cerita saja. Jalanan diisi BeAT, Vario, NMAX, dan PCX. Desain, makin hari, makin tajam. Semua berlomba-lomba jadi yang paling gagah, paling gahar, paling terlihat kejam. Tapi, justru gara-gara itu, Yamaha Mio, perlahan naik lagi.

Dan itu semua gara-gara satu hal sederhana: modifikasi restorasi. Alias klasik, alias retro, alias apa pun istilah kalcer yang kalian punya di kepala.

Modifikasi klasik biasanya mempertahankan keorisinilan sepeda motor. Penghobi motor bertemakan klasik biasanya akan merestorasi kendaraannya dengan mengganti onderdil orisinil bawaan pabrik. Tampilan motor akan dikembalikan seperti pada awalnya kendaraan itu launching. Kebersihan motor juga dijaga untuk menambah kesan bersih dan menjaga wibawa kendaraannya yang sudah berumur tersebut.

Nah, inilah yang bikin Yamaha Mio kembali relevan. Modifikasi yang sebenarnya “cuma” balikin Mio jadi tampilan saat baru rilis justru bikin ia dicari. Harganya pun nggak ngotak. Kalau Mio tahun 2000-an bekas harusnya di angka 3-6 juta, Mio hasil restorasi bisa naik sampe lebih dari 4 kali lipat.

Ini semua karena bentuk Mio, terutama Mio Sporty, memiliki aura tersendiri. Selain karena umurnya yang sudah tidak muda, desainnya juga tergolong jadul. Jika dibandingkan dengan motor matic sekarang, yang tiap sudut bodinya dibuat lancip dan lekukannya yang aneh-aneh, desain Mio jadul lebih simpel dan bodinya yang membulat, membuat Mio terkesan klasik dan unik.

Desainnya yang jadul memberikan nuansa nyentrik dan berbeda ketika dibawa berkendara di sepanjang jalan. Bagi saya sendiri, ada rasa bangga yang tak bisa diucapkan kata saat mengendarai Mio jadul yang begitu indah ini.

BACA JUGA: Mio M3 Motor yang Paling Sempurna di Mata Yamaha, Sudah 11 Tahun Desain Tak Berubah karena Berkeyakinan Kesempurnaan Tidak Perlu Diubah

Mudah dimodifikasi, entah bodi, entah mesin

Mungkin kalian bertanya-tanya: oke, Mio indah, tapi tenaga gimana? Emang bisa bersaing sama skutik masa kini? Jawabannya, bisa banget, meski dengan sedikit ubahan. Soalnya, Mio sebenarnya mudah dioprek.

Salah satu varian Mio yang mudah untuk dioprek adalah Mio Sporty dan Smile. Meskipun dibekali dengan spesifikasi mesin kecil, yaitu dengan seher berdiamer 50 mm, tetapi ukurannya bisa diperbesar hingga 62 mm.  Hal tersebut membuat Yamaha Mio jadi salah satu opsi jika ingin dimodifikasi sebagai kendaraan balap. Atau ya buat kalian pengendara antarkota, bisalah digedein dikit-dikit biar makin kenceng dan bertenaga.

Selain itu, banyak bengkel yang merekomendasikan motor tersebut untuk dijadikan bahan modifikasi. Sebab, hanya dengan sedikit penyesuaian, penampilan mio bisa dibuat gagah dan menarik. Onderdilnya juga mudah untuk dicari, mulai dari original hingga after market.

Tapi Mio boros 

Saya sendiri pernah membawa Yamaha Mio Smile untuk berkendara jauh, yaitu dari Blitar hingga Denpasar, Bali. Selama di perjalanan, tidak ada kendala sama sekali. Saya merasa nyaman dan ada kebanggaan tersendiri selama berkendara. Di tengah motor keluaran baru, motor yang saya gunakan memiliki kesan timeless dan kalcer sehingga membuat kesan nyentrik dengan yang lain.

Meskipun demikian, ada satu kekurangan Mio yang menurut saya kelewat fatal: BOROS. Ya, Mio bener-bener boros bahan bakar. Bahkan kalau ada yang bikin jokes “Mio bikin pemasukan Pertamina tetep gede”, sepertinya nggak berlebihan. Ya gimana, teknologi masih jadul, belum injeksi. Wajar kalau boros.

Tapi melihat desain dan keindahannya, saya rasa kok wajar. Keindahan memang kadang harus dibayar dengan mahal. Cuma ya, masak mau ngeluh boros ke motor secantik itu?

Penulis: Fufut Shokhibul Burhan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 8 Tahun Mengendarai Yamaha Mio Bekas Motor Kakak, Sudah Nggak Cocok buat Pergi Wisata dan Sering Bawa Sial tapi Tetap Berharga

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2026 oleh

Tags: honda beathonda pcxmotor YamahaYamaha Mioyamaha mio sportyYamaha Nouvo
Fufut Shokhibul Burhan

Fufut Shokhibul Burhan

Mahasiswa semester 7 Universitas Nahdlatul Ulama Blitar. Menaruh perhatian terhadap isu kemunduran demokrasi, serta isu ekologis negara yang semakin buruk. Mulai berkecimpung dalam bidang sastra.

ArtikelTerkait

motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

5 Motor Honda yang Sebaiknya Nggak Usah Dibeli, Mending Jalan kaki atau Beli Yamaha Sekalian!

21 Maret 2024
SYM Fiddle 125: Skutik Mirip Vespa Matic Seharga Honda Beat, Nggak Perlu Nendang Pintu Lagi buat Bisa Bergaya

SYM Fiddle 125: Skutik Mirip Vespa Matic Seharga Honda Beat, Nggak Perlu Nendang Pintu Lagi buat Bisa Bergaya

5 Juli 2023
Sumber gambar akun instagram welovehonda_id honda pcx

Apa Salah Honda PCX Hingga Dibenci Sebegitu Hebatnya? Motor Sebagus Ini kok Dihujat

23 Juli 2023
5 Hal yang Bikin Honda PCX Nggak Sesuai Ekspektasi Saya Terminal Mojok.co rekomendasi motor

9 Rekomendasi Motor Terbaik di Bawah Rp50 Juta Tahun 2023

1 Juli 2023
Beat Deluxe, Saksi Kejayaan Bos Warung Madura dari Pamekasan (Shutterstock)

Beat Deluxe Merah-Hitam, Motor Honda yang Menjadi Saksi Kejayaan Warga Pamekasan yang Sekarang Menjadi Bos Warung Madura

20 Januari 2026
Mio Soul GT Motor Yamaha yang Irit, Murah, dan Timeless (Unsplash) yamaha mx king, jupiter mx 135 yamaha vega zr yamaha byson yamaha soul yamaha mio

Yamaha Byson: Motor Gagah yang Sempat Dicap Produk Gagal, tapi Kini Kembali Merebut Hati

8 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa Mojok.co

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

9 April 2026
Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga Mojok.co

Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga

9 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

10 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.