Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal

Muhammad Syafrial oleh Muhammad Syafrial
7 April 2026
A A
Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan MOJOK.CO

Ilustrasi Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

3 hal yang membuat saya kaget

Jujur, saya tidak buta. Ada hal-hal yang bikin saya mengernyit waktu pertama kali pakai motor ini.

Pertama, ban dan velg-nya. Ukuran 70/90 depan dan 80/90 belakang di motor bermesin 124 cc itu seperti punya badan badak tapi kamu kasih sepatu anak kecil. Padahal, tenaga mesin Mio lebih besar dari Beat, tapi ban-nya malah lebih kecil. 

Iklan

Entah apa alasan Yamaha tidak upgrade ini dari generasi pertama Mio. Efisiensi bahan bakar? Mungkin. Penghematan biaya produksi? Lebih mungkin lagi. Akhirnya hampir semua pengguna Mio M3, termasuk saya, upgrade ban minimal satu tik lebih besar. Bukan pilihan, tapi keharusan.

Kedua, suspensi motor Yamaha ini keras. Ini yang lumayan menyiksa kalau lewat jalan berbatu atau jalan rusak. Suspensinya baru terasa manusiawi kalau berboncengan atau bawa barang berat. Tapi kalau naik sendiri? Berasa naik motor trail yang lupa dikalibrasi.

Ketiga, tarikan bawah Mio M3 terasa kosong. Putaran atas lumayan, tapi awal gas itu seperti motor sedang mikir dulu sebelum jawab. Ditambah getaran dari CVT yang terasa sampai ke bodi depan dan ini yang bikin banyak pengguna akhirnya otak-atik roller, ganti per CVT punya Yamaha Xeon karbu, atau pasang kampas ganda NMAX. Ada trade off-nya tentu, yaitu tarikan bawah enteng, tapi top speed berkurang. Pilih mana, itu soal selera dan medan yang kamu taklukkan tiap hari.

3 hal yang membuat saya tetap loyal kepada Mio M3

Meskipun membawa tiga hal yang bikin kaget, saya tetap loyal kepada Mio M3. Pertama, bobot motor Yamaha ini enteng. Di tangan yang tepat, ini bukan kelemahan tapi keunggulan.

Mau manuver di gang sempit, keluar-masuk parkiran padat, atau sekadar putar balik di jalan kecil, semua lebih mudah. Memang, saya jadi harus sedikit mengorbankan stabilitas. Maka, upgrade ban adalah jawaban logisnya.

Kedua, harganya masuk akal. Di 2015, harga Mio M3 sekitar Rp15,2 juta, sedangkan Honda Beat Rp15,4 juta. Selisihnya tipis, tapi yang kamu dapat dari sisi mesin lebih besar. Dalam logika belanja yang waras, ini keputusan yang tidak perlu diperdebatkan.

Ketiga, dan ini favorit saya, desainnya timeless. Sejak launching sampai sekarang, desain Mio M3 tidak berubah signifikan kecuali decal-nya. Itu bukan kemalasan desainer, tapi konfirmasi bahwa desainnya memang sudah benar sejak awal. Tidak seperti beberapa motor lain yang tiap ganti generasi makin susah dibedain dari motor lainnya.

BACA JUGA: Mengenang Yamaha Mio, Seri Skutik Yamaha Terbaik yang Mengalahkan Dominasi “Supra Bapak” tapi Kini Semakin Terlupakan

Masa 10 tahun yang indah

Jalanan kota kecil, jalan provinsi berlubang, tanjakan ke ladang, sampai perjalanan panjang yang mestinya pakai kendaraan “lebih layak” menurut orang-orang di sekitar saya, semuanya bisa saya hadapi bersama Mio M3.

Begitulah. Banyak yang meremehkan motor Yamaha satu ini. Begitu banyak orang yang menyarankan saya ganti baru atau menyebutnya motor murahan.

Gini, lho. Saya tidak anti sama motor baru. Tapi, saya juga tidak mau pura-pura bahwa ganti motor adalah penanda naik kelas. Atau, bahwa nilai seseorang bisa kita baca dari plat nomor dan merek yang terpampang di bodi motornya. Itu bukan cara berpikir yang sehat, dan tentu bukan cara berpikir yang hemat.

Yang jelas, motor Yamaha saya masih jalan. Saya masih sampai ke tujuan. Dan setiap kali ada yang melirik dengan tatapan setengah meremehkan, saya ingat satu hal. Mereka tidak ikut membayar cicilan Mio M3 saya. Jadi, opini mereka, dengan segala hormat, tidak relevan.

Iklan

Kalau kamu sedang mempertimbangkan motor tapi ragu karena takut diremehkan, ya kamu mungkin akan diremehkan. Tapi, motor yang tepat bukan yang paling bikin kagum di grup chat, melainkan yang paling setia menemanimu dari rumah sampai pulang.

Mio M3 saya sudah membuktikan itu. Lebih dari 10 bersama melewati hal-hal indah.

Penulis: Muhammad Syafrial

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Mio M3 Motor yang Paling Sempurna di Mata Yamaha, Sudah 11 Tahun Desain Tak Berubah karena Berkeyakinan Kesempurnaan Tidak Perlu Diubah dan pengalaman indah lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 7 April 2026 oleh

Tags: Honda BeatmioMio M3motor yamahayamahaYamaha MioYamaha NMAX
Muhammad Syafrial

Muhammad Syafrial

Orang Sulawesi Tengah yang pernah lama menjadi bankir, tapi hatinya tetap di sudut-sudut cerita yang belum banyak ditulis. Membaca adalah cara saya memahami dunia, menulis adalah cara saya membalas hutang pada cerita-cerita yang terlalu sayang untuk didiamkan.

Artikel Terkait

Yamaha Sigma motor kelas bawah tapi paling bisa diandalkan MOJOK.CO
Otomojok

Yamaha Sigma adalah Motor pertama di Jogja hasil lungsuran dari bapak dan jadi saksi momen-momen paling serius dalam hidup saya

28 Juli 2026
Jadi gini rasanya keracunan motor Yamaha Xabre bekas MOJOK.CO
Otomojok

Akulah yang dulu meremehkan motor Yamaha Xabre karena harganya yang nggak ngotak, tapi kini rasa ingin memilikinya semakin tinggi

23 Juli 2026
Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO
Eksplor

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026
Biar Nggak Mogok atau Korsleting, Ini 4 Hal yang Haram Dilakukan Saat Modif Motor.MOJOK.CO
Transportasi

Biar Nggak Mogok atau Korsleting, Ini 4 Hal yang Haram Dilakukan Saat Modif Motor

3 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cinta yang Tak Berbalas Bikin Perempuan Crush Recession hingga Belum Menikah. MOJOK.CO

Crush Recession: Jatuh Cinta Terasa Melelahkan, bikin Perempuan Malas Pacaran

4 Agustus 2026
kesehatan mental dan stigma odgj mojok.co

Indonesia Darurat Depresi pada Remaja: Jangan Pernah Takut Mencari Bantuan Masalah Kesehatan Mental

31 Juli 2026
KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas MOJOK.CO

KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas

3 Agustus 2026
kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder MOJOK.CO

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder

31 Juli 2026
Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.