Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Honda Vario Techno 125 Tahun 2013, Motor Bekas Terbaik di Kelasnya

kalau lagi cari motor bekas, Honda Vario Techno 125 pilihan paling cakep.

Ricardo Juan oleh Ricardo Juan
26 Oktober 2021
A A
Honda Vario Techno 125 Tahun 2013, Motor Bekas Terbaik di Kelasnya MOJOK.CO

Honda Vario Techno 125 Tahun 2013, Motor Bekas Terbaik di Kelasnya MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Honda Vario Techno 125 ini sudah menemani saya menempuh perjalanan jauh. Bagi saya, motor ini cocok banget buat kamu yang lagi cari motor bekas.

Kamu lagi cari motor bekas? Cocok, duduk manis dan izinkan saya bercerita….

Jadi, saya kuliah di Depok, tapi rumah saya di Tangerang Kota. Selama kuliah offline, saya ngekos di Depok. Setelah ngampus, saya selalu mengantarkan pacar saya (yang kebetulan kuliah di kampus yang sama) pulang ke rumahnya di daerah Kemang naik Honda Vario Techno 125. Jarak Depok ke Kemang sekitar 17 kilometer. Jadi, perjalanan pulang dan pergi dari kosan ke rumah pacar saya adalah 34 kilometer. Tiap hari begitu selama kuliah offline.

Lalu, tiba-tiba, kampus mengumumkan pelaksanaan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Dengan berat hati, saya mengemas seluruh barang di kosan, kemudian pulang.

Sudah tentu, saya pulang dari Depok ke Tangerang Kota naik Honda Vario Techno 125. Semua barang dari kosan saya kemas masuk ke dua tas gunung Eiger dan satu duffle bag yang cukup besar. Ketiganya saya susun di bagian depan Honda Vario Techno 125, tempat tukang galon biasa menaruh galonnya. Di jok belakang, ada satu dus bekas Aqua yang saya ikat. Isinya gayung, beberapa potong celana dalam, dan sisa pasta gigi.

Selesai menyusun semua barang, motor bekas saya jadi terlihat kayak motornya bapak-bapak yang diusir dari rumah sama istrinya. Yah, setidaknya saya yakin kalau Honda Vario Techno 125 sanggup menggotong barang sebanyak itu. Masih ditambah saya sebagai penumpang.

Nah, selama berkuliah online, saya jadi jauh dari pacar saya dan teman-teman saya. Kata orang, rindu itu seperti dendam. Harus dituntaskan. Saya sendiri nggak betah berdiam diri di rumah. Maka, saya samperin aja mereka itu.

Dari Tangerang Kota ke rumah pacar saya di Kemang jaraknya kurang lebih 30 kilometer. Tergantung suasana hati saja, pengin lewat Ciledug atau Daan Mogot). Saya kencan seminggu sekali. Nggak pernah bolong sampai saat ini berkat ketangguhan Honda Vario Techno 125. Yah pokoknya itu. Skip.

Teman-teman saya itu rata-rata rumahnya di Jakarta Timur. Ada yang di Duren Sawit, Cakung, Cipayung, Condet, dan lain-lain. Jauh pokoknya. Lalu? Ya saya tetap samperin mereka! Antara memang suka riding atau saya memang sebetulnya kesepian di Tangerang Kota. Hmm… kayaknya yang kedua, sih.

Jadi, intinya, hampir setiap minggu saya naik motor bekas paling oke bernama Honda Vario Techno 125 untuk melahap aspal Tangerang-Jaksel, Tangerang-Jaktim, dan kadang-kadang Tangerang-Depok. Salah satu teman saya baru saja buka kedai kopi di dekat kampus.

Lamanya waktu perjalanan bersama Honda Vario Techno 125 dikalikan intensitas merenung di atas motor membuat saya peka ketika merasakan apa yang motor saya rasakan. Berkat hati saya yang sensitif (atau kayaknya cuma obsesi sama Honda Vario, deh), saya berani bersaksi bahwa motor bekas saya ini adalah motor bekas terbaik sedunia!

Jadi, Honda Vario Techno 125 saya adalah keluaran 2013. Tentu kamu udah paham gimana Honda sama mesin motor. Sudah berkualitas, layanan purnajual juga sangat baik.

Bengkel servis resmi Honda ada di mana-mana dan harga servisnya (untuk motor saya) cenderung lebih murah dibandingkan servis bengkel resmi dari merek kompetitor. Suku cadangnya melimpah dengan harga yang tidak membuat kantong jebol dan tersedia juga di bengkel umum.

Suku cadang aftermarket seperti karpet motor, shockbreaker, hingga tutup radiator tersedia melimpah. Pokoknya, untuk urusan suku cadang dan perawatan, kamu nggak perlu khawatir. Yah, siapa tahu kamu lagi cari motor bekas dan Honda Vario Techno 125 jadi pilihan.

Iklan

Nah, soal mesin, saya berani bersaksi kalau Honda Vario Techno 125 ini oke banget. Wara-wiri Tangerang-Jaksel, Tangerang-Jaktim, dan kadang-kadang Tangerang-Depok, motor bekas ini nggak pernah rewel.

Saya udah pakai motor bekas ini selama lebih dari lima tahun. Dilungsurkan ketika saya masuk SMA. Sampai saat ini, saya belum mengalami permasalahan berarti. Padahal ya, saya nggak terlalu patuh sama anjuran servis resmi setiap kilometer tertentu.

Saya servis ketika saya ingin dan sempat saja. Puji Tuhan, saya nggak pernah harus minggir di tengah perjalanan karena mogok. Saya sendiri kadang juga heran sama Honda Vario Techno 125 ini.

Yah, sesekali, kejadian cangklong busi aus, oli suspensi perlu diganti, aki soak. Tapi, hei, motor bekas mana yang tidak mengalaminya?

Maksud saya, secara umum, Honda Vario generasi ini tidak memiliki penyakit khas seperti generasi penggantinya (2015 ke atas) yang CVT-nya suka getar, atau lampu sein belakangnya sering patah karena tersenggol (khusus keluaran tahun 2018 ke atas).

Selain itu, tangki bensin motor bekas ini cukup besar (5,5 liter). Konsumsi bensinnya sekitar 38 kilometer per liter. Menurut saya ini sangat irit. Saya hanya perlu mengisinya setiap lima hari.

Setelah mesinnya, mari kita bahas desain Honda Vario Techno 125. Menurut saya, desain Honda Vario generasi ini adalah yang terbaik dibandingkan seluruh generasi Vario. Tapi, ini subjektif saya pribadi, ya.

Bodi Honda Vario Techno 125 tidak terlalu membulat kayak Honda Vario 110 generasi sebelumnya. Motor ini juga nggak terlalu tajam berliku seperti Vario 150 generasi setelahnya yang kayak robot itu.

Intinya, soal desain, bagi saya sudah cukup. Semua bagian didesain sesuai tubuh orang Asia. Tinggi saya 165 cm, dan motor-motor matik keluaran baru seperti NMax, PCX, ADV, atau Aerox rasanya terlalu besar.

Selain mesin dan desain, kenyamanan juga sangat penting ketika mikir-mikir mau beli motor bekas. Kata pacar saya, Honda Vario Techno 125 adalah motor bekas paling nyaman baginya sebagai penumpang.

Dudukan kursinya pas dan tidak terlalu lebar (jadi tidak perlu mengangkang), suspensinya enak. Bagasi motor ini juga cukup besar. Cukup untuk menyimpan jas hujan, sandal, dan helm.

Kabar baiknya buat kamu semua, motor ini sudah tidak diproduksi. Jadi, harga motor bekas Honda Vario Techno 125 terbilang murah. Terakhir saya cek, motor ini dibanderol sekitar Rp8 juta. Harga bisa bervariasi tergantung tahun dan kondisi.

Sebagai penutup, semoga kamu yang lagi cari motor bekas terbaik jadi terinspirasi. Semoga cerita saya ini dapat membantu, ya.

BACA JUGA Pengalaman Saya Ditipu Showroom Motor Bekas nan Laknat Saat Membeli Honda Vario 125 dan pengalaman menarik lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2021 oleh

Tags: depokhondahonda varioHonda Vario Techno 125JakselMotor BekasTangerang
Ricardo Juan

Ricardo Juan

Hidup di tengah hutan beton.

Artikel Terkait

Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang MOJOK.CO
Esai

Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

20 Maret 2026
Blok M dan Jakarta Selatan (Jaksel) dilebih-lebihkan, padahal banyak jamet MOJOK.CO
Urban

Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina

14 Maret 2026
Dihina dan dijauhi tongkrongan hanya karena naik motor Honda BeAT. Tidak memenuhi standar sinematik ala Yamaha Aerox, NMax, dan Vario MOJOK.CO
Sehari-hari

Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik

12 Maret 2026
Brio, Mobil Honda Paling Menderita Sepanjang Sejarah MOJOK.CO
Otomojok

Brio Adalah Mobil Honda Paling Menderita: Sering Dihina Murahan, tapi Sebetulnya Paling Ideal Menjadi Mobil Pertama Bagi Anak Muda yang Tidak Takut Cicilan

12 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Jadi gembel di perantauan tapi berlagak tajir pas pulang kampung. Siasat pura-pura baik-baik saja agar orang tua tidak kepikiran MOJOK.CO

Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

21 Maret 2026
Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa Mojok.co

Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

19 Maret 2026
meminjam uang, lebaran.MOJOK.CO

Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit

21 Maret 2026
Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.