Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Road Trip Nekat ke Ujung Kulon Pakai Mobil Honda Jazz: Mulai dengan Gaya, Pulang dengan Rasa Bersalah

Alan Kurniawan oleh Alan Kurniawan
31 Maret 2025
A A
Honda Jazz Mobil Honda yang Memberi Rasa Penyesalan di Akhir MOJOK.CO

Ilustrasi Honda Jazz Mobil Honda yang Memberi Rasa Penyesalan di Akhir. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Masuk jalanan biasa: Mulai merasakan nasib hatchback di jalanan semi-offroad

Begitu keluar dari tol dan masuk ke jalanan perkampungan, optimisme kami mulai diuji. Jalanan aspal yang tadinya mulus perlahan berubah menjadi tambal sulam, dan suspensi mobil Honda Jazz GE8 yang sudah ceper ini mulai terasa seperti trampolin berjalan. Mobil ini memang asyik buat menikung di tikungan, tapi buat menghadapi jalan yang penuh jebakan betmen seperti ini? Aduh!

“Gini doang mah masih santai!” Kata saya, masih sok kuat.

Dika dan Reno mengangguk, tapi saya tahu mereka mulai merasakan sesuatu yang tidak beres. Goncangan semakin terasa, dan kami mulai menyadari bahwa Jazz ini bukanlah SUV yang didesain buat bertahan di jalanan kayak begini. Tapi ya sudah, perjalanan tetap harus lanjut.

Hingga akhirnya, kami bertemu dengan jalan berbatu.

Jalanan berbatu: Saat mobil Honda Jazz menyesali takdirnya

Kalau ada yang bilang jalan ke Ujung Kulon itu “cukup baik”, mungkin standar mereka adalah jalanan Planet Mars. Karena begitu ban depan mobil Honda Jazz ini menyentuh jalan berbatu, saya langsung tahu bahwa kami sudah masuk ke dalam skenario yang bakal menguji batas kemampuan manusia dan mesin.

“Bro, ini aman nggak?” Tanya Reno dengan wajah serius tapi nadanya tetap guyon.

“Aman, asal nggak ngebut,” jawab saya, ikut bercanda. Padahal dalam hati? Panik.

Honda Jazz GE8 memang mobil yang fun to drive, tapi nggak fun kalau kamu memaksanya untuk off-road. Getaran demi getaran mulai terasa dari kaki-kaki. Setiap roda menghantam batu besar, kami semua refleks meringis. Rasanya seperti nonton adegan film horor, tapi korbannya adalah suspensi mobil sendiri.

Dika yang duduk di belakang mulai kehilangan harapan. “Bangke, kalau kayak gini sih mending naik motor trail aja!”

Saya tidak bisa menyangkal. Perjalanan yang tadinya seru mulai terasa seperti ekspedisi bertahan hidup. Setiap batu yang terinjak roda, rasanya seperti tinju kecil yang mendarat di tulang ekor. Suara “duk-duk-duk” dari kolong mobil bikin kami bertiga saling lirik-lirikan dengan ekspresi, “Aduh ini bakal mahal di bengkel.”

Kami lanjut. Pelan-pelan. Dengan kecepatan siput yang bahkan lebih lambat dari sepeda ontel.

Sampai di Ujung Kulon: Honda Jazz berhasil bertahan, Tapi penuh Luka

Setelah “menyiksa” mobil Honda Jazz ini selama 2 jam, akhirnya kami sampai di tujuan. Jazz GE8 ini memang sakti, tapi juga butuh istirahat. Kami parkir di sebuah warung, turun dari mobil, dan secara refleks langsung memeriksa bagian bawahnya.

Ada suara aneh? Ada. Goresan di bumper bawah? Pasti ada. Perasaan menyesal? Sedikit. Janji nggak bakal ngulangin ini lagi? Bohong.

Tapi kami tetap bangga. Kami berhasil! Honda Jazz GE8 ini telah menaklukkan perjalanan yang bahkan mobil SUV sekalipun harus berpikir 2 kali.

Iklan

Kami pun menikmati pemandangan dan udara segar di Ujung Kulon. Saat itu, semua penderitaan rasanya terbayarkan. Setidaknya, sampai kami ingat bahwa kami harus pulang.

Pulang: Saat semua kelelahan, termasuk mobilnya

Saat perjalanan pulang, baru terasa bahwa mobil ini sudah kelelahan. Getaran yang tadinya halus kini mulai lebih terasa. Ban sepertinya sudah kena mental, dan suara decit dari suspensi mulai terdengar setiap kali melewati jalan jelek.

“Besok servis nggak, nih?” Tanya Dika.

“Harus. Jazz ini butuh kasih sayang setelah semua yang dia lalui,” saya menghela napas.

Setelah perjalanan panjang ini, saya sadar bahwa mobil Honda Jazz GE8 bukanlah mobil yang cocok buat diajak bertualang ke medan ekstrem. Dia bisa, tapi ya… sebaiknya jangan sering-sering.

Apakah saya akan mengulang perjalanan ini? Mungkin. Apakah saya akan pakai Jazz lagi? Tidak. Saya kapok.

Penulis: Alan Kurniawan

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Mobil Honda Jazz: Simbol Awal Kesuksesan Manusia dan Sudah Saatnya Honda Membangkitkan Sang Legenda dan catatan menarik lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 31 Maret 2025 oleh

Tags: harga seken honda jazzhatchbackhatchback hondahondahonda jazzjakartaJazzjazz sekenmobil hondamobil Honda Jazzmobil Jazzujung kulon
Alan Kurniawan

Alan Kurniawan

Banyak bekerja, sedikit overthinking-nya.

Artikel Terkait

sate taichan.MOJOK.CO
Catatan

Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

20 Januari 2026
Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO
Ragam

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO
Ragam

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Motor Honda Vario 150 2026, motor tahan banting MOJOK.CO
Catatan

Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual

15 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Motor Honda Vario 150 2026, motor tahan banting MOJOK.CO

Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual

15 Januari 2026
Banjir di Muria Raya, Jawa Tengah. MOJOK.CO

Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026

20 Januari 2026
Ilustrasi Mie Ayam di Jogja, Penawar Kesepian dan Siksaan Kemiskinan (Unsplash)

Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

19 Januari 2026
sate taichan.MOJOK.CO

Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

20 Januari 2026
Cara wujudkan resolusi 2026 dengan finansial yang baik. MOJOK.CO

Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026

19 Januari 2026
Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.