Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

17 Hari Menjadi Penagih Utang dengan Risiko Kehilangan Nyawa Naik Honda Revo Biru Sudah Cukup Membuat Saya Menyerah

Andry Setyawan oleh Andry Setyawan
23 Juni 2026
A A
Derita 17 Hari Naik Honda Revo Jadi Penagih Utang MOJOK.CO

Ilustrasi Derita 17 Hari Naik Honda Revo Jadi Penagih Utang. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Honda Revo warna biru itu menjadi saksi kerasnya hidup penagih utang. Saya melihat, menjalani, dan saya sungguh tak kuat.

Saya masih ingat, itu tahun 2018. Tahun ketika saya merasa bosan dengan pekerjaan saya. Jadi, sudah tiga tahun saya bekerja sebagai pelayan restoran di Jogja dengan gaji UMR.

Iklan

Sebetulnya, gaji tersebut cukup lumayan untuk ukuran anak muda. Namun, saya memutuskan untuk resign. Saya ingin mencari pengalaman baru.

Beberapa waktu kemudian, sebuah koperasi di Purworejo menerima saya sebagai kolektor. Jujur saja, saya sama sekali tidak paham dunia kolektor. 

Pikiran saya sederhana. Saya tinggal mengambil uang dari nasabah, tidak perlu mencari nasabah baru, dan tidak perlu menjual sesuatu. Ya tinggal ambil uang. Sesederhana itu. Dan bodohnya, saya tidak riset sama sekali.

BACA JUGA: Motor Honda Revo Memang Mengenaskan, Ia bukan Motor, tapi Simbol Kemiskinan Umat Manusia

Fasilitas kantor bernama Honda Revo 

Setelah hari terakhir bekerja di restoran, saya langsung pulang ke Gunungkidul naik Vario kesayangan. Saya membawa pakaian, beberapa barang pribadi, dan perasaan optimistis yang ternyata terlalu polos untuk dunia kolektor.

Sesampainya di Purworejo, koperasi itu menempatkan saya di sebuah rumah kontrakan bersama pegawai lain. Dua sampai tiga orang mengisi satu kamar. Lemari pakaian seadanya. Kasur seadanya. Tapi makan ditanggung kantor karena ada orang yang khusus memasak untuk kami.

Nah, kantor memberi saya satu motor operasional, yaitu Honda Revo warna biru. Sebuah motor yang tidak akan pernah saya lupakan.

Tarikannya ringan, mesinnya enak, dan terasa sangat siap saya pakai perang. Kehujanan tidak rewel, untuk jarak jauh tidak gampang panas. Saya juga melihat Honda Revo kantor ini rutin ganti oli dan cukup terawat. Buat orang lapangan seperti kolektor, Honda Revo memang terasa seperti motor yang lahir untuk bekerja keras.

Kebodohan ketika menerima pekerjaan

Tadi saya sudah mengaku kalau tidak melakukan riset sebelum menerima tawaran bekerja sebagai kolektor. Setelah masuk, saya baru sadar bahwa “mengambil uang” ternyata artinya menagih utang naik Honda Revo. Ini jauh berbeda dengan bayangan saya sebelumnya.

Lucunya, sebelum benar-benar mulai bekerja, saya sempat menerima telepon dari rumah. Saya ngobrol dengan bapak, kakak, dan ibu. Lalu ada satu kalimat yang masih saya ingat sampai sekarang.

“Mau aku krungu, neng Duwur Rubuh ono mayit. Jarene kui mayit bank plecit.”

Artinya: ”Tadi aku dengar di Duwur Rubuh ada mayat. Katanya mayat itu kolektor koperasi.”

Iklan

Anehnya, waktu itu saya bisa-bisanya nggak kepikiran kalau cerita itu menyeramkan. Sebesar itu risiko jadi penagih utang. Lha wong saya bahkan belum benar-benar memahami pekerjaan baru yang akan saya jalani bersama Honda Revo biru itu.

Baca halaman selanjutnya: Motor perjuangan, saksi mata beratnya kehidupan penagih utang

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 23 Juni 2026 oleh

Tags: hondahonda revokoperasiMotor Hondapenagih utangPurworejorevo
Andry Setyawan

Andry Setyawan

Seorang profesional di bidang Quality Assurance dengan pengalaman di fintech, e-commerce, dan perbankan. Tertarik menulis tentang keresahan dunia kerja dan dinamika kehidupan sehari-hari.

Artikel Terkait

Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO
Kilas

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa tapi malah laris MOJOK.CO
Otomojok

Berdasarkan pengamatan saya, Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa, tapi malah laris kebangetan dasar aneh

7 Juli 2026
Saya Pengurus KDMP: Koperasi Desa Lebih Butuh Literasi daripada Militerisasi MOJOK.CO
Esai

Saya Pengurus KDMP: Koperasi Desa Lebih Butuh Literasi daripada Militerisasi

3 Juli 2026
Uang recehan di dasbor motor Honda Genio ibu jadi berkah dan penyelamat bagi anak-anaknya dan orang-orang di lampu merah MOJOK.CO
Catatan

Kebiasaan Ibu Taruh Uang Receh di Dasbor Motor: Jadi Berkah dan Penyelamat bagi Anaknya serta Orang-orang di Lampu Merah

9 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala.MOJOK.CO

Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala

13 Juli 2026
manfaat program WiFi gratis bagi pedagang sekaligus warga Klaten. MOJOK.CO

Memanfaatkan WiFi Gratis di Sejumlah Titik Klaten: Meski Harus Berebut, Tetap Jadi Solusi Alternatif saat Paket Data Habis

10 Juli 2026
Rekonstruksi kasus penganiayaan pelajar berujung meninggal di Jalan Yos Sudarso, Gondokusuman, Kota Jogja (depan SMA 3 Yogyakarta) MOJOK.CO

Gambaran Jelas Penganiayaan Pelajar di depan SMA 3 Yogyakarta dalam 21 Adegan Rekonstruksi

9 Juli 2026
Derita anak magang atau PKL SMK: diperlakukan sebagai pekerja penuh waktu hingga ikut lembur dan dibentak-bentak MOJOK.CO

Magang SMK Tak Dibayar tapi Jadi Tenaga Kerja Serabutan, Ikut Lembur hingga Dibentak-bentak kalau Ada Kesalahan

9 Juli 2026
Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa tapi malah laris MOJOK.CO

Berdasarkan pengamatan saya, Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa, tapi malah laris kebangetan dasar aneh

7 Juli 2026
SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.