Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Saya Pengurus KDMP: Koperasi Desa Lebih Butuh Literasi daripada Militerisasi

M Sholahuddin Nurazmy oleh M Sholahuddin Nurazmy
3 Juli 2026
A A
Saya Pengurus KDMP: Koperasi Desa Lebih Butuh Literasi daripada Militerisasi MOJOK.CO

Ilustrasi Saya Pengurus KDMP: Koperasi Desa Lebih Butuh Literasi daripada Militerisasi. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menjadi pengurus KDMP saat ini memunculkan tekanan batin tersendiri. Diajak bermimpi ke sana ke mari, tapi akal sehatnya pelan-pelan dipinggirkan.

Izinkan saya menyampaikan disclaimer bahwa tulisan ini merupakan opini pribadi dan tidak mewakili Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kalurahan Sidoarum di mana saya menjadi salah satu pengurusnya.=

Iklan

Meninggalnya lima orang calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dalam pelatihan dasar militer membuat kita semua merasa berduka dan prihatin.

Sebagai umat beragama tentu kita mengimani bahwa umur seseorang adalah takdir Yang Maha Kuasa. Meskipun begitu, tragedi ini harusnya menjadi peringatan keras sekaligus tanda tanya besar, masih relevankah pendidikan gaya militer dipakai untuk menyiapkan manajer-manajer unit usaha desa?

Bekal mengurus koperasi itu harusnya bukan dengan cara militeristik

Istilah ‘militerisasi’ di sini memang tidak kemudian memaknai pelatihan calon manajer itu layaknya tentara, melainkan mengacu pada diterapkannya pendekatan militeristik. Seperti budaya komando, komunikasi satu arah, atau kegiatan fisik ekstrem ke para personel koperasi. 

Mereka ini punya latar belakang warga sipil yang lebih membutuhkan asupan kemampuan memecahkan masalah, berdialog, dan mendorong partisipasi warga. 

Mari kita gunakan analogi sederhana sebagai ilustrasi. Saat ini pemerintah merekrut anak-anak muda yang baru lulus kuliah, belum kenal sepak bola, tapi dipersiapkan menjadi manajer tim sepak bola. 

Anehnya, alih-alih menugasi insan sepak bola atau jurusan pendidikan olah raga, pemerintah memilih tentara untuk mengajari calon-calon manajer tim sepak bola itu. 

Maka, anak-anak muda itu dipaksa menguasai tiga hal sekaligus. Pertama, konsep dan aturan-aturan dalam sepak bola. Kedua, ilmu manajerial ala militer, dan ketiga, disiplin serta gaya hidup ala militer. Bisakah Anda membayangkan akan seperti apa tim sepak bola yang akan dipimpin nanti?

Kabar baik, Latsarmil untuk manajer KDMP akhirnya berubah, tapi masalah utamanya bukan itu

Memang ada tim sepak bola profesional yang sesekali mengirim atletnya ke kamp militer. Namun, agenda itu dapat dipastikan dalam rangka membangun kekompakan tim atau melatih mental. Bukan mengajari seorang calon pelatih dan atlet tentang seluk beluk sepak bola dari nol. 

Sementara, mengurus koperasi adalah mengelola dinamika perkumpulan, mulai dari dinamika anggota, operasional sehari-hari, sampai menjaga keberlanjutan usahanya. Semestinya pendidikan yang diberikan kepada pengurus koperasi berbeda dengan pendidikan dan latihan layaknya anggota militer.

Kabar baiknya, menanggapi desakan dari berbagai pihak, Kementerian Pertahanan mengambil langkah perbaikan dan mengubah fokus materi latihan dasar militer (latsarmil) tersebut menjadi pembekalan bela negara dan manajerial. 

Langkah ini patut kita apresiasi. Namun, revisi kurikulum di tengah jalan ini sebenarnya juga membuktikan bahwa sejak awal persiapan personel atau pengurus KDMP memang cenderung lemah dan pragmatis.

Baca halaman selanjutnya

Kebingungan yang jadi menu sehari-hari para pengurus KDMP

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 3 Juli 2026 oleh

Tags: KDMPkoperasikoperasi desa merah putihpilihan redaksi
M Sholahuddin Nurazmy

M Sholahuddin Nurazmy

Artikel Terkait

Koperasi di Yogyakarta. MOJOK.CO
Kabar

Hari Koperasi Nasional ke-79 di DIY: Sudah Saatnya Koperasi sebagai Sakaguru Perekonomian Nasional Nggak Lagi Gaptek

23 Juli 2026
Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO
Esai

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
Koperasi di Yogyakarta. MOJOK.CO

Hari Koperasi Nasional ke-79 di DIY: Sudah Saatnya Koperasi sebagai Sakaguru Perekonomian Nasional Nggak Lagi Gaptek

23 Juli 2026
Ketika Video Korban Kecelakaan Mengubah Kematian Menjadi Tontonan MOJOK.CO

Ketika Video Korban Kecelakaan Mengubah Kematian Menjadi Tontonan

24 Juli 2026
Tawadhu Tidak Seharusnya Membuat Santri Diam saat Menjadi Korban MOJOK.CO

Tawadhu sebagai Pisau Bermata Dua: Santri Tidak Seharusnya Dibungkam saat Menjadi Korban

26 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga MOJOK.CO

Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga

25 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.