Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Malam Jumat

Pesugihan Milik Tetangga Mencari Tumbal, Mengancam Keluarga Saya

Sejak awal, suami saya sudah curiga kepada tetangga yang mempunyai pesugihan itu. Katanya, bisa jadi tetangga kami sedang “mencari tumbal”.

Apriliani Diyah Susanti oleh Apriliani Diyah Susanti
2 Maret 2023
A A
Pesugihan Milik Tetangga Mencari Tumbal, Mengancam Keluarga Saya MOJOK.CO

Ilustrasi Pesugihan Milik Tetangga Mencari Tumbal, Mengancam Keluarga Saya. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Setelah beberapa minggu, cerita soal tetangga kami yang mempunyai pesugihan sudah mulai terdengar. Hanya selentingan saja yang mampir ke telinga kami. Oleh sebab itu, saya dan suami memilih untuk tidak terlalu membahas soal pesugihan. Baik dan buruk manusia ada di tangannya sendiri, bukan.

Namun, sejak mendengar soal pesugihan itu, saya sering mengalami mimpi buruk. Saya ceritakan beberapa mimpi buruk yang saya alami.

Iklan

Pernah suatu kali saya bermimpi ada banyak ular di rumah. Kata orang, ular adalah pertanda buruk. Setelah itu, cukup sering makhluk halus mendatangi rumah kami. Beberapa kejadian mengerikan yang tidak bisa saya ceritakan terjadi juga di dalam mimpi. Makanya, saya sering terjaga di malam hari karena mimpi tersebut terasa sangat nyata.

Banjir yang sangat ganjil

Ada satu kejadian yang sangat janggal dan tidak masuk akal. Apakah ini berkaitan dengan pesugihan tetangga kami? Saya belum yakin seratus persen saat itu.

Jadi, pernah suatu kali, ketika kami sedang tertidur lelap, sekitar pukul dua dini hari, tiba-tiba ada banjir datang. Ketika terbangun, saya langsung menjerit kaget karena tanda sadar tangan saya menyentuh genangan air. Saat itu, permukaan air sudah hampir setinggi ranjang.

Maka secara spontan saya menggendong anak saya yang masih berusia enam bulan. Suami saya juga terbangun dan langsung membimbing kami supaya bisa keluar dari rumah. Anehnya, setelah di luar rumah, kondisinya kering. Hanya rumah kami yang kebanjiran. Rumah tetangga paling dekat hanya basah sedikit.

Malam itu, kami memutuskan untuk menginap di rumah saudara yang kebetulan bermukim di Kota Pati. Saya semakin curiga kalau pesugihan tetangga mulai mengganggu. Namun, kala itu, fokus saya adalah menjaga keselamatan anak dan enggan berpikir negatif. Hari-hari selanjutnya kami habiskan untuk membersihkan rumah dan soal pesugihan terlupakan begitu saja.

Tetangga datang membawa kue 

Setelah rumah kami bersih kembali, tetangga datang membawa hantaran berupa kue dalam jumlah banyak untuk kami. Saya masih berusaha untuk menahan perasaan ganjil yang muncul ketika si tetangga datang. Pasalnya, dia yang datang adalah tetangga kami yang mempunyai pesugihan.

Namun, lagi dan lagi, saya masih enggan berpikir positif. Agama Islam mengajarkan kita untuk tidak mencurigai orang lain begitu saja, bukan. Oleh sebab itu, setelah berdoa, saya memakan kue-kue dari tetangga saya itu. 

Suami saya belum mau memakan kue itu. Dia sempat menaruh curiga juga. Pasalnya, kalau memang mau “berkenalan”, kenapa si tetangga yang punya pesugihan itu tidak berkunjung sejak dulu saat kami masih baru di daerah ini? Seharusnya saya mendengarkan kegelisahan suami….

Pesugihan yang datang 

Malam harinya, saya terbangun dari tidur untuk menunaikan ibadah salat tahajud seperti biasanya. Namun, saya sangat kesulitan untuk membuka mata dan beranjak dari ranjang. Tepat saat itu, saya mendengar suara dari dua orang laki-laki. Suara mereka terdengar berat.

“Yang perempuan di mana? Cari!”

Terdengar satu laki-laki memerintah laki-laki yang lain. Saat itu saya mengira ada maling masuk rumah. Sama sekali tidak ada pikiran soal pesugihan dan kami akan jadi tumbal mereka.

Anehnya, setelah bisa duduk, saya seperti bisa melihat “diri saya yang lain” lari dengan mimik ketakutan. Dia lari lalu bersembunyi di belakang lemari.

Iklan

Seperti film

Situasi yang terjadi adalah saya seperti sedang menyaksikan film. Saya melihat diri saya sendiri sedang mengeksekusi sebuah adegan film horor. Saat itu, saya dalam posisi duduk di ranjang.

Saya bisa melihat “saya yang lain” ketakutan di belakang lemari. Tiba-tiba, salah satu dari dua laki-laki itu berhasil menemukan “saya”. Dia memepet tubuh “saya” ke dinding di belakang lemari. Sosok itu besar sekali. Kepalanya hampir menyentuh langit-langit, matanya besar, rambut yang acak-acakan dan warna kulitnya hijau!  

Sosok itu tertawa terbahak-bahak, sementara badan “saya” ditahan supaya tidak bisa bergerak. Di depan wajah “saya” berputar batu besar. Putarannya sangat kencang dan terlihat sangat janggal.

Zikir Ya Jabbar dan ayat kursi

Rasa takut yang luar biasa menghinggapi “saya”. Namun, “saya” terlihat berusaha untuk lebih tenang. Maka, “saya” mencoba untuk membangunkan suami. Si “saya” berteriak dengan kencang, tapi suami saya tidak mendengarnya.

Setelah itu, “saya” hanya bisa mendaraskan doa kepada Allah. Saya mulai zikir Ya Jabbar dan membaca Ayat Kursi. Sosok itu memandangi “saya” yang sedang sibuk membaca zikir. Namun, bukan takut, sosok itu malah menertawakan “saya” dengan suara sangat keras.

Maka, “saya” hanya bisa pasrah dan membaca Ayat Kursi dengan suara keras. Si “saya” pasrah sepenuhnya kepada Allah karena hanya Allah yang dapat menyelamatkannya.

Perlahan, batu besar yang berputar kencang itu menghilang. Suara tawa sosok besar itu terdengar semakin kecil, lalu menghilang. “Saya” bisa mendengar langkah-langkah kaki yang menjauh. Setelah itu, saya yang terduduk di ranjang, bisa membuka mata dan bergerak.

“Alhamdulillah, ya Allah,” ucap saya dengan dengan tubuh gemetar hebat. Setelah itu, saya bergegas mengambil air wudu dan menunaikan salat tahajud.

Kecurigaan kepada pesugihan tetangga

Pagi datang dan saya menceritakan semuanya ke suami. Suami saya memang terkejut, tapi wajahnya menunjukkan dia tidak heran hal seperti ini terjadi. Sejak awal, suami saya sudah curiga kepada tetangga yang mempunyai pesugihan itu. Katanya, bisa jadi tetangga kami sedang “mencari tumbal”.

Suami saya juga mengungkapkan bahwa tetangga kami ini punya obsesi untuk menjadi kaya dengan cara instan. Jalan pesugihan dia tempuh demi kesenangan sesaat. Suami saya mengingat untuk tidak lagi menerima apa saja barang yang berasal dari tetangga kami itu. Saya menurut.

Kakak saya datang berkunjung

Hari Minggu, kakak saya datang dari Solo. Namanya Bang Her dan entah kenapa dia sangat ingin mengunjungi kami. Kakak saya ini jauh lebih peka terhadap energi dibandingkan saya.

Begitu sampai di rumah kontrakan kami, Bang Her langsung minta diantar ke kran air di belakang. Beliau hendak wudu. Saya sudah merasa ada sesuatu yang ingin disampaikan Bang Her. 

Selesai wudu, Bang Her mencari saya. “Dek, saya mau bicara.”

“Ada apa, Bang?”

“Saya tadi ke belakang dan saya melihat ada sosok tinggi besar di sana. Saya tanya apa maunya,” kata Bang Her. 

“Saya tanya lagi, tapi dia nggak mau menjawab. Dia malah menjulurkan lidah,” tambahnya. Akhirnya saya menceritakan kejadian malam itu.

“Bisa jadi memang suruhan orang. Bisa pesugihan, bisa juga tidak. Atau bisa jadi juga mereka tahu kamu peka dan mau menjajal kemampuanmu, atau ya sekadar berkenalan. Tapi kamu nggak perlu khawatir, tadi saya menegaskan untuk tidak mengganggu keluargamu. Kamu jaga salat dan zikir, ya.”

Tidak lama kemudian Bang Her langsung pulang ke Solo. Sepulangnya Bang Her, saya menuju ke belakang rumah. Saya mengamati kebun belakang yang memang cukup singup. Tiba-tiba saja saya merinding. Apalagi kalau ingat lagi dengan kejadian itu. Pesugihan atau tidak, satu yang pasti, keluarga saya terancam….

BACA JUGA Doa Bapa Kami, Doa Malam Keluarga Jin dan kisah menegangkan lainnya di rubrik MALAM JUMAT.

Penulis: Apriliani Diyah Susanti

Editor: Yamadipati Seno

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 3 Maret 2023 oleh

Tags: buto ijoGenderuwoJinMalam JumatPatipesugihanSemarangtumbal
Apriliani Diyah Susanti

Apriliani Diyah Susanti

Cat lovers.

Artikel Terkait

Sabrina, Anak Penjual Es Krim di Pati yang Rengkuh Gelar MVP MLSC All Stars dan Tembus Skuad Elite ke Singapura, MLSC.MOJOK.CO
Eksplor

Sabrina, Anak Penjual Es Krim di Pati yang Rengkuh Gelar MVP MLSC All Stars dan Tembus Skuad Elite ke Singapura

30 Juni 2026
MLSC, Yogyakarta.MOJOK.CO
Eksplor

Redemsi Yogyakarta All Stars, Menolak Pulang Lebih Awal

26 Juni 2026
Peluncuran logo dan maskot MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah MOJOK.CO
Kilas

MTQ Nasional XXXI Jateng: Warna Baru Festival Al-Qur’an Terbesar dan Adem Ayem di Semarang

25 Juni 2026
Wisata air Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah akan dikembangkan. Ada investasi dari Cilacap hingga Jepang MOJOK.CO
Kilas

Rawa Pening Kabupaten Semarang bakal Jadi Wisata Unggulan Jateng, Tawarkan Rumah Makan Apung-Keramba

25 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial MOJOK.CO

Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial

25 Juni 2026
Cerita awardee Beasiswa LPDP University of Edinburgh, Skotlandia, pilih pulang ke Indonesia untuk bangun bisnis brand tas kerja lokal MOJOK.CO

Pulang Kuliah dari Skotlandia Pilih Bisnis Tas Lokal di Indonesia: Buka Lapangan Kerja hingga Terlibat Pemberdayaan Perempuan

29 Juni 2026
Usaha les komputer di Bogor. MOJOK.CO

Tak Hasilkan Banyak Cuan dari Buka Usaha Les Komputer, tapi Merasa Bermakna Bisa Ajarkan Gen Alpha yang Masih Gaptek

30 Juni 2026
Gen Z Habiskan Gaji untuk Konser K-Pop. MOJOK.CO

Gen Z Habiskan Gaji demi Konser K-Pop: “Balas Dendam” Terbaik untuk Penuhi Inner Child

25 Juni 2026
Kudus, Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan.MOJOK.CO

Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan 

27 Juni 2026
Piala Dunia, Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib.MOJOK.CO

Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib Pildun

25 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.