Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Kesehatan

Sering Mimpi Buruk Selama Pandemi Ternyata Ada Penjelasannya

Purnawan Setyo Adi oleh Purnawan Setyo Adi
30 Juli 2022
A A
mimpi buruk mojok.co

ilustrasi mimpi. (Pexels/Antara)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pandemi bisa mengubah pengalaman mimpi seseorang. Mimpi buruk lebih sering muncul daripada hari-hari biasanya.

Studi berjudul Journal of Sleep Research dari Monash’s Turner Institute for Brain and Mental Health memaparkan 45% peserta dalam survei mengalami perubahan pengalaman mimpi selama pandemi.

Peneliti utama, dosen, dan psikolog Monash’s Turner Institute Dr. Melinda Jackson mengungkapkan, mimpi peserta penelitian menjadi lebih hidup selama pandemi. Visualnya lebih jernih, tapi sering kali memiliki perubahan yang aneh.

Peserta lebih sering mengalami mimpi pada masa awal pandemi dibandingkan biasanya. Mimpinya memiliki kecenderungan yang negatif. Hal ini tercermin dari banyaknya peserta yang melaporkan mimpi buruk, skenario menakutkan seperti perang dan bencana.

“Ada tema bertahan hidup yang nyata untuk mimpi pandemi,” imbuh Hailey Meaklim, psikolog, dan kandidat PhD yang memimpin studi dengan Dr. Jackson.

Mengapa bisa terjadi?

Peningkatan aktivitas mimpi memang normal terjadi saat stres. Teori mimpi simulasi ancaman menyatakan bahwa mimpi akan mengandung konten dan citra yang mengancam sebagai persiapan menghadapi situasi di kehidupan nyata.

Peningkatan hormon stres di otak memainkan peran kunci dalam perubahan aktivitas mimpi. Otak sebenarnya sangat aktif selama rapid eye movement, tahapan tidur di mana manusia mengalami mimpi yang lebih aneh dan jelas. Daerah visuospasial otak menjadi super aktif, begitu pula dengan pusat emosi dan memori.

“Ini semua dapat meningkat pada saat stres, dan kita mendapatkan mimpi dan mimpi buruk yang meningkat,” imbuh Meaklim.

Tidak semua peserta penelitian memiliki tingkat perubahan mimpi yang sama. Orang dengan insomnia mengalami perubahan mimpi lebih banyak daripada individu yang tidur nyenyak selama pandemi. Proporsinya mencapai 55%.

Peneliti menggunakan analisis Linguistic Inquiry Word Count untuk membandingkan bahasa yang digunakan dalam menggambarkan mimpi. Hasilnya, peserta dengan insomnia menggunakan kata-kata negatif secara signifikan untuk mendiskripsikan perubahan mimpi mereka daripada orang-orang yang tidur nyenyak.

“Secara keseluruhan, penderita insomnia, ketika akhirnya tertidur, memiliki mimpi yang lebih negatif dan menakutkan daripada orang yang tidur nyenyak,” jelas Meaklim.

Bagi kebanyakan orang, gejala insomnia dan mimpi buruk akan mereda setelah stres dan kecemasan awal pandemi berlalu. Akan tetapi, jika orang masih kesulitan tidur, maka klinik dan bantuan kesehatan lainnya bisa membantu.

“Ada pengobatan berbasis bukti yang baik untuk insomnia dan mimpi buruk, jadi kami mendorong orang untuk mencari bantuan jika mereka masih kesulitan tidur,” tutup Dr. Jackson.

Sumber: Antara
Editor: Purnawan Setyo Adi

Iklan

BACA JUGA Pengakuan Perempuan yang Mengalami Lucid Dream Sepanjang Hidupnya

 

Terakhir diperbarui pada 30 Juli 2022 oleh

Tags: dunia mimpimimpimimpi buruk
Purnawan Setyo Adi

Purnawan Setyo Adi

Redaktur Liputan Mojok.co

Artikel Terkait

tindihan.MOJOK.CO
Ragam

Menemui Orang yang Pernah Tindihan: Kehadiran Sosok Hitam hingga Penjelasan Ilmiahnya

26 Desember 2023
Pengakuan perempuan yang mengalami lucid dream seumur hidupnya Photo by Zoltan Tasi on Unsplash
Liputan

Pengakuan Perempuan yang Mengalami Lucid Dream Seumur Hidupnya

14 Juni 2021
Hikayat-2019 - Mojok.co
Esai

Mimpi Menurut Para Sufi

18 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Impact of Asia Limited (IOA) Global Pte Ltd Singapura jajaki kerja sama jangka panjang dengan Jawa Tengah lewat investasi manufaktur hingga pengembangan SDM MOJOK.CO

Peluang Investasi dan Kesempatan Pelatihan di China bagi Anak Muda Jateng

14 Juli 2026
Kisah sebuah desa di Kebumen, Jawa Tengah, yang bangkit dari kemiskinan MOJOK.CO

Cerita Desa di Kebumen Bangkit dari Kemiskinan: Punya Rumah Layak Huni, Modal Usaha, hingga Pengembangan Peternakan

14 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.