Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
17 Maret 2026
A A
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ilustrasi - Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seorang sarjana (lulusan S1) menjalani kerja 6 hari dalam seminggu dan hampir 15 jam perhari selama 3 tahun. Mirisnya, selain gaji yang teramat kerdil, THR yang diberikan bahkan kelewat menghina: Rp50 ribu. Tapi harus pura-pura bawa uang banyak demi melegakan hati ibu.

***

Masa setelah pandemi Covid-19 memang menjadi momen serba sulit bagi orang-orang yang tengah mencari pekerjaan. Salah satunya Ratih (26), perempuan asal Mojokerto, Jawa Timur. 

Selepas lulus kuliah pada awal 2022, Ratih langsung melempar banyak lamaran pekerjaan. Namun, hanya beberapa saja yang sampai tahap interview. Itu pun tidak lolos. 

Dalam keputusasaan, ada satu lowongan kerja di Sidoarjo (ia enggan menyebut bidang dan identitas perusahaan demi menghindari konflik) yang menerima Ratih. 

Sebenarnya lowongan tersebut ditujukan untuk lulusan SMK. Ratih pun memasukkan lamaran kerja dengan agak pesimis. Namun, justru ia sebagai sarjana (lulusan S1) lah yang diterima. 

Sarjana (lulusan S1) terpaksa terima gaji kerdil meski batin nelangsa demi ibu

“Sejujurnya, saat tahu gajiku ada di angka Rp1,8 juta, aku nelangsa. Rasanya seperti tertampar realita, ketika sarjana susah cari kerja, sekali kerja digaji segitu,” ungkap Ratih, Senin (16/3/2026). 

Akan tetapi, Ratih tidak punya pilihan lain. Pikirnya waktu itu, tidak masalah, itung-itung untuk mengisi pengalaman sebagai seorang fresh graduate. Sambil jalan nanti cari-cari lowongan kerja lain. 

Sebagai anak pertama, Ratih pun harus memikirkan sang ibu di rumah. Karena sebagai anak pertama, dari ibu single fighters pula, maka masa-masa selepas lulus S1 sudah semestinya bagi Ratih memikul beban ekonomi untuk sang ibu.

Selepas interview kerja di Sidoarjo, Ratih langsung menelepon ibunya: mengabari kalau ia sudah dapat kerja. Saat itu, ia menangkap dua kesan dari respons sang ibu. 

Kesan pertama adalah ketidaktegaan karena Ratih harus menanggung beban ekonomi sendiri. Sementara kesan kedua adalah rasa lega karena setelah beberapa lali interview kerja, akhirnya ada yang keterima. 

“Aku nggak sebut angka. Aku cuma bilang kalau gaji dari pekerjaan di Sidoarjo itu insyaAllah cukup,” ucap Ratih. Walaupun ia sendiri waktu tidak yakin akan benar-benar cukup. 

Numpang kos Rp100 ribu karena kebaikan teman, makan sehari sekali manfaatkan gratisan

Sejak awal Ratih sudah berhitung, gaji seimut itu jelas akan sulit dibagi-bagi. Buat sewa kos, mobilitas pribadi di Sidoarjo, dan untuk hidup sehari-hari ibu di rumah. 

Ratih tidak memasukkan potensi self reward atau membeli barang yang diinginkan. Make up saja Ratih pikir-pikir kalau mau beli. Pokoknya prioritasnya adalah pada kebutuhan perut. 

Itu pun, dalam sehari, Ratih seringnya hanya makan sehari. Memanfaatkan fasilitas makan siang di kantor. Kalau malam, hanya kalau sangat lapar saja ia akan makan malam. Jelas harus sangat berhemat. Makan nasi, telur, sambal, tidak masalah. 

“Kos itu untungnya aku ada teman kuliah. Dulu kami sering bareng. Karena dia hidupnya lebih baik, dia baik banget masyaAllah. Jadi aku diajak kos bareng, tapi aku cuma bayar Rp150 ribu perbulan,” ungkap Ratih. 

Harga sewa kos tersebut untuk dua orang sebenarnya Rp750 ribu. Harga umum di Sidoarjo. Dari Rp750 ribu, Ratih tidak masalah hanya membayar Rp150 ribu. Bahkan, jika dalam bulan tertentu Ratih sedang banyak kebutuhan, maka ia dibolehkan bayar cuma Rp100 ribu.

Ratih sejujurnya tidak sengaja mencari-cari kesempatan. Ia justru merasa tidak enak dengan temannya. Sampai suatu ketika pernah ingin ngekos sendiri. Tapi si teman melarang. Karena si teman mengaku sangat paham kondisi serba tidak mudah yang Ratih jalani. 

Baca ke halaman selanjutnya…

Akal busuk bos: gaji kerdil untuk kerja 15 jam, THR cuma 50 ribu 

  1. Halaman 1 dari 2
    12Next

    Terakhir diperbarui pada 18 Maret 2026 oleh

    Tags: cari kerja susahgaji imutgaji kecilgaji sidoarjoidulfitrikerja di SidoarjoLebaranloker sidoarjolowongan kerjalulusan S1sarjanaSidoarjosusah cari kerjathr
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur MOJOK.CO
Esai

Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur

20 Mei 2026
Sarjana Jogja Tanpa Nurani: Fenomena Buang Anabul Setelah Wisuda MOJOK.CO
Tajuk

Sarjana Jogja Tanpa Nurani: Fenomena Buang Anabul Setelah Wisuda

4 Mei 2026
Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja MOJOK.CO
Esai

Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja

20 April 2026
kuliah, wisua, sarjana di desa.MOJOK.CO
Sekolahan

Jadi Sarjana di Desa, Bangga sekaligus Menderita: Dituntut Bisa Segalanya, tapi Juga Tak Dihargai Tetangga dan Dicap “Beban Keluarga”

15 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO

Awal Bulan di Kehidupan Dewasa Itu Horor: Setelah Gajian Gaji Langsung Ludes di Kalkulator

2 Juni 2026
In this economy: momen para laki-laki merasa gagal sebagai anak dan suami karena masalah keuangan (sulit ekonomi) MOJOK.CO

In This Economy: Momen Para Laki-laki Merasa Gagal sebagai Anak dan Suami, Gaji Numpang Lewat tapi Bingung Mau Kerja Model Gimana Lagi

1 Juni 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026
Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) perlu menghidupkan kembali adab yang selama ini menjadi ciri khas pesantren, tidak cukup perbaikan sistem MOJOK.CO

NU Perlu Hidupkan Tata Krama Organisasi di Tengah Dinamika yang Semakin Kompleks, Perbaikan Sistem Saja Tak Cukup

7 Juni 2026
Event lari Merbabu Skyrace makin diminati banyak orang lintas negara, jadi potensi sport tourisme di Jawa Tengah dengan daya tarik lari lintas alam di Gunung Merbabu MOJOK.CO

Merbabu Skyrace: Event Lari Melintasi Keindahan Gunung Merbabu, Sport Tourism yang Bikin Sebuah Dusun Mendunia

6 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.