Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
28 April 2026
A A
Gaji magang di Jakarta bisa beli iPhone gak kayak kerja di Jogja

Ilustrasi - Magang dapat iPhone (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Magang menjadi jembatan menjajaki dunia kerja. Pengalaman awal ini tidak jarang dihargai dengan nominal tak seberapa, mengingat beban kerja pemagang yang tidak seberat pekerja full-time. Namun, di Jakarta, magang malah menerima gaji lebih besar dibanding saat di Jogja hingga bisa membeli barang mahal dan foya-foya.

Magang di Jakarta dapat gaji lebih tinggi dari kerja full-time di Jogja

Cerita ini datang dari Ruth (26). Perempuan asal Jogja ini meninggalkan kota kelahirannya untuk mengikuti magang di Jakarta, tepatnya di salah satu perusahaan multinasional. 

Kesempatan magang tersebut didapatkan melalui program Magang Hub yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan. Program ini ditujukan untuk lulusan perguruan tinggi atau fresh graduate sebagai pelatihan kerja di industri.

Berbekal beberapa pengalaman kerja di Jogja, Ruth mendaftarkan diri dalam program magang. Ia kemudian diterima sebagai bagian salah satu perusahaan fast-moving consumer goods (FMCG) terkemuka, Nestle.

Kesempatan inilah yang mengantarkan perempuan lulusan salah satu PTN di Jogja ini untuk merasakan besaran gaji yang tidak pernah didapatkannya di Jogja. Dalam satu bulan, ia setidaknya mengantongi uang saku Rp5,4 juta setara Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta 2025.

Angka ini mengalami kenaikan pada 2026, menjadi Rp5,7 juta.

Besaran ini lebih tinggi daripada uang saku magang yang umumnya diberikan. Misal, program Magenta BUMN memberikan uang saku bervariasi sesuai penyelenggara, posisi, dan lokasi kerja, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp3 juta. Dibandingkan dengan UMP Jogja, nilai ini lebih jauh lagi. Per 2026, UMP Jogja sebesar Rp2,4 juta. 

“Aku awalnya 5,4 juta, terus pas UMR naik jadi ikutan naik ke 5,7,” kata Ruth kepada Mojok, Minggu (26/4/2026).

Dijumlahkan selama 6 bulan masa magang, perempuan ini kira-kira dapat menghasilkan Rp32,4 juta dengan perhitungan uang saku awal. 

Pertama kali beli sepatu mahal dengan uang saku magang di Jakarta

Dengan penghasilan ini, Ruth bercerita, ia menggunakannya untuk membeli sepatu yang juga belum pernah dibelinya dengan gaji di Jogja.

Sebab selama ini, ia mengatakan masih menggunakan sepatu ala kadarnya dari hasil gaji di Jogja yang tak seberapa. Namun sayangnya, ada kualitas ada harga.

Menurut dia, sepatu dengan harga terbilang murah yang sebelumnya dibeli memiliki sol tipis yang membuatnya merasa tidak nyaman berjalan kaki. Padahal, lokasi magangnya terletak di area perkantoran yang mengharuskannya lebih banyak berjalan kaki.

“Aku beli sepatu karena di Jakarta tuh jujur aja banyak jalan beda kayak di Jogja. Aku turun dari drop off Grab masuk ke kantor aja itu juga agak jauh ya karena kantorku di gedung perkantoran,” kata dia.

“Pernah waktu itu aku masih pakai sepatu yang solnya tipis banget. Pulang pulang, kakiku kayak butuh refleksi dan kayak kapalan kakinya, padahal masih di kantor. Makanya, aku memutuskan beli sepatu,” kata dia menambahkan.

Iklan

Maka dari itu, Ruth merelakan 20 persen dari UMP Jogja untuk membeli sepatu baru, yakni sekitar Rp500 ribu. Memang, dalam konversi gaji Jakarta, besaran tersebut hanya mencapai 8 persen.

Namun, Ruth mengaku, tidak terbiasa mengeluarkan uang dalam nominal tersebut untuk pembelian. Ini membuatnya merasa sepatu tersebut sebagai barang mewah, ataupun termahal yang pernah dibelinya sendiri.

“Kenapa harus sepatu yang itu? Soalnya aku ngubek-ngubek review buat orang plus size dan emang sepatu ini yang nyokong banget. Jujur shock sama harganya, tapi dari situ aku belajar ada harga ada kualitas,” kata dia.

Gaji besar bikin lebih bahagia karena bisa foya-foya

Selain memberikan dirinya kesempatan untuk membeli sepatu mahal dengan uang saku magang di Jakarta, Ruth juga mengakui bahwa dia merasa tidak terbebani dalam menghabiskan uang saku selama berada di Jakarta.

Dirinya menggunakan sebagian besar uang untuk mengeksplorasi makanan yang tidak ditemukan di Jogja, meski terkadang kembali lagi ke makanan Jogja.

“Karena aku sukanya makan, uang Magang Hub-ku, aku buat eksplor makanan di Jakarta yang nggak ada di Jogja. Walaupun, kadang aku balik makan makanan dari Jogja yang buka cabang di Jakarta,” kata dia.

Dia juga menggunakan uang saku yang diterima untuk jalan-jalan menyusuri Jakarta bersama pemagang lain. Ruth beralasan, untuk memperkuat ikatan atau bonding dengan teman-temannya.

“Tapi, akhir-akhir ini keluar karena aku pergi jalan-jalan sama teman-teman magangku. Bonding,” kata dia.

Barulah, sisa uang tersebut digunakan Ruth untuk kebutuhan lainnya, seperti cicilan. Ia berencana, melakukan pengaturan bujet untuk perawatan diri dan menabung ke depannya.

“Sisanya ya buat sehari-hari sama bayar cicilan,” kata dia.

“Kalau akhir-akhir ini sih baru mau beralih budgeting buat perawatan diri sama nabung. Sedang diusahakan pakai banget bagian nabungnya,” tambahnya.

Ruth bilang, ia ingin membeli barang lain yang bernilai “mahal” seperti iPhone ke depannya. Ia melihat bahwa ada nilai sosial yang dibawa ponsel berlogo apel tersebut, seperti yang digunakan teman-temannya. 

Namun ia juga menyadari, harga iPhone membuat target pembelian tersebut menjadi prioritas kesekian untuk saat ini.

“Jujur banget pengin iPhone ya agar seperti teman-temanku, tapi kalau diliat-liat karena aku gak dikasih uang saku kayaknya iPhone akan jadi prioritas kesekian kalau udah jadi kartap (karyawan tetap) aja deh. iPhone juga menurutku sepenting itu karena rata-rata orang pakai iPhone dan abis foto-foto pakai airdrop,” tutup dia.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Tren “Aneh” Orang Jakarta: Nyicil iPhone Bukan karena Butuh, Alasannya Susah Dipahami Orang Miskin dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 28 April 2026 oleh

Tags: gaji jakartagaji jakarta vs jogjagaji jogjagaji pekerja jakartakerja di jogjamagang hubmagang hub kemnakermagang jakartapekerja jakartapekerja jakarta vs jogja
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO
Urban

Desa adalah Tempat Ideal Buat Nine to Five: Gaji “Utuh”, Mental Sehat, asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

28 Juli 2026
Bahaya ngasih makan naga judi slot yang habiskan gaji kerja di Jogja MOJOK.CO
Urban

Bahaya Judi Slot: Gaji 2 Juta Jogja Selalu Lenyap buat Ngasih Makan Naga, Jadi Beban Teman dan Orang Tua

14 Juni 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co
Urban

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi
Urban

Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan

29 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

burnout kerja kantoran mojok.co

Mencintai Pekerjaan tanpa Harus Menyukai Orang-Orang di Dalamnya

4 Agustus 2026
Derita jadi topping tongkrongan: niat bergaul biar tidak dicap nolep, tapi sering tidak dianggap saat nongkrong MOJOK.CO

Serba-serbi Jadi Topping Tongkrongan: Ikut Nongkrong biar Tak Dicap Nolep, Cuma Jadi Pelengkap dan Tak Dianggap

4 Agustus 2026
Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan MOJOK.CO

Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan

3 Agustus 2026
Sri Sultan HB X dan Dubes Qatar siapkan kejutan program event di Yogyakarta dari kerja sama di bidang kesenian dan kebudayaan MOJOK.CO

Usai Temui Sri Sultan HB X, Dubes Qatar Siapkan Kejutan Program Event Kebudayaan di Yogyakarta

3 Agustus 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta godok aturan pelarangan perdagangan HPR. MOJOK.CO

Yogyakarta bakal Susul Korea Selatan, Larang Perdagangan Daging Anjing demi Cegah Penyakit Menular

4 Agustus 2026
Seporsi kekalahan anak laki-laki pekerja swasta di Surabaya: merasa gagal karena kerja gaji kecil pas-pasan, tak kunjung sanggup ringankan beban orang tua di masa tua MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Anak Laki-laki: Kerja Ngoyo tapi Masih Begini-begini Saja, Tak Sanggup Ringankan Beban Ortu di Masa Tua

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.