Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Cuan

Daripada Menyiksa Diri Hidup di Jakarta dengan Gaji 12 Juta Sampai Setengah Gila, Pindah ke Magelang dan Hidup Waras Cukup dengan Gaji 3 Juta

Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis oleh Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis
16 April 2026
A A
Gaji Jakarta 12 Juta Bikin Gila, 3 Juta di Magelang Hidup Waras MOJOK.CO

Ilustrasi Gaji Jakarta 12 Juta Bikin Gila, 3 Juta di Magelang Hidup Waras. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jakarta memang kota rakus. Gaji 12 juta saja tetap bikin gila. Mending gaji 3 juta di Magelang tapi hidup jadi lebih waras.

Di dua tulisan saya sebelumnya soal Jakarta, saya berkesimpulan bahwa gaji Rp8 juta hanya indah di nominal. Sebab, realitanya, angka tersebut terasa begitu nanggung untuk memenuhi kebutuhan hidup layak. 

Di tulisan pertama (19 Maret 2026), saya uraikan soal kehidupan di Jakarta yang tidak akan cukup membuat orang bertahan dengan gaji segitu. Mungkin bisa bertahan tapi harus rela dibayangi pikiran stres.

Lalu di tulisan kedua (2 April 2026), saya jelaskan bahwa pemenuhan hidup layak di Jakarta setidaknya butuh Rp10 juta sampai Rp12 juta per bulan. Sebuah nominal yang mungkin amat besar, bahkan bagi sebagian besar pekerja Jakarta. 

Itu sedikit memberi gambaran bahwa persoalan yang pekerja hadapi tidak hanya tentang gaji yang kecil. Mereka juga menghadapi struktur biaya hidup yang tinggi, bercabang, dan menguji kewarasan.

Oleh karena itu, menempatkan Jakarta sebagai kota ideal dan mencari titik temu gaji yang layak ketika di sana adalah kesia-sianan. Mengapa tidak mencoba mencari kota sama peradaban modernnya tapi tetap menjamin kehidupan yang waras?

BACA JUGA: Meninggalkan Jogja demi Mengejar Financial Freedom di Jakarta, Berhasil Dapatkan Gaji Besar meski Harus Mengorbankan Kesehatan Mental

Magelang dengan daya tariknya, bikin Jakarta jadi buruk rupa

Secara administratif, daerah di Indonesia yang berlabel kota memang banyak. Tapi bagi saya, Magelang punya daya tarik tersendiri. Magelang bukan kota yang glamor dan paling modern. Tapi setidaknya kota ini punya peradaban yang cukup membuat seseorang tidak terasingkan ketika kamu pindah dari Jakarta.

Kota ini berkembang pesat sebagai kota jasa dengan luas hanya 18,12 kilometer persegi. Dan yang paling penting, posisinya sangat strategi di persilangan jalur ekonomi dan transportasi antara Semarang–Yogyakarta. Akses ke berbagai tempat wisatanya pun terjangkau. Ia memang kecil, tapi tidak terbelakang.

Magelang membuat seseorang menjalani hidup dengan ritme yang tak menguras tenaga dan pikiran. Di sana, kehidupan di jalani tanpa khawatir tertinggal oleh kompetisi harian layaknya di Jakarta. Tentu itu bukan artinya di Magelang semuanya jadi serba mudah, tapi setidaknya gap antara beratnya hidup dan kenikmatannya tidak timpang.

Angka hidup layak di Magelang

Mari kita masuk ke penjelasan yang lebih teknis. Misalnya, nominal untuk hidup di Magelang. Mengacu pada perhitungan UMK Kota, angkanya ada di kisaran Rp2,4 juta rupiah. Dan tentu ini adalah ambang batas minimum. Ya, memang jauh, bahkan jika kamu membandingkannya dengan upah batas bawah di Jakarta.

Di sisi lain, BPS kota Magelang memang mencatat bahwa garis kemiskinan per Maret 2025 lalu berada di Rp662.129 per kapita per bulan. Yang menandakan bahwa masyarakat berkategori miskin pendapatannya di bawah angka tersebut. 

Tapi, angka ini tidak berarti bahwa yang pendapatannya di atas Rp600 sudah pasti punya hidup layak. Sebab, seseorang yang hidupnya sedikit di atas garis kemiskinan belum tentu hidup dengan tenang.

Untuk tahu berapa angka yang layak maka kita perlu tahu bahwa hidup layak itu punya komponen yang harus dipenuhi. Dan di tulisan sebelumnya, tentang gaji Jakarta, sudah saya jelaskan apa saja komponennya. 

Iklan

Garis besarnya ada biaya untuk bertahan hidup, biaya untuk stabilitas, biaya untuk keamanan, dan biaya tambahan lainnya. Kalau mengacu pada indeks kebutuhan hidup ada 11 komponen pengeluarannya.

Batas bawah

Apabila membedahnya dalam konteks hidup di Magelang, angka Rp3 juta jadi ambang batas bawah untuk seseorang bisa hidup layak. Angka ini nggak asal asbun, ya, bukan pula perbandingan serampangan dengan Jakarta. Ini berdasarkan komponen perhitungan yang tiap angkanya hasil dari observasi saya ke beberapa kawan di Magelang dan referensi dari situs resmi soal biaya-biaya tersebut.

Mulai dari kos layak dan nyaman Rp600 ribu hingga makan-minum Rp1,2 juta. Lalu, biaya kendaraan Rp250 ribu, pulsa dan internet Rp150 ribu, kebutuhan rumah tangga kecil seperti laundry, sabun, air minum, dan listrik sekitar Rp200 ribu. Untuk kesehatan dan perawatan pribadi, sebesar Rp150 ribu, biaya untuk nongkrong, jajan, Rp150 ribu, dan tabungan atau dana darurat Rp200 ribu.

Nominal pengeluaran tersebut tentu gambaran umum. Sebab, bisa jadi, pos pengeluaran lainnya justru lebih minimalis, misal seperti makan dan minum yang tentu bisa jauh di bawah Rp1 juta kalau kesehariannya nggak makan di tempat mahal. 

Angka tersebut setidaknya bikin seseorang setidak masih bisa menikmati hidup. Minimal berangkat kerja tanpa perlu merasa panik dan stres di jalan seperti jadi setengah gila kayak diJakarta.

Angka Rp3 juta cukup membuat seseorang menikmati hidup tenang di daerah yang peradabannya gak kudet-kudet amat. Suasana kota tetap terasa dan ketenangan pun masih tetap dicapai.

Ambang minimal hidup layak

Selanjutnya, untuk ambang batas atas ada pada kisaran Rp5 jutaan per bulan. Komposisinya tentu meliputi kos yang lebih mewah di atas Rp900 ribu dan makan Rp1,5 juta. Lalu, biaya kendaraan Rp300 ribu, komunikasi dan internet Rp200 ribu, dan kebutuhan rumah tangga Rp250 ribu. 

Untuk kesehatan dan perawatan pribadi, sebesar Rp250 ribu. Kalau untuk makan di luar atau nongkrong ya Rp500 ribu, rekreasi kecil atau pengembangan diri Rp350 ribu, lalu tabungan dan dana darurat Rp750 ribu.

Rp5 juta di Magelang membuat seseorang bisa punya bantalan keuangan yang makin tebal untuk menyiapkan masa depan dengan investasi dan asuransi. Hidup jadi makin tenang, jauh dari kegilaan kota yang rakus bernama Jakarta.

BACA JUGA: Tren “Aneh” Orang Jakarta: Nyicil iPhone Bukan karena Butuh, Alasannya Susah Dipahami Orang Miskin

Nyaman bagi kamu yang nggak betah lagi di Jakarta

Di titik ini, sudah jelas tergambar Magelang adalah pilihan kota yang sangat nyaman. Sangat nyaman buat kamu yang nggak lagi merasa betah di Jakarta.

Magelang hadir dengan kombinasi hidup yang sejuk dan tentram ala-ala daerah slow living, tapi tetap memberikan jaminan pada fasilitas dasar dengan nuansa kotanya yang tetap maju secara peradaban. 

Biaya mobilitas yang rendah karena kotanya yang kecil dan nggak padat, kestabilan emosi yang terjaga karena tidak rentan dengan interaksi yang memicu ketersinggungan, dan ketenangan jiwa yang tercapai karena hidup tidak diburu-buru oleh tekanan pekerjaan dan kehidupan sosial ala-ala perkotaan yang glamor dan hedon.

Ya memang kita harus mengakui kalau angka Rp5 juta atau bahkan Rp3 juta di Magelang bukanlah pendapatan semua warganya. Karena melihat UMK-nya sendiri hanya kisaran Rp2,4 juta, maka dua angka di atas adalah batas atas untuk mencapai hidup yang layak. Artinya, ini bukan berarti bahwa semua orang di Magelang punya gaji segitu.

Argumennya adalah, kalau ada orang yang punya pendapatan di antara Rp3 jutaan sampai Rp5 jutaan di Magelang, daya hidupnya kemungkinan jauh lebih layak, sehat, dan sejahtera dibandingkan orang yang bergaji Rp8 juta atau Rp12 juta di Jakarta.

Jakarta menawarkan peluang dan gengsi, tapi ongkos sosial, mental, dan materi membuat gaji jadi terasa hambar. Di sisis lain, Magelang mungkin tidak menawarkan peluang sebesar Jakarta, tapi mampu memberikan satu kesempatan untuk hidup tanpa rasa letih dan penat hanya untuk bertahan dan tetap waras.

Jadi, kalau mau menyimpulkan, gaji Rp3 juta di Magelang adalah batas bawah untuk hidup layak. Sementara Rp5 juta adalah batas paling ideal dan aman.

Setelah beberapa kali ke Magelang, menikmati kota, makanan, dan suasananya, saya jadi makin merasa bahwa boleh jadi Jakarta memang kota yang rakus sehingga memakan habis kehidupan seseorang. Dan Magelang hadir untuk jadi pilihan paling manusiawi untuk menetap dan tetap waras.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta dan analisis gaji lainnya di rubrik CUAN.

Terakhir diperbarui pada 16 April 2026 oleh

Tags: gajigaji idealgaji jakartagaji jakarta 12 jutagaji jakarta 8 jutagaji magelanggaji magelang 3 jutagaji magelang 5 jutajakartamagelangumk jakartaumk magelang
Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

Artikel Terkait

Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co
Urban

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang jadi momentum bagi sebuah keluarga Buddha asal Temanggung untuk meluruhkan ego diri MOJOK.CO
Eksplor

Waisak di Borobudur untuk Meluruhkan Ego Diri, Menerima Kesadaran atas Renungan “Hidup untuk Apa di Dunia Fana?”

31 Mei 2026
Arca Unfinished Buddha yang ada di Candi Borobudur. MOJOK.CO
Kilas

Ketika Patung “Cacat” Buddha di Lapangan Kenari Borobudur Justru Jadi Pusat Spiritual dan Magnet Doa Saat Waisak

27 Mei 2026
Kompetisi Campus League 2026 - Basketball Regional Bandung Season 1 menjadi saksi terjalinnya kerja sama antara Campus League dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang bertujuan untuk membangun ekosistem olahraga jangka panjang dan pembentukan karakter mahasiswa MOJOK.CO
Kilas

Campus League Basketball Season 1 Regional Jakarta: Jadi Ajang Pembuktian Diri di Level yang Berbeda

25 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki Satria Pro: Motor Aneh yang Meleburkan Cinta dan Benci MOJOK.CO

Suzuki Satria Pro: Motor Aneh yang Meleburkan Batas antara Cinta dan Benci

11 Juni 2026
Tingkatkan literasi dengan baca buku. MOJOK.CO

Cerita Sebuah Keluarga Membangun Kebiasaan Membaca Saat Orang Lain Berubah Menjadi “Phubbing”

11 Juni 2026
Pola asuh ibu yang kuatkan anak tunggal sekaligus anak perempuan satu-satunya. MOJOK.CO

Meski Ditempa Sakit Kronis hingga Ditolak 500 Lamaran Kerja, Ibu Tak Pernah Ajarkan Saya untuk Menyerah

12 Juni 2026
pahlawan pertama di uang rupiah mojok.co

Rupiah Melemah Bikin Kelas Menengah Makin Susah: Gaji Tak Kemana-mana, tapi Biaya Hidup Terus Melonjak

11 Juni 2026
Sunflower Angel di Candi Prambanan saat pagi. MOJOK.CO

Simbol Perjalanan Cinta Sepasang Kekasih asal Jakarta-Jogja dalam Karya Seni “Sunflower Angel” di Candi Prambanan

11 Juni 2026
kambing yang tergencet dan gagal dalam upaya perlindungan hewan. MOJOK.CO

Ekspor Hewan Ternak Jarak Jauh Sama dengan Menyiksa Hewan Secara Perlahan hingga Mati

15 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.