Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Tren “Aneh” Orang Jakarta: Nyicil iPhone Bukan karena Butuh, Alasannya Susah Dipahami Orang Miskin

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
14 April 2026
A A
Orang Jakarta pilih bayar iPhone dengan cicilan

Ilustrasi - Orang Jakarta pilih bayar iPhone dengan cicilan (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Cicilan kerap diasosiasikan dengan tidak adanya kemampuan untuk membayar lunas secara langsung, sehingga harus membayar berangsur-angsur. Namun, lain hal dengan tren saat ini yang telah bergeser. Salah satu contohnya dibuktikan oleh pekerja Jakarta yang memilih untuk mencicil iPhone, padahal sanggup membayarnya tunai.

Sudah ada uang tunai, tapi memilih cicilan ketika sampai toko iPhone

Cerita ini datang dari Bri (23). Pekerja Jakarta ini bercerita, dia sudah memiliki cukup uang untuk langsung membeli iPhone saat itu.

Iklan

Dengan kemampuan finansial yang sudah disiapkan, Bri datang ke salah satu toko yang menjual iPhone di bilangan Jakarta. Ia memutuskan untuk membeli seri iPhone keluaran terbaru, yakni iPhone 17, dengan pembayaran tunai.

Setidaknya, sebelum ia berbincang dengan salah satu staf toko tersebut. Sebab setelahnya, ia mengaku berubah pikiran.

Pembayaran tunai berganti menjadi cicilan.

Alasannya, kata dia, adalah promosi dari salah satu pemberi kredit untuk cicilan produk iPhone yang menarik. Salah satu sales toko tersebut rupanya menawari Bri untuk membayar cicilan dengan tenor 12 bulan sebab tidak dikenai bunga sama sekali, atau dikatakan bunga 0 persen.

Menurutnya, penawaran ini lebih baik daripada membayarkan sekaligus seluruh uangnya untuk pembelian. “Kebetulan waktu saya datang ke toko untuk transaksi, salesnya memberi tahu saya bahwa ada promo dari salah satu pemberi kredit yang memberikan bunga 0 persen jika tenor yang digunakan adalah 12 bulan atau 1 tahun,” kata dia kepada Mojok, Senin (13/4/2026).

Bri mengubah rencana metode pembayarannya saat itu juga. Ia beralih memilih kredit alih-alih tunai, sekalipun telah memiliki uang cukup untuk langsung membayar.

Gali lubang tutup lubang dengan investasi uang, tapi bayar cicilan dengan uang bulanan

Setelah memutuskan untuk mengambil cicilan, Bri mengaku tidak menyesal. Justru, ia merasa menyesal karena selalu membayar tunai dalam pembelian barang yang dibanderol dengan harga cukup mahal, seperti iPhone ini sebelumnya.

Pekerja Jakarta ini mengatakan, cicilan memberikannya kesempatan untuk menyimpan uang dalam nominal besar yang telah disiapkan. Ia merasa lebih aman ketika mengeluarkan uang secara bertahap dibandingkan langsung pada satu waktu.

Bri menjelaskan, uang yang telah disiapkan ia simpan kembali ke dalam bentuk investasi, yakni obligasi. Sementara itu, uang untuk membayar cicilan akan diambil dari gaji bulanan. 

“Setelah saya pikir-pikir dan kalkulasi ternyata lumayan oke di saya. Jadi, uang yang tadi bisa saya investasikan, dan untuk pembayaran cicilan masih aman jika menggunakan monthly income,” kata dia.

Meski terkesan gali lubang tutup lubang, strategi ini dipilih untuk keuntungan jangka panjang. Bri mengatakan, cicilan dengan bunga 0 persen membuat dirinya hanya harus membayarkan biaya admin sebesar Rp140 ribu setahun. Sementara itu, uang sebesar Rp17 juta yang semulanya untuk pembelian iPhone 17 dapat ditambahkan ke obligasi yang menjanjikan imbal hasil atau bunga tetap sebesar 6 persen per tahun. Artinya, ia memungkinkan untuk mendapat keuntungan kotor sebesar Rp1.020.000 per tahun dengan mengalihkan dana pembayaran.

Keputusan mengambil cicilan juga membantu Bri untuk menyisihkan uangnya lebih baik atau menabung. Ia mengaku belum begitu baik dalam menabung sehingga pengalihan dana dengan membayar cicil alih-alih tunai ini menjadi kesempatan baginya.

Iklan

“Kalau di saya, saya sendiri soalnya agak kurang teratur kalau menabung,” kata dia

“Sedangkan kalau cicilan kan harus dibayar langsung pas gajian jadi semacam ada dorongan kewajiban supaya rajin bayar,” kata dia menambahkan.

Baca halaman selanjutnya…

Tren absurd orang kaya Jakarta, lebih baik mencicil daripada membayar tunai

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 15 April 2026 oleh

Tags: beli iPhonebeli iPhone tunaicicilan iPhoneharga iPhoneInvestasiiPhoneorang jakartapekerja jakartapromo beli iPhonetabungan
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Bagi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Dahlan Iskan, iklim investasi di Jateng sangat cocok bagi pengusaha untuk investasi MOJOK.CO
Kilas

Iklim Investasi di Jawa Tengah Menarik Hati, Bikin Puluhan Pengusaha Melirik untuk Kolaborasi

19 Juni 2026
Persiapan Resign di Usia 30 Supaya Tidak Menderita dan Gila MOJOK.CO
Cuan

Kebodohan atau Keberanian: Inilah yang Saya Siapkan ketika Memutuskan Resign Menjelang Usia 30 dan Hidup Sebagai WNI Kelas Menengah Supaya Tidak Berakhir Menderita dan Gila

18 Juni 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co
Urban

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
Anak Jakarta vs Anak Kabupaten.MOJOK.CO
Urban

4 Tahun Merantau di Jakarta Bikin Sadar, “Orang Kabupaten” Jauh Lebih Toksik dari Anak Jaksel: Sialnya, Susah di-Cut Off

19 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

papua.MOJOK.CO

Masyarakat Adat di Tengah Krisis Iklim: Hak-Hak Dijegal Birokrat, Hutan Dibabat demi Konglomerat

15 Juni 2026
Hujan Bulan Juni untuk Samadi: Es Krim yang Mencair di tengah Aksi Rakyat Memanggil dan Kenaikan Harga yang Bikin Ngelu MOJOK.CO

Hujan Bulan Juni untuk Samadi: Es Krim yang Mencair di Tengah Aksi Rakyat Memanggil dan Kenaikan Harga yang Bikin Ngelu

14 Juni 2026
Ableisme parodikan difabel di medsos. MOJOK.CO

Ableisme: Saat Konten “Plenger” di Medsos Mengantarkan Tawa Penonton tapi Dibayar dengan Trauma dan Depresi Teman Difabel

18 Juni 2026
Parenting ala orang tua desa sering ngawur di mata orang tua Gen Z MOJOK.CO

Salah Kaprah Parenting Ala Orang Tua Desa di Mata Ortu Gen Z: Malah Hambat Tumbuh Kembang Bayi, Cium Sana-Sini Tanpa Tahu Konsekuensi

16 Juni 2026
"Bunyikan Klakson Kalau Kalian Resah sama Pemerintah" - Massa Aksi di Gejayan Soroti Harga BBM hingga Pelemahan Rupiah.MOJOK.CO

‘Bunyikan Klakson Kalau Kalian Resah sama Pemerintah’ – Massa Aksi di Gejayan Soroti Harga BBM hingga Pelemahan Rupiah

13 Juni 2026
penyakit, cuci darah.MOJOK.CO

‘Gaji Habis buat Cuci Darah’ – Yang Perlu Kamu Ketahui soal “Tren” Penyakit Lansia yang Menyerang Generasi Muda

19 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.