Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Kerja Mati-matian di Australia, Tabungan Sampai Setengah Miliar tapi Nggak Bisa Dinikmati dan Terpaksa Pulang usai Kena Mental

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
4 Mei 2026
A A
WHV di Australia ternyata berat. MOJOK.CO

ilustrasi - Firli Khoirul, peserta WHV di Australia.

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tugas Firli di pekerjaan barunya tak jauh berbeda. Ia harus memisahkan buah yang bergerombol sampai tersisa 2-3 buah supaya pohon tersebut tumbuh dengan maksimal. 

Satu bulan berselang, Firli tuntas melaksanakan pekerjaan tersebut seiring dengan sesi penjarangan buah apel yang sudah selesai di musim panas. Setelahnya, ia harus segera mencari pekerjaan lain.

“Karena kalau sudah musim dingin sekitar Mei-Juli, akan sulit untuk mencari kerja terutama di sektor perkebunan. Jika dipaksakan, saya hanya kerja 3-4 hari dalam seminggu sebab tanaman yang ada tidak dapat tumbuh dengan maksimal,” jelasnya.

“Sementara penghasilan saya waktu itu di Australia kurang lebih $30,5 dolar per jam. Akhirnya saya mencari kerja di peternakan sebagai pemerah susu sapi.”

Pajak vs gaji pekerja WHV

5 bulan berselang sebagai pemerah susu sapi, Firli akhirnya naik pangkat. Ia diamanahi sebagai pemimpin yang bertanggung jawab memantau karyawan lain selama 7 hari dalam 2 minggu. Namun, dari waktu ke waktu, Firli merasa kehilangan spark dalam hidupnya.

“Berat badanku turun sampai 7 kilogram, tidak bergizi, wajah berubah seperti tak ada energi untuk menjalani hidup padahal saya bukan tipe orang yang mudah menyerah,” kata Firli.

Segala cara telah Firli lakukan untuk bertahan. Mulai dari mengubah kebiasaannya dengan sarapan sampai membuat daftar lagu yang bisa membuat harinya tetap semangat, tapi upaya itu nihil. 

Sampai kemudian Firli menjumpai realitas pahit. Di awal Januari 2026 kemarin, tabungan dia mencapai lebih dari $45.000 (mata uang Australia). Berdasarkan aturan perpajakan di sana, gaji Firli harus dipotong sebesar 30 persen.

“Sebelumnya saya masih dikenakan pajak potongan sebesar 15 persen. Masalahnya, penghasilan saya sebetulnya masih UMR Australia yakni sekitar $30,5 per jam. Dengan potongan 30 persen, tentu rencana saya jadi berantakan,” kata Firli.

Pulang ke Indonesia dengan harapan baru

Setelah hampir 3 tahun kerja di Australia, Firli berencana mendapatkan sponsor visa dari perusahaannya agar bisa tinggal lebih lama, mengingat WHV miliknya sudah mendekati masa tenggat di November 2026.

Namun, karena aturan pajak tadi, rencana Firli jadi batal. Firli pun akhirnya pulang ke Indonesia demi menjaga kesehatan fisik dan mentalnya. Ia ingin kembali merasakan hidup, dekat dengan keluarga, dan beribadah dengan tenang.

“Sampai saat ini, saya belum memiliki rencana yang matang ketika kembali ke Indonesia. Mungkin saya akan mencoba lagi pekerjaan sebelumnya atau kembali berbisnis, karena saya memang suka berdagang,” jelas Firli.

Ia pun tak merasa cemas jika ibunya heran dengan keputusannya pulang. Waktu menelpon ibunya, beliau justru menangis bahagia karena Firli akhirnya pulang ke rumah. Tak jauh dari keluarga.

“Ibu saya sangat polos. Dia selalu berusaha untuk jujur di segala kondisi, sehingga kalau ngomong terkesan ceplas ceplos ke semua orang. Beliau juga selalu mengingatkan saya untuk ibadah, walaupun sampai sekarang saya masih bandel,” kelakarnya. 

Iklan

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Pengalaman Pertama Orang Indonesia Pindah ke Bordertown, Malah bikin Syok karena Melbourne Lebih Menjanjikan dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 4 Mei 2026 oleh

Tags: Australiakerja di australiakerja di LNSDUWHVsyarat WHVWHVWNI
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Syifa, WNI yang kuliah di Jagiellonian University, Krakow, Polandia, Eropa. MOJOK.CO
Sosok

Nekat Daftar Beasiswa Luar Negeri ke Kampus “Kurang Terkenal”, Kini Bisa Keliling Eropa dengan Gaji yang Bikin Sumringah

8 Juni 2026
5 tahun pakai WHV di Australia, kena mental. MOJOK.CO
Sosok

Sisi Gelap Kerja di Australia Tak Seindah Konten Medsos, Sadar bahwa Bahagia Tak Melulu soal Gaji Ratusan Juta

2 Mei 2026
Lulusan S2 Jepang nggak mau jadi dosen, pilih kerja di Australia. MOJOK.CO
Sekolahan

Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

29 April 2026
Ezra, alumnus UGM umur 25 tahun, yang lanjut kuliah S2 dan ikut ekspedisi ke Antartika, nggak peduli quarter-life crisis
Sekolahan

Umur 25 Tahun Nggak “Level” dengan Quarter-Life Crisis, Alumnus UGM Kuliah S2 di Australia dan Ekspedisi Ilmiah di Antartika

17 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hujan Bulan Juni untuk Samadi: Es Krim yang Mencair di tengah Aksi Rakyat Memanggil dan Kenaikan Harga yang Bikin Ngelu MOJOK.CO

Hujan Bulan Juni untuk Samadi: Es Krim yang Mencair di Tengah Aksi Rakyat Memanggil dan Kenaikan Harga yang Bikin Ngelu

14 Juni 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terima penghargaan karena pembinaan UMKM dan ekonomi kreatif di Jateng MOJOK.CO

Pengakuan “Tokoh Penggerak” di Balik Ribuan UMKM dan Ekonomi Kreatif Jateng yang Tumbuh Pesat

12 Juni 2026
Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia MOJOK.CO

Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia

8 Juni 2026
Syifa, WNI yang kuliah di Jagiellonian University, Krakow, Polandia, Eropa. MOJOK.CO

Nekat Daftar Beasiswa Luar Negeri ke Kampus “Kurang Terkenal”, Kini Bisa Keliling Eropa dengan Gaji yang Bikin Sumringah

8 Juni 2026
Jawa Tengah dan Bappenas bersinergi dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Pantura dan Pansela MOJOK.CO

Pembangunan Infrastruktur Pantura dan Pansela Jadi Prioritas karena Jateng Punya Banyak Potensi Ekonomi

9 Juni 2026
"Bunyikan Klakson Kalau Kalian Resah sama Pemerintah" - Massa Aksi di Gejayan Soroti Harga BBM hingga Pelemahan Rupiah.MOJOK.CO

‘Bunyikan Klakson Kalau Kalian Resah sama Pemerintah’ – Massa Aksi di Gejayan Soroti Harga BBM hingga Pelemahan Rupiah

13 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.