Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Seni

Mimpi Nyata Band Eskul SMA Asal Solo “Traffic Jam” ke Panggung Besar Musik Ibu Kota

Melvinda Eliana oleh Melvinda Eliana
21 September 2025
A A
Traffic Jam, band asal Solo menuju panggung besar Pestapora. MOJOK.CO

Traffic Jam, band asal Solo yang mampu menggemparkan panggung Pestapora. (Sumber: Dok. Pribadi/Traffic Jam).

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Traffic Jam berhasil membuktikan bahwa band asal Solo tak kalah dengan band-band yang berasal dari kota besar. Berkat jerih payah dan pesan musik yang dalam, band duta galau anak muda tersebut mampu menggemparkan panggung Pestapora walaupun perjalanannya penuh liku.

***

Iklan

Meski bentang jarak asmara pisahkan jarak tubuh kita, aku dan dirimu akan tetap bersatu~

Penggalan senandung dari Traffic Jam dan Man Osman yang dirilis Juni 2025 lalu itu berhasil memikat hati pendengar, bahkan saat ini tengah populer di Tiktok. Lagu berjudul “Bentang Jarak Asmara” itu turut mengiringi perjalanan Traffic Jam sebagai band asal Kota Solo menuju Panggung Pestapora 2025.

Adapun Pestapora kali ini jadi panggung festival pertama di Jakarta bagi Traffic Jam. Antusias para personil terlihat dari unggahan Instagram mereka pada Kamis (4/9/2025). Wajah ceria para personil yang duduk di mobil berplat nomor AD seolah menjadi tanda keberangkatan mereka menuju mimpi yang telah dinanti.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Traffic Jam (@trafficjammusic)

Perjalanan Traffic Jam berawal dari band ekstrakurikuler SMA di tahun 2020. Kemudian di bulan Juni 2025 lalu, mereka mengikuti audisi online Authenticity Soundroom.

Pada tahap audisi itu, mereka melawan ratusan band lainnya untuk kemudian dipilih dari top 100, top 15, hingga top 3. Barulah setelahnya, mereka tampil perdana di Jakarta dan sukses menjadi salah satu band terbaik yang berkesempatan manggung di Pestapora 2025.

Rasanya seperti mimpi bagi Traffic Jam buat manggung di Pestapora

Rovega, keyboardist Traffic Jam mengaku tidak menyangka akan sampai di Panggung Pestapora dalam wawancara dengan Mojok (18/09/2025). Namun, panggung festival Jakarta rupanya sudah menjadi target bagi personil Traffic Jam sejak lama. 

“Pada akhirnya harus nyangka sih, kami emang bermimpi untuk bisa tampil di panggung-panggung festival Jakarta,” ucapnya.

Berbagai halang rintang serta persiapan dilewati. Terlebih, banyak hal yang mesti dipersiapkan dengan kesibukan audisi dalam jangka waktu dua bulan kurang. Mulai dari persiapan mental hingga teknis, seperti persiapan alat-alat band.

“Kami perlu siapin hardcase untuk alat-alat, belum perkara kostum untuk photoshoot dan saat tampil di panggung. Biasanya, kami bisa cuma pakai kemeja, tapi untuk Pestapora harus spesial,” ungkap Billy, bassist​​ Traffic Jam.

Iklan

Waktu kilat bikin persiapan bukan cuma cepat tapi juga cermat

Persiapan Pestapora dalam waktu singkat memang terkesan mudah, tetapi rupanya cukup kompleks buat Traffic Jam. Untungnya, mereka memiliki tim untuk mempermudah kerja-kerja teknis, yakni tim “Human Trafficking”. Namanya cukup unik, tetapi merepresentasikan jiwa muda personil mereka yang ceria sekaligus iseng. 

Berkat tim Human Trafficking, proses persiapan mereka jadi lebih lancar dan seru. Kendati begitu, vokalis mereka, Anisa dan Bintang mengaku masih harus melewati ragam halangan. Sesederhana berdebat untuk menyatukan suara. Bagi mereka, masalah itu cukup signifikan dan tak dapat dihindari. 

Band asal Solo. MOJOK.CO
Traffic Jam, band asal Solo menuju Pestapora. (Sumber: Dok. Pribadi/Traffic Jam).

“Ya namanya ada banyak otak, untuk menyatukan semuanya itu kan enggak mudah. Ada fasenya jadi debat, bahkan berantem,” ujar Anisa.

Mereka sepakat halangan semacam itu merupakan hal yang wajar. Menurut Anisa tantangan itu sepadan guna menyambut hiruk-pikuknya Pestapora nanti. Rasa lelah dan sedih, kata dia, terbayarkan dengan suksesnya Traffic Jam tampil di salah satu panggung besar Jakarta. 

Sedikit berbeda dengan Anisa, Bintang justru menyoroti rasa senangnya dapat bertemu musisi-musisi lainnya.

“Anggap aja capeknya kebayar jadi bisa ketemu musisi favorit sejak masih kecil,” kelakar Bintang.

“Ibukota” jadi single baru Traffic Jam pada Oktober 2025

Mimpi Traffic Jam tak berhenti di panggung Pestapora, selanjutnya mereka hendak merilis lagu baru berjudul “Ibukota” pada 3 Oktober 2025 mendatang. Nantinya, lagu ini akan menjadi rangkaian dari album baru mereka.

Bagi pendengar yang sudah mengikuti Pestapora kemarin tentu tak asing dengan lagunya, sebab mereka sempat membawakan lagu tersebut. Dengan begitu, pendengar akan makin penasaran.

Billy sebagai bassist mengaku “Ibukota” jadi salah satu lagu favoritnya sebab liriknya terasa relate dengan kehidupan anak muda, termasuk dirinya. Misalnya, saat mereka memutuskan merantau dan meninggalkan kawan-kawan lama.

“Kurasa liriknya cukup banyak dialami orang, kadang ngerasa sedih ketika ditinggalin teman ke luar kota, tapi kita masih di sini (kota asal) sendirian, cukup ngena di aku,” ujar Billy. 

Lagu “Ibukota” tersebut memang digadang sebagai motivasi menyoal quarter life crisis yang menurut mereka tengah banyak dialami oleh generasi Z. Adapun, lagu ini juga terinspirasi dari pengalaman pribadi para personil.

“Ini lagu buat teman-teman yang masih bingung habis ini ngapain. Memang cukup personal karena kami semua baru lulus kuliah tahun lalu, terus lihat banyak teman yang sudah realistis, berkarier, bahkan sukses di kota-kota besar, seperti Jakarta,” jelas para personil Traffic Jam.

Tak lupa dengan kota asal, Solo

Lewat single terbaru, Traffic Jam berharap lagunya dapat menjadi motivasi dan kawan bagi para pendengar, termasuk fans mereka yakni Traffic Fam. Tanpa bermaksud muluk-muluk, mereka yakin tiap lagunya akan menemui pasang telinganya masing-masing. 

Band Solo dengan genre Pop R&B itu juga menaruh mimpi agar lagu-lagunya dapat membawa nama Traffic Jam semakin dikenal luas. Satu hal pasti, mereka memiliki komitmen untuk tetap membawa nama Solo sebagai kota asal bandnya.

“Semoga Solo bisa jadi pendengar teratas Traffic Jam di berbagai platform musik, kami ingin Solo pula merasa bangga punya Traffic Jam,” pungkas Rovega.

Tulisan ini diproduksi oleh mahasiswa program Sekolah Vokasi Mojok periode Juli-Septmber 2025. 

Penulis: Melvinda Eliana

Editor: Aisyah Amira Wakang

BACA JUGA: Traffic Jam, Duta Galau Gen Z Solo yang Merapalkan Mantra Kegalauan dengan Nada Kegembiraan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 21 September 2025 oleh

Tags: band anak mudajakartakonser 2025lagu ibukotapestaporasingle barusoloTraffic Jam
Melvinda Eliana

Melvinda Eliana

Artikel Terkait

Nasib desainer grafis di desa kabupaten: jasa desain logi dianggap gratisan, pindah Jakarta kaget ternyata cuannya menjanjikan MOJOK.CO
Sehari-hari

Jasa Desain Logo di Desa Kabupaten Dianggap Sepele hingga Jadi Gratisan, Pindah Jakarta Kaget 1 Logo Cuannya Menjanjikan

23 Juni 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co
Urban

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
makan mie ayam di Solo. MOJOK.CO
Liputan

Curiga dengan Pedagang Mie Ayam di Dekat Rutan Solo, Beli Seporsi tapi Tak Diminta Bayar. Eh, Ternyata Intel Lagi Nyamar

28 Mei 2026
Kompetisi Campus League 2026 - Basketball Regional Bandung Season 1 menjadi saksi terjalinnya kerja sama antara Campus League dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang bertujuan untuk membangun ekosistem olahraga jangka panjang dan pembentukan karakter mahasiswa MOJOK.CO
Kilas

Campus League Basketball Season 1 Regional Jakarta: Jadi Ajang Pembuktian Diri di Level yang Berbeda

25 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal MOJOK.CO

Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal

24 Juni 2026
Nasib desainer grafis di desa kabupaten: jasa desain logi dianggap gratisan, pindah Jakarta kaget ternyata cuannya menjanjikan MOJOK.CO

Jasa Desain Logo di Desa Kabupaten Dianggap Sepele hingga Jadi Gratisan, Pindah Jakarta Kaget 1 Logo Cuannya Menjanjikan

23 Juni 2026
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) meraih penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Program E-Learning Aparatur Negara (ASN) Berintegritas MOJOK.CO

ASN Jateng Dididik agar Tidak Berperilaku Menyimpang untuk Jaga Marwah Instansi, KPK Beri Penghargaan

18 Juni 2026
penyakit, cuci darah.MOJOK.CO

‘Gaji Habis buat Cuci Darah’ – Yang Perlu Kamu Ketahui soal “Tren” Penyakit Lansia yang Menyerang Generasi Muda

19 Juni 2026
Gen Z, membaca, buku.MOJOK.CO

Gen Z di Indonesia, Generasi Paling Aktif Membaca tetapi Paling Tak “Terliterasi”

24 Juni 2026
Mahasiswa penerima KIP-K Unair korupsi iuran AUBMO. MOJOK.CO

Kasus Mahasiswa KIP-K Unair Korupsi Rp103 Juta: Dari Salah Transfer, Terlilit Pinjol, hingga Janji Mengganti dengan Jaminan Sertifikat Rumah

20 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.