Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
6 April 2026
A A
Kuliah soshum di PTN merasa gagal karena tak jadi wong untuk orang tua

Ilustrasi - Lulusan soshum PTN merasa gagal (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Arum (bukan nama sebenarnya) (23) adalah lulusan salah satu PTN terbaik di Indonesia. Ia lulus kuliah dari salah satu program studi di rumpun sosial humaniora (soshum) dan berhasil menyandang gelar cum laude. Dalam bayangannya, Arum seharusnya mendapatkan pekerjaan stabil yang membuatnya merasa sukses menjadi “orang” untuk membanggakan orang tua, tapi kenyataan justru berkata sebaliknya.

***

Kurang lebih satu tahun yang lalu, Arum lulus kuliah dari PTN yang menyandang gelar tiga terbaik di Indonesia. Tidak lama setelah itu, ia langsung mendapatkan tawaran pekerjaan dari salah seorang relasinya.

Tanpa berpikir panjang, Arum menerima tawaran tersebut.

Setelah hampir satu tahun bekerja, perempuan ini mulai menyesali keputusannya. Ia menyadari, mungkin bukan hanya keputusan itu yang membuatnya merasa sesak, tetapi fakta bahwa hidupnya belum terasa membanggakan sebagai lulusan kampus terbaik, serta sebagai anak bagi kedua orang tuanya.

Pekerjaan tak penuhi ekspektasi, meski lulus dari PTN top 3

Berbagai keresahan mulai menggeluti diri Arum. Ia mulai mempertanyakan dirinya sendiri, bahkan pekerjaannya yang tidak membuatnya merasa sebagai wong sukses setelah lulus kuliah.

“Aku sering bertanya, ‘aku nih kerja nggak sih?,” kata Arum kepada Mojok, Minggu (5/4/2026).

Meski memiliki pekerjaan tetap, Arum tidak merasa sepenuhnya terjamin. Ia bekerja dari Senin sampai Jumat, tidak dapat diganggu selama jam kerja mulai dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB, tetapi tidak merasakan perubahan dari kehidupannya. 

Soal gaji, Arum bahkan masih menerima kiriman dari orang tuanya. Mulai dari biaya kos per bulan hingga uang saku, masih Arum dapatkan. 

Sebagian orang akan mengatakan, gaji Arum utuh untuk dirinya. Padahal kenyataannya, gaji yang diterima Arum tak seberapa dibandingkan seluruh tenaga dan pikiran yang dikerahkannya untuk pekerjaan yang juga tidak terlalu membanggakan untuk dirinya.

Sebuah riset yang dilakukan LPEM FEB UI menyatakan, sekitar 14 juta pekerja di Indonesia masih menerima upah di bawah Upah Minimum Provinsi dan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK). Sebagian besar dari mereka adalah lulusan sarjana.

Persoalan gaji ini selanjutnya merembet pada permasalahan lain yang lebih besar, yakni rasa gagal Arum setelah lulus kuliah.

“Gajiku nggak nutup apa-apa, tapi ini cuma sebagian kecil,” kata dia.

Merasa menjadi investasi “bodong” bagi orang tua

Bagi Arum, gaji menjadi gambaran kecil permasalahan yang sedang dihadapinya. Entah pekerjaannya yang memang tidak layak untuk dilakukan, atau dirinya yang belum bisa mengelola keuangan dengan benar. 

Iklan

Namun masalahnya, alasan manapun yang mendasarinya sama-sama membuat dirinya merasa belum berhasil sampai dengan lebih dari dua puluh tahun hidupnya. 

Orang tua yang sudah membiayainya sedari kecil masih harus menanggung beban kehidupan Arum yang seharusnya sudah bisa berdiri di atas kaki sendiri, sebagaimana orang-orang mengatakan kalau mereka yang sudah lulus dari kuliah sudah seharusnya bisa lepas dari tanggungan orang tua. 

Sayangnya, Arum belum bisa.

Arum juga merasa orang tuanya telah berinvestasi bodong kepadanya, kalau mengingat adanya pandangan anak sebagai investasi orang tua. 

“Lebih ke, aku ini semua udah difasilitasin, tapi ibarat kalau bikin bisnis nggak balik modal,” kata dia. 

“Padahal, aku bukan pemberi modal juga,” kata dia menambahkan.

Perasaan belum berhasil membuat Arum bertanya-tanya kapan waktunya tiba untuknya merasakan kebanggaan, serta menjadi seseorang yang bisa membanggakan bagi kedua orang tuanya. 

Sebab, dirinya mengaku telah mencoba keluar dari pekerjaan, serta menemukan kesempatan lain yang lebih baik, tetapi malah belum menemukan tanda-tanda keberhasilan.

“Katanya, orang gagal itu yang berhenti nyoba, tapi mau sampai kapan?” katanya.

Baca halaman selanjutnya…

Muak gagal dan dipandang sebelah mata karena bukan lulusan STEM

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 6 April 2026 oleh

Tags: alumni soshum sulit kerjaanak muda pekerjabeban orang tuaBekerjajurusan soshum ptnKuliah di PTNlulusan ptnlulusan soshum ptnPTNsoshumsoshum ptnsosial humaniora
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Mahasiswa UNJ lulus setelah gagal seleksi PTN jalur SNBT
Sekolahan

Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan di UNJ Berkat “Antar Jemput” Ayah

19 April 2026
Garap skripsi modal copas karena alasan sibuk di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) dan tak punya duit buat bayar joki. Lulus PTN tepat waktu tapi berakhir kena karma MOJOK.CO
Sekolahan

Skripsi Modal Copas karena Sibuk di Ormek dan Tak Kuat Bayar Joki, Lulus PTN Tanpa Kendala tapi Sengsara Tak Bisa Kerja

13 April 2026
kuliah, kerja, sukses.MOJOK.CO
Sekolahan

Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus

7 April 2026
Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari (Teknik Sipil) di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Lulus malah jadi sopir hingga bikin ibu kecewa MOJOK.CO
Sekolahan

Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

7 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Purwokerto .MOJOK.CO

Purwokerto Tempat Pensiun Terbaik, tapi Bukan untuk Semua Orang: Kamu Butuh 4 Skill Ini Buat “Survive”

18 April 2026
Menormalisasi pakai jasa porter di stasiun kereta api MOJOK.CO

Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa

23 April 2026
Derita guru CLC di Malaysia. MOJOK.CO

Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera

23 April 2026
Lulusan SMK cuma kerja jadi pegawai di SPBU, diremehkan saudara tapi malah jadi tempat ngutang MOJOK.CO

Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang

21 April 2026
Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja MOJOK.CO

Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja

20 April 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami

22 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.