Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
6 April 2026
A A
Kuliah soshum di PTN merasa gagal karena tak jadi wong untuk orang tua

Ilustrasi - Lulusan soshum PTN merasa gagal (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Nyesek jadi lulusan soshum di PTN

Di sisi lain, sebagai lulusan soshum, Arum merasa makin kesal dengan rumpun studinya yang semakin dipinggirkan. Ia merasa, kesempatan kerjanya sudah tipis, kemudian semakin ditiadakan dengan anggapan bahwa hanya satu jurusan di rumpun soshum yang memiliki masa depan.

“Aku lately kesal baca opini orang yang bilang kalau masuk soshum ke ekonomi aja, karena selain jurusan itu kalau nggak punya koneksi, mau buat apa?” kata dia.

Meski demikian, ia tidak memungkiri bahwa anggapan itu masuk akal. Kebijakan seperti beasiswa LPDP yang lebih memfokuskan bidang STEM, melalui peningkatan kuota dari 67 persen hingga 80 persen, membuat Arum semakin geram. Kebijakan ini membuatnya merasa dinomorduakan sebagai lulusan soshum. 

Maka dari itu, ladang pekerjaan untuk lulusan soshum, sekalipun dari PTN, seolah tidak akan menjanjikan seperti lulusan STEM. Khususnya, bagi mereka yang tidak mempunyai koneksi. 

“Masuk akal sih, di negara yang serba STEM ini, se-simple kayak jurusanku, kalau nggak ada koneksi ya mentok-mentok jadi buruh tulis kayak aku sekarang,” kata dia. 

Akhirnya menjadi lebih keras terhadap diri sendiri

Menelan kenyataan pahit kehidupan yang tidak sesuai ekspektasi, Arum menjadi semakin keras terhadap dirinya sendiri. Ia kerap merasa gagal secara tiba-tiba. Misalnya, ketika sedang termenung, bukan tidak mungkin Arum akan terkejut menyadari bahwa dirinya merasa depresi karena karier yang mandek. 

Perasaan-perasaan ini membuat Arum bersikap lebih keras terhadap dirinya. Arum memaksa dirinya sendiri untuk melakukan banyak hal yang dapat mempercepat prosesnya untuk segera berhasil, lepas dari kegagalan yang dirasakannya saat ini.

Namun pada satu titik, ia mengaku, menyadari kalau sudah bersikap terlalu keras.  “Di kehidupan yang aneh ini, jangan terlalu keras sama diri sendiri,” katanya mengingatkan diri sendiri.

Kesadaran ini muncul bersamaan dengan sikap orang tua Arum yang selalu menerimanya dengan tangan terbuka. Mereka yang tidak menganggap Arum sebagai beban, sekalipun masih membutuhkan orang tuanya pada usia dewasa ini. 

“Orang tua aja bisa nerima dirimu, masa kamu nggak?” kata dia.

Saking diterimanya, Arum bilang, dirinya merasa aneh. Ketika ia tidak bisa menerima, bukankah seharusnya orang tuanya juga melakukan hal yang sama? Bukankah perasaan gagal sebagai anak itu, seharusnya juga dimiliki orang tuanya ketika melihatnya sebagai simbol kegagalan mereka?

“Ini yang menurutku unik, aneh, kayak kok mau masih menerima?” tukasnya.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

Iklan

BACA JUGA: Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 6 April 2026 oleh

Tags: alumni soshum sulit kerjaanak muda pekerjabeban orang tuaBekerjajurusan soshum ptnKuliah di PTNlulusan ptnlulusan soshum ptnPTNsoshumsoshum ptnsosial humaniora
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Mahasiswa UNJ lulus setelah gagal seleksi PTN jalur SNBT
Sekolahan

Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan di UNJ Berkat “Antar Jemput” Ayah

19 April 2026
Garap skripsi modal copas karena alasan sibuk di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) dan tak punya duit buat bayar joki. Lulus PTN tepat waktu tapi berakhir kena karma MOJOK.CO
Sekolahan

Skripsi Modal Copas karena Sibuk di Ormek dan Tak Kuat Bayar Joki, Lulus PTN Tanpa Kendala tapi Sengsara Tak Bisa Kerja

13 April 2026
kuliah, kerja, sukses.MOJOK.CO
Sekolahan

Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus

7 April 2026
Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari (Teknik Sipil) di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Lulus malah jadi sopir hingga bikin ibu kecewa MOJOK.CO
Sekolahan

Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

7 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Merasa terkecoh saat kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) gara-gara ulah mahasiswa organisasi ekstra hingga dosen cabul MOJOK.CO

Kuliah di UIN dengan Ekspektasi Tinggi: Berujung “Terkecoh” karena Fakta Tak Sesuai Tampilan Luar dan Menyimpang

7 Mei 2026
Guru PPPK Paruh Waktu, guru honorer, pendidikan.MOJOK.CO

JPPI Kritik Aturan Baru SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026: Nasib 2,3 Juta Guru Non-ASN Terancam di Ujung Tanduk

8 Mei 2026
Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin MOJK.CO

Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin

8 Mei 2026
Kerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel): terlihat elite tapi Work Life Balance sulit MOJOK.CO

Kerja di Kebayoran Baru Jaksel: Cuma Kelihatan Elite tapi Work Life Balance Sulit, Resign Tak Selesaikan Masalah

10 Mei 2026
Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat MOJOK.CO

Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat 

11 Mei 2026
Guru Besar Fakultas Farmasi UGM bidang fitoterapi, Nanang Fakhrudin sebut usaha madu sangat potensial. Tapi ada masalah utama yang rugikan pelaku usaha madu sendiri MOJOK.CO

Usaha Madu Jadi Ceruk Bisnis Potensial, Tapi Salah Praktik Tanpa Sadar Justru Bisa Rugikan Diri Sendiri

12 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.