Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Keterima ITS tapi Tak Diambil demi Nama Besar UGM, Malah Merasa Bodoh karena Gagal SNBP padahal Hanya Seleksi “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tak Pasti Aman

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
1 April 2026
A A
Gagal kuliah di PTN karena tidak lolos SNBP, padahal masih ada jalur SNBT dan UM UGM

Ilustrasi - Mengecek pengumuman hasil SNBP (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) mengeluarkan pengumuman hasil seleksi kemarin sore, pukul 15.00 WIB. Hasilnya ada yang lolos, ada juga yang tidak. Hal yang wajar, tetapi tidak bagi siswa SMA yang sudah mengerahkan segalanya untuk diterima kuliah di PTN seperti UGM melalui jalur yang mengandalkan nilai rapor ini, tidak seperti SNBT dan UM.

***

Kemarin malam, kira-kira pukul 19.00 WIB, saya bertemu seorang teman yang memikul beban hasil SNBP milik adiknya. Maria (22) bercerita kalau pengumuman SNBP adiknya tidak menampilkan warna hijau, serta tulisan selamat.

Adik Maria belum lolos SNBP dengan pilihan kampus di UGM.

Bagi anak SMA, saya bisa membayangkan dunia mereka seakan-akan runtuh dengan kegagalan ini. Namun sebenarnya, saya sangat ingin mengatakan ini kepada Maria dan adiknya, kalau kegagalan lolos SNBP di UGM bukanlah akhir dari segalanya.

Kuliah di PTN juga tidak bisa menjamin masa depan.

Menghabiskan masa SMA untuk persiapan SNBP

Rasa gagal adik Maria, Aria (bukan nama sebenarnya), karena tidak lolos SNBP sangat dapat dipahami. Maria bercerita, sang adik telah mempersiapkan SNBP begitu masuk SMA.

“Dari awal masuk SMA, dia udah bilang, pokoknya SNBP,” kata Maria, Selasa (31/3/2026) malam.

Tekad itu membuat Aria berjuang mati-matian menjaga nilai rapor. Ia tidak pernah mendapat nilai di bawah kriteria ketuntasan minimal. Ia juga mendapatkan posisi sebagai peringkat ke-7 nilai tertinggi dari satu angkatan di salah satu SMA Negeri di Jawa Tengah.

Dengan pencapaian yang telah diusahakan selama tiga tahun masa sekolah itu, Aria merasa dirinya layak lolos SNBP dengan pilihan kampus di UGM. Nilainya dapat dikatakan memenuhi kriteria untuk dapat diterima berkuliah di PTN yang terletak di Jogja itu. 

Sayangnya, pengumuman SNBP berkata sebaliknya. Aria harus menelan kekecewaan berupa kegagalan diterima berkuliah di UGM, melalui jalur SNBP yang sudah dipersiapkannya.

Merasa tertinggal dan hilang arah, padahal dapat golden ticket ITS

Perasaan sedih Aria bertambah ketika mengetahui bahwa teman seangkatan yang menjadi rivalnya mendapatkan hasil baik dari SNBP. Sementara itu, Aria tidak.

“Makin jengkel dia karena teman yang saingannya lolos,” kata Maria bercerita.

Padahal, bicara soal eligible atau tidaknya, Aria sudah optimistis. Ia lebih dulu mendapatkan golden ticket untuk berkuliah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang mempunyai berbagai jurusan yang diidam-idamkan banyak orang. Namun sebagaimana mimpi setiap orang berbeda, Aria tidak tertarik dengan jurusan yang ditawarkan.

Iklan

“Dia dapat golden ticket ITS, tapi mati-matian nggak mau. Kubilang jurusan ini aja juga nggak mau,” ujar sang kakak.

Bukan tanpa alasan perempuan ini tidak mau. Aria merasa jurusan yang ditawarkan di ITS tidak sesuai dengan minatnya, serta tidak yakin bahwa dirinya mampu survive hingga akhir perkuliahan ketika dirinya sendiri tidak terlalu menyukai ilmu eksak.

Selain itu, akibat terlalu habis-habisan dalam mempersiapkan SNBP, Maria menyebut Aria menghadapi tekanan tersendiri. Dia merasa gagal dan tak layak kuliah di PTN karena tidak lolos melalui SNBP, padahal masih ada jalur seleksi lainnya, seperti SNBT dan Ujian Mandiri (UM).

“Dia jadi bete karena nggak lolos,” kata Maria.

“Ditanya mau apa, dianya juga nggak tahu. Nggak bisa diajak ngomong buat SNBT dan UM yang udah mepet,” katanya menambahkan.

Pasalnya, Aria sudah merasa kehabisan tenaga untuk SNBP.

Kegagalan SNBP semakin menyerap seluruh energinya. Tidak ada yang tersisa untuk SNBT maupun UM, ia merasa tidak memiliki jalan lain setelah kegagalan ini—hal yang kerap terjadi ketika menghadapi satu kegagalan dalam hidup. Namun bukan berarti, perasaan Aria tidak valid.

Layanan kesehatan mental di Amerika Serikat mengatakan, merasa sedih setelah mengalami kegagalan adalah perasaan yang muncul karena berbagai faktor. Salah satunya, tekanan untuk berhasil yang dirasakan Aria ketika melihat keberhasilan saingannya. Memproses kenyataan ini sekaligus menghadapi keharusan untuk segera melanjutkan persiapan mengikuti seleksi SNBT dan UM, Aria bukan tidak mungkin merasa kewalahan hingga hilang arah.

Baca halaman selanjutnya…

UGM garis keras tapi belum punya persiapan, padahal PTN tak jamin masa depan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 4 April 2026 oleh

Tags: fakultas hukum ugmKuliah di PTNLolos SNBPlolos snbtmahasiswa ptnpengumuman snbpseleksi mandiri PTNSNBTSNBT-UTBKtips lolos SNBTujian mandiri kuliahUjian Mandiri PTN
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Kos dekat kampus lebih baik bagi mahasiswa
Sekolahan

Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet

29 April 2026
kos dekat kampus, kos murah.MOJOK.CO
Urban

Punya Kos Dekat Kampus Menguras Mental dan Finansial, Gara-Gara Teman Kuliah yang Sering Menginap tapi Tak Tahu Diri

29 April 2026
Mahasiswa S2 PAUD UNJ, WNA Malaysia
Sekolahan

Cerita Mahasiswa Malaysia Nekat Kuliah S2 di UNJ karena Dosen “Unik”, Bahagia Meski Tiap Hari Diceng-cengin

21 April 2026
Mahasiswa UNJ lulus setelah gagal seleksi PTN jalur SNBT
Sekolahan

Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan di UNJ Berkat “Antar Jemput” Ayah

19 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

modus kekerasan seksual.MOJOK.CO

Jejak Digital Kekerasan Seksual Bikin Trauma Anak Berkepanjangan, Pemulihan Korban Tak Cukup Hapus Konten

9 Mei 2026
AstraPay berupaya memperkuat kontribusinya melalui inovasi layanan, edukasi ekosistem, serta pengembangan akses keuangan digital bagi UMKM di tengah pertumbuhan pembayaran atau transaksi digital (QRIS) MOJOK.CO

Membaca Peluang Ekonomi di Tengah Pertumbuhan Transaksi Digital, AstraPay Berkomitmen Bantu Tingkatkan Daya Saing UMKM

9 Mei 2026
Joki UTBK SNBT di Surabaya raup cuan Rp700 juta demi kebutuhan hidup. Kedokteran jadi incaran MOJOK.CO

Joki UTBK SNBT Bisa Raup Rp700 Juta: Buat Kebutuhan Hidup karena Keterbatasan, Cuan Gede dari Jurusan Kedokteran

10 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
Prabowo kasih guru honorer insentif saat HUT RI. MOJOK.CO

JPPI Kritik SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026, Sebut Pemerintah Lebih Peduli Karyawan SPPG daripada Guru Honorer

12 Mei 2026
Tidak memberi utang saat teman pinjam uang selalu dicap jahat dan dijauhi dari pertemanan MOJOK.CO

Pertemanan Memuakkan: Tak Beri Utang Teman Dijauhi dan Dicap Jahat, Berteman Cuma Diperalat Jadi Dana Darurat

8 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.