Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Perjuangan Mutiara Belajar Mandiri dan Andalkan Buku Panduan dari Sang Ayah Penjual Tahu hingga Tembus ITB

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
27 Juli 2026
A A
Anak penjual tahu kuliah di ITB. MOJOK.CO

ilustrasi - seorang anak penjual tahu kuliah di ITB. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mutiara Putri Azzahra tidak pernah menyangka bisa kuliah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB) melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), mengingat kondisi ekonomi keluarganya. 

Belajar mandiri saat teman-temannya ikut bimbel

Alumnus SMA Plus Al-Ghifari Bandung itu awalnya tidak berencana lanjut pendidikan ke perguruan tinggi karena memahami kondisi ekonomi keluarganya.

Iklan

Saptono, ayah Mutiara, sehari-hari keliling menjual tahu bersama sang istri. Jika dihitung-hitung dengan logika, upahnya pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya. Namun, Saptono menepis itu walaupun harus mengkis-mengkis bekerja. 

“Niat awal saya ingin bekerja karena melihat kondisi ekonomi keluarga sepertinya belum memungkinkan untuk kuliah,” ujar Mutiara.

Begitu pula Saptono yang awalnya ragu bisa membiayai anaknya kuliah. Dia bukannya tidak senang. Hanya khawatir soal biaya. Bahkan, ketika melihat anak-anak lain bisa ikut bimbingan belajar sedangkan putrinya tidak, hati Saptono seolah ciut. 

Mutiara. MOJOK.CO
Mutara memakai jaket ITB. (sumber: ITB)

Saban malam, saat keluarganya sudah tertidur lelap, Saptono kerap memperhatikan Mutiara yang masih melek melihat Youtube. Dari sana, Mutiara mulai mencatat materi-materi dan berusaha mencari penjelasan dari soal yang kurang dia mengerti.

Melihat potensi dan kemauan belajar yang besar dari putrinya, Saptono pun merasa getir. Maka, dengan sisa-sisa gajinya yang tak seberapa, Saptono tetap berupaya membelikan Mutiara buku panduan untuk belajar mandiri.

“Itikad dan kemauan Mutiara sangat kuat. Akhirnya, saya membelikannya buku panduan,” ujar Saptono dikutip dari laman resmi ITB, Kamis (23/7/2026).

Doa terpanjang sebelum pengumuman lolos ke ITB

Selain ikhtiar, Saptono juga mengingatkan putri bungsunya itu agar tak lupa berdoa. Maka, menjelang pengumuman seleksi di masa-masa Ramadan, dia mengajak putrinya untuk terus memohon dan memanfaatkan malam-malam terakhir itu dengan sebaik-baiknya.

“Saya mengatakan kepada anak saya, ‘manfaatkan malam lailatulqadar dan mintalah petunjuk kepada Allah karena segala sesuatu terjadi atas kehendak-Nya’,” katanya.

Bapak penjual tahu bertemu rektor ITB. MOJOK.CO
Rektor ITB menyambut Mutiara Putri Azzahra beserta orang tuanya di Wisma Rektor, ITB Kampus Ganesha, Senin (20/7/2026).

Jerih payah Mutiara dan keluarganya pun membuahkan hasil. Kesempatan mulai terbuka ketika Mutiara dinyatakan sebagai siswa yang memenuhi syarat untuk mengikuti SNBP. 

Gurunya mendorong Mutiara agar mencoba mendaftar ke perguruan tinggi dan tidak melewatkan kesempatan tersebut. Mutiara pun berdiskusi dengan sang ayah mengenai bidang pendidikan yang sesuai dengan minatnya. 

Sejak sekolah, Mutiara menyukai ilmu pengetahuan alam, terutama biologi dan kimia. Saptono pun merekomendasikan ITB karena yang sejalan dengan ketertarikan putrinya.

“Saya mencoba mendaftar ke ITB dan alhamdulillah diterima,” katanya.

Iklan

Kabar kelulusan tersebut menjadi kebahagiaan besar bagi keluarga. Mutiara tidak menyangka dapat diterima di FMIPA ITB lewat jalur SNBP. Sebab ketika mendaftar, dia hanya berusaha memberikan yang terbaik sambil menyerahkan hasilnya kepada Tuhan.

Begitu pula dengan Saptono yang tidak mampu mengungkapkan kebahagiaannya.

“Saya hanya dapat mengucapkan syukur, lalu sujud syukur. Sesuatu yang seolah-olah tidak mungkin, ketika Allah menentukan, ternyata dapat terjadi,” ujarnya.

Kebahagiaan tersebut sempat disertai kekhawatiran mengenai biaya pendidikan. Namun, Saptono memilih untuk terus berusaha dan meyakini bahwa akan ada jalan bagi pendidikan putrinya.

Menerima beasiswa untuk kuliah di ITB

Orang tua Mutiara. MOJOK.CO
Mutara memakai jaket ITB. (sumber: ITB)

Agaknya Saptono memang tak perlu khawatir, sebab Mutiara memang dikenal sebagai anak yang rajin. Di sela-sela kesibukannya belajar, Mutiara Mutiara aktif dalam organisasi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di sekolah. 

Sepulang sekolah, dia juga mengajar mengaji secara privat kepada anak-anak di TK. Di samping itu, Mutiara juga mencari-cari informasi soal beasiswa hingga diterima sebagai mahasiswa KIP Kuliah. Bagi Mutiara, dukungan tersebut sangat berarti karena membuatnya dapat lebih fokus belajar tanpa terus memikirkan biaya kuliah. 

Tak hanya soal bantuan pendidikan, Mutiara merasakan dukungan yang besar dari kedua orang tuanya. Meski berada dalam keterbatasan, Saptono dan Suci terus memberikan nasihat, semangat, doa, serta berusaha memenuhi kebutuhan pendidikannya.

Dukungan juga datang dari keluarga besar, guru, teman-teman, dan tetangga yang senantiasa menyemangatinya selama belajar dan mempersiapkan diri memasuki perguruan tinggi.

Target lulus di ITB tepat waktu

Mutiara pun sadar kesempatan berkuliah di ITB tidak terlepas dari pengorbanan kedua orang tuanya. Ia menyampaikan terima kasih kepada keduanya yang terus mendukungnya.

“Terima kasih kepada Ayah dan Ibu yang sudah mendukung saya. Meskipun kami berada dalam keterbatasan secara ekonomi, Ayah dan Ibu terus berjuang,” katanya.

Selama berkuliah di ITB, Mutiara bertekad belajar dengan sungguh-sungguh dan menyelesaikan pendidikannya tepat waktu.

“Insyaallah, saya ingin lulus tepat waktu dan mendapatkan pekerjaan yang baik. Kelak, Ayah dan Ibu tidak perlu lagi memikirkan biaya. Saya ingin membantu dan menanggung kebutuhan keluarga,” tuturnya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Sempat Larang Anak Kuliah di ITB hingga Akhirnya Luluh, Rela Tempuh Jogja-Bandung dengan Bajaj sebagai Penyemangat atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 27 Juli 2026 oleh

Tags: beasiswa kuliahbelajar mandiriFMIPAITBketerbatasan ekonomikip kuliahkuliah di ITBSNBP
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Andromeda dan bajaj. MOJOK.CO
Sekolahan

Sempat Larang Anak Kuliah di ITB hingga Akhirnya Luluh, Rela Tempuh Jogja-Bandung dengan Bajaj sebagai Penyemangat

24 Juli 2026
Mahasiswa Unair kuliah di Polandia, Eropa dengan beasiswa pertukaran pelajar dari Erasmus. MOJOK.CO
Sekolahan

Jalan-jalan ke 6 Negara di Eropa dengan Beasiswa Erasmus, Mahasiswa Unair Ini Dapat Pembelajaran Berharga dari Sekadar Belajar Musik

24 Juni 2026
Bisa kuliah di ITB berkat beasiswa ojol. MOJOK.CO
Eksplor

Menangis di Hadapan Bapak yang Sehari-hari Ngojol agar Diizinkan Kuliah di ITB, Gadis Malah Dapat Beasiswa dari Pekerjaan Sang Ayah

24 Juni 2026
Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha MOJOK.CO
Sekolahan

Sisihkan Uang Beasiswa KIP Kuliah buat Modal Usaha, Kuliah Sambil Topang Ekonomi Keluarga hingga bikin Ibu Bangga

2 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perilaku meresahkan pengunjung di Indomaret Point Coffee MOJOK.CO

Ngopi Enak di Indomaret Point Coffee Jadi Terganggu karena Perilaku Pengunjung yang Meresahkan tapi Tak Sadar Diri

24 Juli 2026
Andromeda dan bajaj. MOJOK.CO

Sempat Larang Anak Kuliah di ITB hingga Akhirnya Luluh, Rela Tempuh Jogja-Bandung dengan Bajaj sebagai Penyemangat

24 Juli 2026
Koperasi di Yogyakarta. MOJOK.CO

Hari Koperasi Nasional ke-79 di DIY: Sudah Saatnya Koperasi sebagai Sakaguru Perekonomian Nasional Nggak Lagi Gaptek

23 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO

Memilih Sekolah Mahal demi Selamatkan Pergaulan Anak di Desa, Malah Dicap “Sok Kaya” dan Egois oleh Tetangga

27 Juli 2026
Lulusan s2, susahnya legalisir ijazah setelah wisuda.MOJOK.CO

Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga

23 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.