Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Ngopi Enak di Indomaret Point Coffee Jadi Terganggu karena Perilaku Pengunjung yang Meresahkan tapi Tak Sadar Diri

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
24 Juli 2026
A A
Perilaku meresahkan pengunjung di Indomaret Point Coffee MOJOK.CO

Ilustrasi - Perilaku meresahkan pengunjung di Indomaret Point Coffee. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Meski tidak sering-sering amat, sesekali Vitri (22) dan Pranata (26) mampir ke Indomaret Point Coffee: memesan kopi, lalu duduk sejenak di kursi bagian depan untuk merayakan hal-hal kecil. Bagi Pranata, “Kalau kehidupan terasa lebih pahit, salah satu obatnya ya ngopi enak.” 

Hanya saja, enaknya kopi di Indomaret Point Coffee tidak bisa serta-merta dinikmati dengan jenak. Pasalnya, mereka mengaku kerap bertemu pengunjung dengan perilaku sangat meresahkan. 

Sampah becek dan lengket di meja Indomaret Point Coffee

Beberapa kali di jam 21.00, Vitri, mahasiswi di sebuah PTN Jogja menyendiri ke Indomaret Point Coffee. Kadang karena alasan sumpek, tidak jarang pula karena bahagia dan ingin self reward. 

Usai pesanan kopinya dibuat, saat hendak duduk di kursi yang tersisa, Vitri mengaku sering menghela napas berat saat melihat apa yang ia lihat di atas meja. 

“Habit orang-orang kita ya, sampahnya nggak dibuang. Ditinggal begitu saja. Entas gelas bekas kopi, botol bekas, bungkus camilan, sampai abu rokok yang tercecer di meja dan lantai,” keluh Vitri, Kamis (23/7/2026). 

Pada akhirnya Vitri mau tidak mau harus membereskannya. Bukan karena ia berbaik hati menanggung “dosa” pengunjung sebelumnya, tetapi karena ia sendiri merasa risih jika duduk dengan meja penuh sampah. 

Lebih-lebih, bekas kopi atau minuman lain yang tercecer membuat meja menjadi terasa lengket. Sangat tidak nyaman dan mengganggu. 

Perilaku meninggalkan sampah di meja Indomaret Point Coffee jelas amat disayangkan Vitri. Apalagi ada beberapa gerai yang secara terang-terangan memasang peringatan “Buang Sampah pada Tempatnya” atau “Jangan Tinggalkan Sampah di Meja.” 

Indomaret Point Coffee berubah jadi tongkrongan berisik dan berjam-jam tanpa peduli sekitar

Tidak jarang pula Vitri dihadapkan dengan momen harus duduk bersebelahan dengan gerombolan anak-anak muda yang menyabotase kursi-kursi yang tersedia. 

Vitri tidak mempermasalahkan jika di antara sekian anak-anak muda tersebut hanya satu-dua orang saja yang pesan kopi di Indomaret Point Coffee, sementara sisanya hanya pesan beli kopi Golda seharga Rp4 ribu. Toh memang tidak ada tanda khusus bahwa kursi di sana hanya untuk pelanggan Indomaret Point Coffee. 

“Tapi mereka ini kayak nggak tahu diri aja. Sudah menyabotase banyak kursi, nongkrongnya lama, eh berisik pula,” kata Vitri. 

Ada yang seru berdiskusi sampai tertawa-tawa keras. Pernah juga Vitri menjumpai gerombolan anak muda yang tengah main game online bareng (mabar) sambil berseru-seru kencang. Bagi Vitri, hal itu benar-benar sangat mengganggu kenyamanan pengunjung lain. 

“Kalau mau nongkrong ramean, lama, dan mau diskusi atau mabar yang berisik seperti itu, ya ke warung/kedai kopi lah,” lanjutnya. 

Nongkrong bareng pasangan boleh, tapi mbok jangan mesra-mesraan berlebihan

Untuk keresahan Vitri berikutnya, Vitri menyadari pasti akan dituding sok moralis. Tapi perilaku berlebihan dua sejoli di kursi Indomaret Point Coffee baginya cukup mengganggu. 

Iklan

Karena kadang kala Vitri menjumpai sepasang kekasih yang memilih duduk di kursi paling pojok. Tidak hanya ngobrol, yang tersaji adalah adegan mesra-mesraan yang berlebihan. 

“Nggak sekadar nyender di bahu, tapi si cowok merangkul, terus mencium-cium pipi atau ubun-ubun si cewek. Gitu-gitu lah,” ungkap Vitri. 

Orang lain mungkin bisa menganggapnya biasa. Tapi kalau Vitri, entah kenapa merasa risih dan tidak pantas saja hal semacam itu dipertontonkan di tempat umum. 

Kursi dibiarkan berantakan, apa susahnya menata kursi kembali sebelum pergi?

Sama halnya, Pranata juga kerap meresahkan perilaku pengunjung Indomaret Point Coffee yang tidak berkesadaran.

Kadang sendiri. Kadang juga berdua dengan teman dekatnya, ngopi di Indomaret Point Coffee menjadi semacam pilihan jeda bagi Pranata. Terutama di jam-jam menjelang tengah malam. 

Persoalan sampah berserakan ternyata juga dijumpai pekerja swasta di Jogja tersebut. Dan itu diperparah dengan kondisi meja-kursi yang sudah morat-marit sana-sini tidak karuan. 

“Ya mungkin karena mereka (pengunjung yang meninggalkan kursi dalam keadaan berantakan) menganggap menata meja kursi kembali sepenuhnya tugas karyawan,” kata Pranata. 

Kendati begitu, bagi Pranata, sebenarnya apa susahnya jika meninggalkan Indomaret Point Coffee dengan keadaan bersih dan rapi? Dengan tidak membiarkan sampah berserakan di meja dan menata kembali kursi yang digunakan. 

Sebab, ada saja kursi di satu meja yang bergeser di meja lain karena sebelumnya digunakan oleh sekelompok orang. 

Bukan untuk Work from Cafe (WFC)?

Memang tidak ada aturan tertulis khusus perihal penggunaan ruang di kursi Indomaret Point Coffee, selain peringatan buang sampah dan hanya tersedia untuk pelanggan kopi Point di gerai tertentu. Alhasil, kerap kali terjadi monopoli ruang di sana. 

Pranata memang hanya berpatokan pada aturan tidak tertulis yang ia dan sirkelnya amnini: tahu batas waktu penggunaan meja-kursi di Indomaret Point Coffee. 

Misalnya: jika obrolan dirasa sudah cukup, atau saat segelas kopi sudah tandas, maka ada baiknya beranjak dari kursi. Sebab, tentu masih ada pelanggan lain yang antre ingin duduk di situ. Biar sama-sama enak lah. 

Kerap kali Pranata mendapati ada orang yang bisa duduk berjam-jam menghadap laptop: bekerja. Meski ada fasilitas free WiFi, bagi Pranata, ada baiknya orang yang bekerja tersebut tidak berlarut-larut. 

“Kalau memang niatnya WFC, ya sekalian di kafe atau coffee shop. Maksudku dengan desain Indomaret Point dengan ruang terbatas, ya masa mau kerja berlama-lama, sementara ada pembeli lain yang juga ingin duduk misalnya kondisinya lagi ramai. Kalau sekadarnya sih nggak apa-apa,” tutup Pranata. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Duduk di Kursi Indomaret Ternyata Juga bikin Orang Makin Nelangsa dan Iri Hati karena Standar Orang Lain atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Terakhir diperbarui pada 24 Juli 2026 oleh

Tags: aturan indomaret pointindomaret pointindomaret point coffeemenu point coffeepoint coffee
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Dari Indomaret Point Jakal km 9, menguak fakta orang-orang yang merasa iri hati pada standar orang lain MOJOK.CO
Ragam

Duduk di Kursi Indomaret Ternyata Juga bikin Orang Makin Nelangsa dan Iri Hati karena Standar Orang Lain

11 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Lulusan s2, susahnya legalisir ijazah setelah wisuda.MOJOK.CO

Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga

23 Juli 2026
Koperasi di Yogyakarta. MOJOK.CO

Hari Koperasi Nasional ke-79 di DIY: Sudah Saatnya Koperasi sebagai Sakaguru Perekonomian Nasional Nggak Lagi Gaptek

23 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
Sri Sultan HB X tegaskan: penataan kawasan pedestrian Malioboro bukan berarti apa-apa tidak boleh MOJOK.CO

Sri Sultan HB X: Malioboro Full Pedestrian Bukan Tutup Total Akses Kendaraan, Tapi Penataan agar Tidak Crowded

24 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.