Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
22 Februari 2026
A A
Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia

Iliustrasi Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kehidupan Mohamad Afrillian Ramadhan seketika berubah setelah dokter memvonisnya mengidap penyakit langka di akhir masa kuliah sarjana. Namun siapa sangka, pilihannya untuk tidak menyerah justru membawanya ke pendidikan lebih tinggi (S2) di Amerika Serikat (AS) berkat beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Sebelum mendapat beasiswa LPDP, Mohamad Afrillian Ramadhan atau yang akrab dipanggil Afri adalah mahasiswa S1 semester akhir Jurusan Sistem Komputer di Universitas Sriwijaya. Ia menjalani rutinitas kuliahnya seperti biasa, mulai dari mengerjakan skripsi, mengikuti bimbingan, dan mengerjakan revisi dari dosennya. 

Jika suntuk, Afri memilih berkumpul dengan teman-temannya. Sesekali ia melakukan hobinya seperti badminton dan berenang. Tanpa menyadari bahwa kegiatan itu adalah kenikmatan yang bakal ia syukuri sebelum kehilangan fungsi kedua kaki.

Terbangun di pagi hari tanpa bisa menggerakkan kaki

Pagi itu, 1 Maret 2013, Afri tiba-tiba tak bisa menggerakkan kedua kakinya. Ia terbangun dengan kebingungan yang luar biasa. Afri pun langsung dibawa ke rumah sakit dan harus menjalani perawatan sekitar satu bulan.

“Setelah pengecekan berbagai macam, dokter belum bisa menyimpulkan penyakit saya ini,” ucap Afri dikutip dari laman resmi LPDP, Minggu (22/2/2026). Atas saran dari saudaranya, Afri dipindah ke salah satu rumah sakit di Bogor untuk mendapat perawatan yang lebih baik.

Di sanalah Afri mendapat diagnosis bahwa dia mengidap penyakit langka, Mielitis Transversa. Dokter menjelaskan penyakit itu menyerang sistem saraf sehingga membuat tubuh bagian bawah penderitanya mati rasa akibat autoimun.

Mendengar vonis dari dokter, Afri sempat terpukul. Siapa pula yang mau menerima kondisi pahit tersebut. Tanpa aba-aba untuk mencegah atau melawan penyakitnya, Afri seolah tak diberi pilihan selain menerima.

Ia pun harus menjalani perawatan berbulan-bulan, hingga proses pengerjaan skripsinya ikut tertunda. Beruntung, Afri tak memilih menyerah pada saat itu dan berhasil memperoleh gelar Sarjana Sistem Komputer di Universitas Sriwijaya, tepat pada tahun ketujuh.

Lanjut S2 dengan LPDP untuk berkontribusi di Indonesia

Selepas sarjana, Afri tak langsung lanjut S2. Boro-boro mau melanjutkan S2 dengan beasiswa LDPD, di antara teman-temannya yang sudah lulus pada saat itu, Afri masih berjuang untuk menerima kondisinya, karena harus bergerak dengan bantuan kursi roda.

“Semenjak saya nggak bisa jalan, jujur ada rasa minder untuk ketemu orang,” ucapnya.

Alih-alih mendaftar S2 dengan LPDP, Afri lebih memilih membangun bisnisnya sendiri di bidang industri kreatif. Lewat bekal ilmunya tentang dasar artificial intelligence (AI) dan robotik selama masa perkuliahan, Afri mengaplikasikannya dalam mesin 3D printer.

Setelah satu setengah tahun menekuninya, Afri disarankan keluarga untuk ikut seleksi CPNS di Kementerian Pertanian. Hasilnya, ia lolos dan bertugas memperkuat tim IT di Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian atau Pustaka Kementerian Pertanian.

Mohamad Afrillian Ramadhan. MOJOK.CO
Mohamad Afrillian Ramadhan sedang menjalani kuliah S2 di AS dengan beasiswa LPDP. (Sumber: LPDP)

Ia pun tak menyangka bisa bekerja di sebuah perpustakaan pertanian tertua dan terbesar se-Indonesia, yang menjadi “rumah” dari pengetahuan agraris bangsa kita sejak zaman kolonial hingga detik ini. 

Lebih dari itu, Pustaka Kementerian Pertanian, tak sekadar menjadi tempat Afri meniti karier, tapi juga ruang baginya untuk belajar menerima diri. Dukungan dari atasannya perlahan membangkitkan kembali kepercayaan dirinya yang sempat runtuh, bahkan memotivasinya untuk melanjutkan studi S2 dengan LPDP di AS.

Iklan

Beasiswa LPDP sebagai pintu masuk untuk mendapat peluang yang setara

Awalnya, Afri memiliki keresahan pribadi saat bekerja di Pustaka Kementerian Pertanian. Ribuan koleksi buku dan referensi pengetahuan yang dimiliki Pustaka Kementerian Pertanian bikin proses pencarian informasinya jadi lebih rumit. 

Afri yang melihat peluang itu, ingin menggabungkan data science dan AI guna mempercepat proses pencarian dan diseminasi informasi pertanian. Namun, karena merasa ilmunya belum cukup, ia ingin melanjutkan studi S2 dengan beasiswa LPDP di AS.

Tanpa ba-bi-bu lagi, atasannya langsung menyambut baik keinginan Afri tersebut. Berkat dukungan dari orang-orang di sekitarnya, Afri lolos beasiswa LPDP. Ia pun memilih studi S2 di bidang Information Management, University of Illinois Urbana-Champaign (UIUC)

Berdasarkan U.S. News & World Report, UIUC merupakan kampus terbaik untuk program pascasarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Hampir 30 tahun terakhir, UIUC konsisten menduduki peringkat pertama di Amerika Serikat.

“Dia menyediakan jurusan yang multidisiplin antara ilmu data dan ilmu perpustakaan, dan University of Illinois Urbana-Champaign itu memiliki salah satu disability service yang terbaik di Amerika menurut yang saya baca, karena itu saya mantap untuk meneruskan kuliah di sana,” jelas Afri yang resmi berangkat ke AS pada Agustus 2025 kemarin, setelah menerima beasiswa LPDP.

Lewat beasiswa inklusif seperti LPDP, Afri bersyukur bisa menyalakan harapannya kembali. Ia sadar bahwa disabilitas bukan halangan bagi dirinya untuk berkarya, belajar, dan bahkan memberikan kontribusi lebih untuk negaranya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Lulus SMA Cuma Diterima Kerja Jadi Babu dan Dihina karena Fisik, Kini Malah Jadi Asesor Sertifikasi dengan Gelar S1 UT dan artikel Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 5 Maret 2026 oleh

Tags: amerika serikatbeasiswa s2disabilitaskisah inspiratifkuliah di LNLPDPpenyandang disabilitasUIUCuniversitas sriwijaya
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Rozi, dosen penyandang disabilitas Unair yang lulus S3. MOJOK.CO
Sekolahan

Perjalanan Dosen Unair yang Kehilangan 2 Kaki, Berhasil Selesaikan Kuliah S3 di FKH dengan IPK Sempurna

27 Mei 2026
Pelatihan keterampilan kerja bagi orang miskin dan disabilitas di Jawa Tengah MOJOK.CO
Kilas

Sebuah Lembaga Tempat Orang Miskin dan Disabilitas Jateng Dapat Pelatihan Kerja Gratis, Dilatih 10-20 Hari Langsung Jadi Kartap Perusahaan

26 Mei 2026
Lulus S3 Jurusan Rekayasa Nuklir di ITB. MOJOK.CO
Sekolahan

Pesan dari Lulusan ITB yang Raih Gelar S3 di Usia 62 Tahun: Jangan Lupa Menikmati Hidup

25 Mei 2026
Beasiswa MEXT U to U di Jepang lebih menguntungkan daripada LPDP. MOJOK.CO
Sekolahan

Tolak Daftar LPDP untuk Kuliah di LN karena Beasiswa MEXT U to U di Jepang Lebih Menguntungkan, Tak Menuntut Kontribusi Balik

6 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
Jingle MBG Mas Bahlil Ganteng: ejekan ke figur politik tapi jadi alat reproduksi popularitas, buktinya Partai Golkar senang MOJOK.CO

MBG Mas Bahlil Ganteng Sudah Over-eksposur: Bahasa Kritik tapi Jadi Alat Reproduksi Popularitas, Bikin Golkar Senang

28 Mei 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO

Yang Perlu Kamu Tahu dan Kamu Lakukan di Tengah Kelesuan Ekonomi Saat Ini

29 Mei 2026
Ambisnya Orang Tua di Jogja Demi Sekolah Favorit untuk Anaknya MOJOK.CO

Ambisnya Orang Tua di Jogja demi Sekolah Favorit untuk Anaknya

1 Juni 2026
Campus League Basketball 2026 Regional Jakarta Season 1 tidak hanya jadi panggung prestasi basket, tapi juga warna baru solusi mobilitas masa depan anak muda dengan motor listrik Polytron MOJOK.CO

Puncak Campus League Basketball 2026 Jakarta S1: Tak Hanya Jadi Panggung Basket tapi Juga Hadirkan Solusi Mobilitas Masa Depan Anak Muda

2 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.