Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Disabilitas Jebolan SLB Bisa Kerja Setara di Alfamart, Merasa Diterima dan Dihargai Potensinya

Redaksi oleh Redaksi
2 Desember 2025
A A
Para penyandang disabilitas jebolan SLB punya kesempatan kerja setara sebagai karyawan Alfamart berkat Alfability Menyapa MOJOK.CO

Ilustrasi - Para penyandang disabilitas jebolan SLB punya kesempatan kerja setara sebagai karyawan Alfamart berkat Alfability Menyapa. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jebolan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 01 Jakarta, dengan keterbatasan pendengaran dan bicara (tunarungu-wicara), membuktikan diri bisa berdaya saing dalam bekerja. Bekerja sebagai karyawan Alfamart melalui Alfability memberi mereka kepercayaan diri usai menghadapi keraguan demi keraguan sebagai seorang penyandang disabilitas.

***

Sudah lama Meri Amelia (39) dan Boyle Fernando (37) lulus dari SLB Negeri 01 Jakarta. Usai melewati banyak hal dalam hidup, baru-baru ini mereka kembali—sebagai alumni—untuk memberi motivasi pada adik-adiknya.

Kehadiran Meri dan Boyle tak pelak disambut antusias oleh adik-adik di sekolah. Sebab, mereka menjadi contoh bagaimana keterbatasan ternyata tidak menjadi penghalang. Mereka kini bisa mandiri dengan bekerja di Alfamart.

Melawan ragu usai diterima kerja di Alfamart

Dalam ceritanya, Meri mengaku sempat mempertanyakan apakah dirinya punya ruang di dunia kerja? Ia khawatir tidak mampu bersaing. Kekhawatiran itu semakin kuat setelah ia berhenti dari pekerjaan sebelumnya. Hingga suatu hari, sebuah unggahan lowongan kerja untuk penyandang disabilitas muncul di layar ponselnya.

“Saya ragu waktu itu. Apakah orang seperti saya bisa diterima bekerja di Alfamart,” ujar Meri melalui juru bahasa isyarat yang berada di sisinya saat kick off kegiatan Alfability Menyapa di SLB Negeri 01 Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Para penyandang disabilitas punya kesempatan kerja setara sebagai karyawan Alfamart berkat Alfability Menyapa MOJOK.CO
Para penyandang disabilitas punya kesempatan kerja setara sebagai karyawan Alfamart berkat Alfability Menyapa. (Dok. Alfability Menyapa)

Di ruangan itu, sejumlah siswa tampak mengangguk pelan, bukan hanya mendengarkan, tetapi seperti merasakan kegelisahan yang sama. Namun, sejurus kemudian, para siswa langsung menegakkan badan, usai mendengar kesaksian Meri yang sudah lima tahun bekerja sebagai karyawan gerai Alfamart.

“Di Alfamart, saya melayani konsumen dan menjalankan tugas seperti karyawan lainnya. Benefit yang saya dapatkan juga sama. Tidak ada perbedaan,” tambah Meri dengen senyum.

Bekerja di Alfamart: merasa diterima

Cerita Boyle kurang-lebih mirip dengan Meri: ragu dan penuh kekhawatiran untuk menatap kehidupan.

Melalui gerak tangan dan ekspresi wajah yang diterjemahkan juru bahasa isyarat, Boyle mengaku sudah tiga tahun bekerja di Alfamart.

Bekerja di Alfamart, bagi Boyle, membuatnya merasa diterima. “Saya nyaman bekerja di Alfamart. Teman-teman selalu mendukung. Kalau saya kesulitan, mereka membantu dengan cara yang bisa saya pahami,” ungkap Boyle.

Mendengar cerita-cerita dari Meri dan Boyle, tampak mata anak-anak SLB Negeri 01 Jakarta penuh binar. Mereka seperti melihat jalan cerah di masa depan.

Boyle (tuna rungu-wicara, berbagi cerita kesan keterima kerja sebagai karyawan Alfamart MOJOK.CO
Boyle (tuna rungu-wicara, berbagi cerita kesan keterima kerja sebagai karyawan Alfamart. (Dok. Istimewa)

Alfability: Komitmen membuka kesempatan kerja yang setara

Meri dan Boyle adalah dua dari ribuan teman disabilitas yang kini dapat bekerja tanpa perbedaan di Alfamart.

Menyambut momentum Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap 3 Desember, Alfamart memang tengah terus memperkuat komitmennya untuk membuka kesempatan kerja yang setara bagi penyandang disabilitas. Sekaligus memberi ruang bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang sesuai kemampuan masing-masing.

Iklan

Melalui kegiatan Alfability Menyapa, Alfamart menghadirkan kisah-kisah inspiratif ke berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB). Program ini menjadi jembatan bagi para lulusan SLB yang kini berkarier di Alfamart untuk kembali ke sekolah asal dan berbagi pengalaman kepada adik-adik kelasnya.

Alfability Menyapa, program inklusi dari Alfamart untuk memberi inspirasi bagi penyandang disabilitas di SLB dalam menyongsong dunia kerja MOJOK.CO
Alfability Menyapa, program inklusi dari Alfamart untuk memberi inspirasi bagi penyandang disabilitas di SLB dalam menyongsong dunia kerja. (Dok. Istimewa)

Human Capital Director Alfamart, Tri Wasono Sunu, menyebut bahwa kegiatan ini dirancang untuk menunjukkan bahwa setiap orang memiliki peluang yang sama untuk berkembang, apa pun keterbatasannya.

“Alfability Menyapa hadir di 10 Sekolah Luar Biasa di 10 kota, membawa cerita para lulusan yang kini bekerja di Alfamart. Kami berharap kisah mereka dapat memotivasi para siswa bahwa keterbatasan bukan hambatan untuk bersaing dan berkontribusi dalam dunia kerja,” jelas Sunu.

Alfability Menyapa digelar di sepuluh kota, yakni Cilacap, Jakarta, Jambi, Jember, Luwu, Palembang, Parung, Semarang, Banjarmasin, dan Rembang. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung pada rentang 19 hingga 25 November 2025.

Sunu menegaskan, Alfamart memang ingin menjadikan inklusivitas tidak berhenti sebagai slogan belaka. Tetapi menjadi sebuah praktik nyata.

Budaya menghargai potensi setiap karyawan

Sebagai informasi, program Alfability mulai berjalan sejak tahun 2016. Mengambil kata “Ability” (kemampuan), program ini diproyeksikan menjadi sebuah program inklusi yang memberi kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan dan potensi mereka untuk berkarya. Dalam hal ini Alfamart menjadi jembatan untuk mewujudkannya.

Selama hampir satu dekade berjalan, program ini telah membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas dari berbagai latar belakang (tunagrahita, tunanetra, tunadaksa, hingga tunarungu wicara). Hingga Oktober 2025, tercatat 1.129 penyandang disabilitas bekerja di Alfamart, dengan rincian 822 di gerai, 289 di pusat distribusi, hingga 18 bekerja di kantor.

Alfability Menyapa, program inklusi untuk memberi inspirasi bagi penyandang disabilitas di SLB dalam menyongsong dunia kerja MOJOK.CO
Alfability Menyapa, program inklusi untuk memberi inspirasi bagi penyandang disabilitas di SLB dalam menyongsong dunia kerja. (Dok. Istimewa)

Catatan tersebut, jelas Sunu, memperlihatkan bagian dari budaya perusahaan yang memang menghargai potensi setiap karyawan tanpa terkecuali.

Dengan perjalanan panjang tersebut, Alfamart berharap Alfability dapat terus menjadi ruang bagi teman disabilitas untuk menunjukkan kemampuan, membangun karier, dan berkontribusi secara lebih luas dalam dunia kerja.

Selain menghadirkan kisah-kisah inspiratif bagi para siswa, program ini juga dikemas dengan aksi sosial dari Alfamart melalui pemberian puluhan paket goodie bag berisi biskuit, susu, dan berbagai produk lainnya untuk para peserta.***(Adv)

BACA JUGA: Lulusan SMA-SMK Awalnya Malu Tak Kuliah dan Kerja di Alfamart-Indomaret, Direndahkan Guru Sendiri tapi Kini Merasa Lebih Terhormat atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

Terakhir diperbarui pada 2 Desember 2025 oleh

Tags: alfabilityAlfamartdisabilitasgaji alfamartkaryawan alfamartloker alfamartloker disabilitasmasa depan anak slbslb
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mahasiswa UNJ lulus setelah gagal seleksi PTN jalur SNBT
Sekolahan

Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan di UNJ Berkat “Antar Jemput” Ayah

19 April 2026
Kurir Alfagift, layanan Alfamart penyelamat pekerja Jakarta
Urban

Alfagift, Penyelamat Pekerja Jakarta dari “Mati” Kelaparan karena Kelelahan dan Tak Punya Teman Makan

4 Maret 2026
Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia
Sekolahan

Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia

22 Februari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO
Ragam

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita guru CLC di Malaysia. MOJOK.CO

WNI Jadi Guru di Luar Negeri Dapat Gaji 2 Digit, Pulang ke Indonesia Malah Sulit Kerja

23 April 2026
Ibu terpaksa menitipkan anak di daycare karena orang tua harus bekerja

Ibu Menitipkan Anak di Daycare Bukan Tak Tanggung Jawab, Mengusahakan “Aman” Malah Diganjar Trauma Kekerasan

26 April 2026
3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak (Unsplash)

3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

22 April 2026
YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”, Definisi Rindu Itu Bersifat Universal.MOJOK.CO

YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal

28 April 2026
Omong kosong berkebun untuk slow living di desa. Punya kebun di desa justru menderita karena tanaman dirampok warga MOJOK.CO

Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki

23 April 2026
Gen Z pilih soft living daripada slow living

Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti

22 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.