Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
13 Maret 2026
A A
Lebaran, mudik, s2.MOJOK.CO

Ilustrasi mudik lebaran (Ilustrasi Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi sebagian besar warga desa, tolok ukur kesuksesan itu sangat sederhana tapi harus bisa dilihat mata. Kalau tidak pakai seragam dinas, ya, minimal pulang bawa mobil. Hal inilah yang membuat kepulangan Agustian (28), yang pulang dengan membawa gelar S2 pada mudik lebaran 2025 lalu, jadi bahan omongan.

Tian, sapaan akrabnya, saat itu baru saja menyelesaikan kuliah S2 di salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Jogja. Bagi orang tuanya yang sederhana, punya anak bergelar Magister adalah kebanggaan luar biasa. Harapannya, kepulangan Tian akan disambut decak kagum warga.

Iklan

Nyatanya malah jauh dari itu. Tian pulang hanya menumpang bus ekonomi. Penampilannya pun sangat biasa. Ia cuma pakai kaos oblong, sandal jepit, dan menggendong ransel berisi laptop. Sangat jauh dari ekspektasi warga soal “anak S2 pulang kampung”.

“Ya orang pulang mudik ngapain ngejreng sih, yang penting bisa pulang aja,” ujar lelaki asal Banyumas ini, Kamis (12/3/2026).

Hahalbihalal tempat lulusan S2 ini dihakimi tetangga

Puncak dari situasi tidak nyaman ini terjadi saat acara kumpul keluarga dan halalbihalal desa. Di sana, Tian harus menghadapi rentetan pertanyaan basa-basi yang sebenarnya menusuk hati.

“Kerja di mana sekarang, Yan?”

“Sayang lho ijazah S2-nya kalau nggak kerja kantoran.”

Ungkapan-ungkapan itu yang sering ia dengar sepanjang lebaran tahun lalu.”

Tidak berhenti di situ, ada juga tetangga yang terang-terangan membandingkan. “Itu lho lihat si A, anaknya Bu B. Lulusan SMA aja sekarang udah rapi pakai seragam. Kemarin mudik bawa mobil.”

Di desa, pendidikan tinggi seringkali tidak ada harganya jika tidak dibarengi bukti kesuksesan fisik. Stigma yang berlaku sangat kejam: percuma sekolah tinggi sampai S2 kalau ujung-ujungnya cuma jadi orang biasa-biasa saja.

Orang tua Tian hanya bisa tersenyum kecut mendengar bisik-bisik tetangga yang menganggap anak kebanggaan mereka sebagai pengangguran terselubung. Sementara Tian? Ia memilih diam dan santai.

Padahal punya penghasilan besar, hanya saja nggak mau pamer

Tian sebenarnya adalah definisi “anak muda banyak duit”. Hanya saja, ia tak mau pamer. “Nggak ada gunanya,” kata dia.

Ia mengaku sudah mulai bekerja sejak lulus S1 pada tahun 2021 lalu. Saat itu ia bekerja untuk sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di Jakarta. Sementara sejak 2023, ia  mulai rutin kerja untuk sebuah perusahaan pengembang teknologi di luar negeri di mana ia bekerja secara WFA.

“Bukan freelance ya. Aku terikat kontrak, selalu diperpanjang setiap setahun. Tapi memang kerjanya fleksibel,” ujarnya.

Tiap kali lulusan S2 ini mudik dan kelihatan sibuk dengan laptopnya, warga desa mungkin menganggap Tian cuma main gim atau ndekem saja. Padahal, dari kegiatan yang “kelihatan nggak ngapa-ngapain itu” ia mendapatkan gaji dalam bentuk dolar.

Jika dirupiahkan, penghasilan Tian dalam sebulan bisa menyentuh angka dua digit. Nominal yang mungkin butuh waktu bertahun-tahun untuk dikumpulkan oleh pekerja berseragam di desanya.

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri mencatat tren pekerja sektor informal, freelancer, dan pekerja remote di Indonesia terus meningkat tajam. 

Sayangnya, perubahan zaman ini belum sampai ke telinga orang-orang di desa Tian. Bagi mereka, kerja itu ya harus keluar rumah pakai sepatu pantofel.

Iklan

Baca halaman selanjutnya…

Dicibir karena rumahnya paling jelek. “Kasihan, ya, sudah habis banyak buat nyekolahin anak sampai S2, eh rumahnya masih begitu saja.” 

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 13 Maret 2026 oleh

Tags: Desakuliah s2Lebaranlulusan s2mahasiswa S2Mudikmudik lebaranpilihan redaksis2standard kesuksesan orang desa
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026
pegawai BPO

Lulusan Magister Biologi Rela jadi Pegawai BPO di Tanah Rantau Agar Tidak Dianggap Pengangguran dan Bikin Orang Tua Menderita

26 Agustus 2026
S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan atau restoran yang seharusnya jadi kewajaran MOJOK.CO

Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan

20 Agustus 2026
Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026
Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet.MOJOK.CO

Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet

25 Agustus 2026
Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk co-firing biomassa di PLTU langgengkan praktik perampasan tanah ala kolonial MOJOK.CO

Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Langgengkan Praktik Perampasan Lahan ala Kolonial

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.