Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Eksplor

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
24 Agustus 2026
A A
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Ilustrasi Yamaha Fazzio (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Perjalanan jauh menembus kemacetan kota, apalagi buat ngonser, tetap bisa terasa menyenangkan asalkan bersama Fazzio, motornya anak skena.

***

Iklan

Jarak Kasihan, Bantul, ke Candi Prambanan bukanlah rute yang bisa diremehkan. Pada hari biasa, perjalanan ini sudah cukup menyita waktu. Apalagi di akhir pekan, saat volume kendaraan di Yogyakarta sedang padat-padatnya.

Namun, bagi Karin (24), Minggu (23/8/2026) kemarin menjadi hari yang berbeda. Sebuah tiket festival musik CherryPop 2026 sudah ada di genggamannya. Berangkat dari wilayah selatan menuju ujung timur provinsi demi menonton band favoritnya, Perunggu, adalah keputusan yang tidak perlu diperdebatkan lagi.

Awalnya pindah ke Fazzio cuma karena lucu, ternyata nyaman juga

Bagi Karin, perjalanan panjang ini tak lagi menjadi momok yang menakutkan sejak ia mengganti tunggangannya sekitar satu tahun yang lalu. Sebelumnya, ia terbiasa menggunakan skuter matik berbodi bongsor yang dibelikan ayahnya saat pertama kuliah dua tahun lalu.

Berkendara menembus kemacetan kota dengan motor yang berat sering kali membuatnya kerepotan.

Keputusannya beralih ke Yamaha Fazzio, ia akui, memang awalnya didasari pada bentuknya yang lucu. Namun, setelah hampir setahun memakai, motor ini dirasa lebih pas untuk proporsi tubuhnya. Bobotnya yang tergolong ringan membuat bermanuver di jalanan yang padat terasa jauh lebih mudah.

Di luar itu semua, desain motor ini, disadari atau tidak, memang sejalan dengan tren anak muda masa kini yang dekat dengan skena musik.

“Motornya skena banget,” kata perempuan yang kuliah di salah satu PTS di Jogja tersebut seraya tertawa.

Yamaha Fazzio.MOJOK.CO
Bodi Yamaha Fazzio pas. Andalan para pengendara yang sering kerepotan dengan motor berbodi bongsor. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Parkir gratis khusus user Yamaha di Cherrypop 2026

Sore itu, pertemuan saya dengan Karin sebetulnya penuh ketidaksengajaan. Awalnya, saya sedang mengobrol dengan Rahmat, salah satu orang yang bertanggung jawab atas exclusive parking zone facility di dekat loket masuk Candi Prambanan.

Tahun ini, Cherrypop memang menyediakan fasilitas eksklusif tersebut. Khusus bagi pengguna Yamaha, diberikan akses parkir di area yang lebih strategis dan gratis. Kata Rahmat, sore itu saja sudah tercatat ada sekitar 100 motor yang menggunakan fasilitas ini. 

Di tengah obrolan itu, saya melihat Karin turun dari motornya. Dari kaus yang ia kenakan, serta atribut serupa dari teman yang ia bonceng, sangat mudah untuk menebak kalau hari itu mereka ingin menonton Perunggu yang dijadwalkan bakal tampil pukul sembilan malam nanti.

Lika-liku satu jam perjalanan bersama Yamaha Fazzio

Saya menyapanya, dan kami pun masuk ke obrolan basa-basi khas sesama pengunjung festival. Ia bercerita sedikit tentang perjalanannya membelah kota.

Menempuh waktu lebih dari satu jam dari Kasihan ke Prambanan, Karin mengaku bersyukur tak harus menguras energi berlebih.

“Jalanan lumayan padat, apalagi pas sampai jalan raya Solo. Tapi enak sih bawa ini (Fazzio), nggak bikin tangan pegal buat selap-selip,” ceritanya. 

Yamaha Fazzio.MOJOK.CO
Yamaha Fazzio selain warnanya lucu, nyatanya juga sangat prima untuk menempuh perjalanan jauh. (dok. Istimewa/Yamaha)

Kelegaan lain muncul saat tiba di lokasi, ia tak perlu susah payah mencari parkir karena sebelumnya telah mendapatkan akses parkir eksklusif sebagai user Yamaha

Setelah bertukar sapa dan harapan agar pertunjukan nanti malam berjalan lancar, Karin dan temannya berpamitan bergegas masuk ke venue.

Motor terbaik buat anak skena

Saya sendiri memutuskan untuk melanjutkan keliling area Cherrypop 2026. Masuk ke bagian dalam festival, atmosfer senja Prambanan sedang bagus-bagusnya. Di antara riuh rendah pengunjung dan soundcheck dari panggung utama, ada satu pemandangan menarik di area stan sponsor yang letaknya tak jauh dari area food and beverage.

Iklan

Sore itu, Yamaha rupanya memanfaatkan keramaian Cherrypop 2026 untuk memamerkan Fazzio Special Edition Sunset Blue yang kebetulan baru saja meluncur. 

Yamaha Fazzio.MOJOK.CO
Di Cherrypop 2026, Yamaha memamerkan Fazzio Special Edition Sunset Blue yang kebetulan baru saja meluncur. (dok. Istimewa/Yamaha)

Dari pandangan mata, unit terbatas yang mengusung tema Retro Summer ini didominasi warna dasar Dull Blue dengan grafis gradasi oranye. Sebuah eksekusi desain yang menurut saya cukup jeli, sebab seolah menyalin warna langit senja Candi Prambanan sore itu langsung ke bodi samping dan dasi depan motor.

Nuansa kalcer makin terasa lewat detail tulisan “ONE TWO FIVE” dan sentuhan aksen silver di beberapa titik, mulai dari pelek, spion, hingga handle grip belakang. 

Menariknya lagi, peluncuran ini juga menggandeng band lokal asal Bandung, Alkateri. Kolaborasi ini rasanya sangat tepat sasaran, apalagi Alkateri juga turut masuk dalam jajaran line-up pengisi panggung Cherrypop tahun ini. 

Yamaha Fazzio.MOJOK.CO
Ada alasan mengapa banyak anak muda menjuluki Yamaha Fazzio sebagai motor skena. Sebab, secara look dan performa, ia memang bukan kaleng-kaleng. (dok. Istimewa/Yamaha)

Mengingat pabrikan sejak awal memposisikan skutik ini sebagai “kanvas putih” bagi anak muda untuk bebas berekspresi, kehadiran unit musik seperti Alkateri jelas semakin memperkuat identitas kultural motor tersebut.

“Pilihan terbaik buat kalian yang ngaku anak skena,” kata Fauzan Ghifari, vokalis Alkateri, saat menyapa para user Fazzio di booth Yamaha.

Bagi penikmat konser yang datang dari berbagai penjuru kota, seperti Karin tadi, kehadiran tunggangan yang tepat membuktikan satu hal: perjalanan jauh menembus kemacetan kota bisa tetap terasa menyenangkan, asalkan bersama tunggangan yang tepat.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Gelontorkan Tabungan Jutaan Rupiah demi Modifikasi Fazzio: Cara Manis Anak Muda Jogja Menghargai Kepedulian Orang Terdekat atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 24 Agustus 2026 oleh

Tags: cherrypop 2026FazzioFazzio Retro SummerFazzio Sunset Bluemotor anak skenamotor kalcerpilihan redaksiYamaha Fazzio
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Cuaca ekstrem, memanen air hujan.MOJOK.CO

Memanen Air Hujan Seperti Orang Desa Dianggap Budaya Jorok dan Terbelakang, padahal Bisa Menjadi Penyelamat Saat Kekeringan 

17 Agustus 2026
Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026
Makrab, Budaya senioritas dan bullying di kampus.MOJOK.CO

Setelah 4 Kali Ikut Makrab di Kampus, Saya Percaya Budaya Ini Lebih Baik Dihapus Saja: Bukan Bikin Akrab, Malah Meruncingkan Konflik “Senior” dan “Junior”

13 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Kontingen Prambanan tunjukkan jejak Mataram Kuno di Karnaval Budaya Klaten 2026. MOJOK.CO

Potret Kejayaan Mataram Kuno dalam Karnaval Budaya Klaten, 26 Kecamatan Adu Keunggulan Wilayah

19 Agustus 2026
Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya MOJOK.CO

Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya

23 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026
ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.