Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
26 Agustus 2026
A A
S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Ilustrasi nganggur setelah lulus kuliah. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Zaman sekarang, punya ijazah S1 itu rasanya mirip-mirip seperti baru lulus SMA. Gelar sarjana, yang dulu sering dipamerkan, banyak yang merasa sudah terlalu “pasaran”. Gara-gara ini, banyak sarjana yang mendadak insecure dan minder. Ujung-ujungnya, mereka nekat daftar S2. Namun, bukan karena haus ilmu, tapi semua cuma didasari karena FOMO dan gengsi semata.

Lanjut S2 karena minder dengan tongkrongan

Penyakit ini, salah satunya, sedang diidap oleh Arya (24). Secara status, Arya sebenarnya tak nganggur-nganggur amat. Dia sudah kerja di sebuah perusahaan swasta di Jogja, meski posisinya masih staf biasa. 

Iklan

Masalahnya, pekerjaan yang monoton dan gaji yang pas-pasan bikin dia merasa jalan di tempat. Bahkan, perasaannya makin hancur tiap kali membuka Instagram, yang isinya teman-teman seangkatan sedang sibuk pamer foto kuliah S2.

Merasa tertinggal dan butuh pengakuan, Arya pun nekat mendaftar S2 pada 2025 lalu.

“Jujur aja, aku nggak malu mengakui kalau niat awalku ya cuma pelarian,” ujarnya, Senin (24/8/2026) lalu. “Keren aja kalau ada yang nanya lagi sibuk apa bisa jawab ‘S2 sambil kerja’,” imbuhnya blak-blakan.

Buat Arya, S2 adalah cara paling pas buat menutupi rasa mindernya. 

Tapi memang biayanya mahal banget

Namun, kuliah S2 ternyata biayanya sangat mahal. Sebagai anak dari keluarga kelas menengah, biaya S2 yang tembus belasan juta rupiah per semester jelas bikin dompetnya megap-megap. 

Gaji staf bulanannya sudah pasti tidak cukup buat bayar biaya kuliah. Mentok sana-sini, Arya akhirnya tetap minta disubsidi orang tuanya. 

Kelakuan Arya ini sebenarnya potret nyata dari fenomena yang makin menjamur belakangan ini. Gelar akademik sekarang pelan-pelan cuma jadi ajang flexing.

Di lingkungan saya, ada banyak anak muda yang memaksakan diri kuliah S2 cuma biar kelihatan keren, tanpa tahu setelah lulus mau kerja apa. Kampus S2 beralih fungsi, dari yang tadinya tempat orang upgrade ilmu, sekarang menjadi tempat pelarian buat orang-orang yang FOMO.

Kuliah S2 modal FOMO itu enaknya cuma di awal saja

Masalahnya, rasa puas bisa pamer kuliah S2 itu cuma di awal-awal saja. Ngenesnya baru terasa saat kuliah sudah jalan, dan pukulan paling telaknya datang saat mereka sudah wisuda.

Nasib apes inilah yang sekarang diratapi oleh Nisa (27). Tiga tahun lalu, Nisa punya kelakuan yang sama persis seperti Arya. Dia nekat daftar S2 setelah lulus S1 hanya gara-gara ikut-ikutan teman dan gengsi kalau dicap pengangguran. 

Sekarang, setelah gelar magister nempel di belakang namanya, Nisa baru sadar kalau kuliah S2 cuma modal nekat itu sangat bahaya.

“Apa pun yang coba-coba dan modal nekat itu bahaya, apalagi nekat kuliah S2 karena gengsi saja,” ujarnya.

Siksaan pertama yang bikin Nisa kaget adalah kewajiban publish jurnal. Awalnya, Nisa mengira S2 itu sama enaknya dengan kuliah S1, yang isinya hanya duduk manis di kelas, mendengar dosen ceramah, terus bikin tugas akhir yang mirip-mirip skripsi.

“Bikin tesis yang lebih mumet dari skripsi itu belum apa-apa. Lebih pusing pas disuruh nembus jurnal Scopus buat syarat lulus. Udah nulisnya susah, bayar biaya submit jutaan pakai uang sendiri. Jujur rasanya pengen nangis,” keluh Nisa.

Setelah lulus tetap pusing mencari kerja

Apesnya lagi, penderitaan di kampus itu belum ada apa-apanya dibanding susahnya cari kerja saat sudah lulus. Nisa dulu mengira, dengan ijazah S2, ia bakal mudah mendapat pekerjaan. Nyatanya malah kebalik.

Di dunia kerja, perusahaan itu mencari orang yang bisa langsung kerja, bukan orang yang cuma jago teori. Nisa sangat sering gagal pas wawancara karena dianggap overqualified, gelarnya terlalu tinggi tapi nol pengalaman lapangan. 

Iklan

Menurutnya, HRD takut ekspektasi gajinya ketinggian, padahal skill praktisnya belum terbukti.

“Tekanannya gila banget. Pas akhirnya aku keterima kerja jadi staf biasa dengan gaji standar, rasanya kayak sama saja dengan kuliah S1,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 26 Agustus 2026 oleh

Tags: fresh graduatekuliah s1kuliah s2Lulusan S2 susah kerjamagisteroverqualifiedpilihan redaksiS1s2S2 jalur FOMO
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026

Sarjana BK Kebingungan Tentukan Arah Masa Depan: Tak Otomatis Jadi Guru BK, Jadi Dosen pun Susah

19 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

Banyak Lulusan S1-S3 Nganggur Bukan Cuma karena Lapangan Kerja, Tapi Ada Juga Dua Masalah yang Jarang Disadari

19 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Peserta dalam ajang Klaten International Motocross di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor. MOJOK.CO

Anak Muda Asal Jawa Barat Kalahkan Crosser dari Australia di Ajang Klaten International Motocross

25 Agustus 2026
Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran .MOJOK.CO

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026

Sarjana BK Kebingungan Tentukan Arah Masa Depan: Tak Otomatis Jadi Guru BK, Jadi Dosen pun Susah

19 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Alfamart dan PGMM beri bantuan seragam ke 7 madrasah di Magelang sebagai wujud kepedulian sosial MOJOK.CO

Alfamart dan PGMM Beri Bantuan Seragam Sekolah di 7 Madrasah Magelang, Jadi Penunjang Semangat dan Kepercayaan Diri Siswa

24 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.