Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Tak Mudah Jadi Orang dengan KTP Malang, Susah Payah Berbuat Baik tapi Sia-sia karena Cap Aremania

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
13 Mei 2025
A A
Nelangsa orang dengan KTP Malang, susah payah perbaiki citra malah rusak oleh suporter Arema FC: Aremania MOJOK.CO

Ilustrasi - Nelangsa orang dengan KTP Malang, susah payah perbaiki citra malah rusak oleh suporter Arema FC: Aremania. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Malang kerap disebut-sebut sebagai tempat ideal untuk hidup melambat dan menghabiskan sisa hidup. Kota ini, konon, menjanjikan suasana yang nyaman dan tenang. Namun, ulah oknum Aremania—suporter Arema FC—membuat orang dengan KTP Malang jadi serba salah saat di luar daerah.

***

Iklan

1 Oktober 2022 menjadi awal yang mengubah cara pandang sebagian orang terhadap KTP Malang. Sebanyak 135 nyawa melayang dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan—yang kemudian lebih dikenal dengan Tragedi Kanjuruhan.

Bari api penyulut emosi terpercik akibat Arema FC tumbang 2-3 dari tamu sekaligus rivalnya, Persebaya Surabaya. Para suporter (termasuk Aremania) merangsek masuk ke dalam lapangan yang akhirnya memicu bentrok dengan aparat hingga berjatuhan ratusan korban jiwa.

Kalau lawan Arema mending kalah daripada menang

Peristiwa kelam itu masih membekas. Bekasnya bahkan terasa masih sangat basah. Tapi Malang masih sama beringasnya.

Pada Minggu (11/5/2025), Stadion Kanjuruhan kembali menjadi saksi beringasnya suporter tuan rumah. Arema FC kalah 0-3 dari Persik Kediri. Lalu yang terjadi adalah perusakan bus tim Persik oleh oknum Aremania.

Di media sosial X, banyak orang mengutuk keras ulah oknum suporter itu. Terlebih kepada Arema FC dan Malang yang dianggap tidak pernah belajar dari 135 nyawa yang melayang sia-sia.

“Wis nek main ndek Malang, mending kalah wae (Sudah kalau main di Malang mending kalah saja.” Begitu bunyi sarkasme warganet untuk menyikapi ketidakdewasaan suporter saat tim dukungannya kalah.

Amarah atas ketidakdewasaan oknum Aremania

“Malang memang primitif.”

“Kapan orang Malang bisa dewasa?”

“Di Malang itu kalah artinya harus mengancam nyawa ya?”

“Malang lebih layak mendapat julukan Mexico.”

Begitulah yang Alvin (27) terima dari teman-temannya di Surabaya usai insiden perusakan bus Persik ramai di media sosial.

Ujaran-ujaran serupa sebenarnya sudah Alvin terima sejak pertama kali ke Surabaya untuk kuliah. Saat mengaku KTP asli Malang, teman-temannya yang asli Surabaya sontak mengeluarkan pisuhan. Seperti “Arema FC jan***” dan sejenisnya.

Iklan

Hanya saja, waktu itu, dia memahami kalau seperti itulah cara temannya mencoba akrab. Toh memang temannya selalu menjelaskan kalau ucapan itu keluar dalam konteks bercanda.

Tapi Tragedi Kanjuruhan mengubahnya. Di story WhatsApp, Instagram, hingga X, dia melihat betul amarah terhadap ketidakdewasaan Aremania, selain amarah pada aparat kepolisian.

Ujaran “Arema FC jan***” pun terdengar sangat serius. Tidak lagi terdengar sebagai cara mengakrabkan diri sebagaimana saat pertama kali Alvin ke Surabaya.

Baca halama selanjutnya…

Susah payah memperbaiki citra tapi berujung sia-sia

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 15 Mei 2025 oleh

Tags: AremaArema FCaremaniaktp malangMalang
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO
Esai

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
Efek rutin olahraga gym, dulu dihina gendut dan jelek kini banyak yang mendekat MOJOK.CO
Sehari-hari

Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus

11 Mei 2026
Kuliah menjadi mahasiswa di PTN PTS Malang bikin merasa tersesat karena fenomena menginapkan pacar di kos hingga kumpul kebo MOJOK.CO
Urban

Kuliah di Malang karena Label Kota Pelajar: Berujung “Tersesat” karena Menormalkan Perilaku Tak Wajar Mahasiswa

4 Mei 2026
Sigura-gura, Malang, slow living.MOJOK.CO
Urban

Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta

11 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Liburan bareng keluarga di Candi Prambanan, Yogyakarta. MOJOK.CO

Liburan Sekolah Bareng Keluarga di Candi Prambanan Terasa Beda Sekaligus Lega, Banyak Kegiatan Menarik yang Nggak Bikin Dompet Boncos

1 Juli 2026
Usaha les komputer di Bogor. MOJOK.CO

Tak Hasilkan Banyak Cuan dari Buka Usaha Les Komputer, tapi Merasa Bermakna Bisa Ajarkan Gen Alpha yang Masih Gaptek

30 Juni 2026
Bagi Najwa Shihab, gagasan liar anak muda seperti dalam esai para penerima Djarum Beasiswa Plus dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026 harus diberi ruang MOJOK.CO

“Gagasan Liar” Anak Muda Harus Diberi Ruang, Terdengar Tak Lazim tapi Penting Dibicarakan

6 Juli 2026
spmb 2025, zonasi.MOJOK.CO

Ketika SPMB Berubah Jadi Pasar Gelap Kursi Sekolah

6 Juli 2026
Inisiatif warga Dusun Kedungrong, Samigaluh, Kulon Progo, lewat PLTMH membuat dusun mereka tetap. Tak takut pemadaman listrik MOJOK.CO

Inisiatif dan Semangat Handarbeni Warga Kedungrong Kulon Progo, Bikin Dusun “Tak Terdampak” Pemadaman Listrik

2 Juli 2026
Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa tapi malah laris MOJOK.CO

Berdasarkan pengamatan saya, Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa, tapi malah laris kebangetan dasar aneh

7 Juli 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.