Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Menikah dengan Anggota Pencak Silat Penuh Atraksi, Niat Ekspresikan Kebanggaan Malah Dicap Jamet

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
20 Juni 2025
A A
Gaya pernikahan anggota perguruan bela diri pencak silat seperti SH Terate kerap diolok-olok MOJOK.CO

Ilustrasi - Gaya pernikahan anggota perguruan bela diri pencak silat seperti SH Terate kerap diolok-olok. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Lini masa Instagram saya belakangan berisi video gaya pernikahan anggota bela diri pencak silat. Entah dari perguruan SH Terate, Kera Sakti, atau perguruan lain.

Gaya pernikahan tersebut, bagi pengunggah video, memang terkesan unik. Misalnya, di sela-sela resepsi, mempelai pria unjuk kebolehan membelah tumpukan batako (dengan tangan atau bahkan kepala).

Ada juga, karena sepasang pengantin adalah sesama anggota perguruan pencak silat, keduanya memeragakan gerak kembangan di atas pelaminan. Termasuk juga, ketika pengantin tengah berjalan menuju pelaminan, disambut dengan barisan anggota perguruan pencak silat dengan atribut khas mereka memeragakan beberapa gerakan.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh MEDIA SERDADU PSHT (@serdadu_psht)

Kenapa nikah ala SH Terate jadi olok-olok?

Dari akun-akun Instagram yang melintas di ponsel saya, video-video tersebut justru panen olok-olok dan komentar miring lain. Alih-alih menuai apresiasi.

Sebagai anggota perguruan pencak silat SH Terate, Rudianto (25), mengaku bingung kenapa netizen mengolok-olok gaya pernikahan tersebut. Salahnya di mana? Merugikan orang lain nggak? Toh mereka menikah dengan biaya sendiri, tanpa merepotkan netizen.

“Ada yang komen, kalau aku malu sih nikah model gitu. Lah, yang nikah aja nggak gimana-gimana kok,” ujar Rudianto kepada Mojok, Jumat (20/6/2025) pagi WIB.

Ekspresi kebanggaan atas pencak silat

Rudianto menyebut, pencak silat bagaimanapun adalah seni bela diri asli Indonesia. Baginya, jika ada anggota perguruan pencak silat menikah dengan menyajikan kekhasan dari perguruan masing-masing, itu justru merupakan ekspresi kebanggaan atas seni bela diri asli Indonesia tersebut.

Rudianto memang belum menikah. Namun, pemuda asal Jawa Timur tersebut mengaku beberapa kali mengikuti pernikahan teman-teman sepergurannya di SH Terate yang menyajikan pertunjukan pencak silat.

“Seolah-olah yang boleh begitu hanya polisi, tentara. Pencak silat itu sama halnya misalnya di pernikahan ada pertunjukan kesenian Jawa lain,” ungkap Rudianto.

Rudianto menegaskan, pertunjukan pencak silat dalam pernikahan bukan untuk gagah-gagahan karena label pendekar. Melainkan sebuah ekspresi kebanggaan. Maka, bagian mana yang salah sehingga jadi bahan olok-olok?

Iklan

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh TIMELINE JOWO [TEJO] (@timelinejowo)

Media penyambung silaturahmi

Rudianto tidak memungkiri, bahwa ada saja oknum anggota pencak silat yang menyalahgunakan ilmu bela dirinya. Misalnya untuk tawuran dan sejenisnya.

Rudianto bahkan mempersilakan jika publik hendak melayangkan kritik serius pada konteks itu.

Namun, baginya, tidak wajar saja jika olok-olok justru dilayangkan kepada anggota pencak silat—seperti SH Terate—hanya karena mereka unjuk kebolehan di acara pernikahan sesama anggota perguruan.

“Bikin onar nggak di pernikahan? Kan nggak. Justru itu menunjukkan kalau pencak silat, terkhusus SH Terate, tidak selalu identik dengan keonaran. Malah berupaya menyambung silaturahmi dengan baik,” kata Rudianto.

Selain itu, pertunjukan pencak silat di momen pernikahan juga bisa menjadi medium untuk mengenalkan perihal keberadaan sebuah perguruan.

“Bisa jadi karena tertarik dengan estetika gerakan, ada anak-anak muda yang tertarik join. Satu, itu sebagai upaya agar bela diri khas Indonesia ini bisa tetap lestari, Dua, kalau dia gabung di perguruan dengan lingkungan yang tegak lurus pada falsafah “persaudaraan”, maka dia bisa menjadi semacam agen untuk kedepan mengenalkan: pencak silat itu punya nilai luhur,” sambung Rudianto.

Atraksi SH Terate jadi hiburan masyarakat desa

Apa yang dijelaskan oleh Rudianto diamini juga oleh Baskoro (28), juga anggota SH Terate asal Jawa Timur, bahwa pertunjukan tersebut adalah bentuk ekspresi kebanggaan atas seni bela diri khas Indonesia.

Apalagi, pencak silat punya sejarah panjang dan bersinggungan dengan sejarah perjalanan Indonesia menuju kemerdekaan.

Saat menikah di usia 26 tahun, artinya belum lama ini, Baskoro juga mengundang teman-teman seperguruannya untuk hadir di acara pernikahannya. Dengan atribut lengkap anggota pencak silat, unjuk kebolehan melalui beberapa atraksi.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh 𝙎𝙆𝙀𝙉𝘼 𝙏𝙀𝙍𝙊𝙋 𝘾𝙇𝙐𝘽 (@teroptv)

“Aku nggak ikut (atraksi). Yang kuminta tampil ya teman-teman,” jelas Baskoro.

“Waktu nikahanku, atraksinya ada tiga jenis. Model sparing, adu gerakan, dan ditutup dengan atraksi membelah balok. Jadi diuji, balok satu terbelah nggak. Terus kalau baloknya ditambahi bisa terbelah juga nggak,” sambungnya.

Tidak ada yang memalukan dari semua itu. Justru, kata Baskoro, pertunjukan tersebut menjadi hiburan bagi masyarakat desa, terutama yang datang di acara pernikahannya.

Pencak silat seolah berisi kumpulan orang nganggur

“Kerjanya apa, Mas?” Itu adalah satu jenis komentar yang kerap saya temui di beragam akun Instagram dengan video pertunjukan pencak silat di pernikahan.

Baskoro tertawa sengit saat saya berikan link video yang saya maksud tersebut. Komentar tersebut, bagi Baskoro, bernada sangat merendehkan. Seolah adalah sekumpulan orang nganggur.

“Saya pegawai swasta. Tapi juga anggota pencak silat. Dengan bangga saya sebut nama perguruan saya: SH Terate. Netizen terlalu benci dengan SH Terate sehingga apa yang kami lakukan selalu salah. Sekalipun itu tidak mengganggu mereka. Kami selalu direndahkan,” keluh Baskoro.

Belum lagi, ada saja akun Instagram yang melabeli anggota pencak silat sebagai jamet kabupaten.

Istri merasa punya pelindung

Istri Baskoro bukan berasal dari perguruan bela diri manapun. Dalam momen pernikahan yang mengundang teman-teman seperguruan Baskoro itu, istrinya juga tidak mengaku malu sama sekali.

Kata Baskoro, justru dengan tahu bahwa sang suami punya keterampilan bela diri, sang istri malah merasa lebih aman. Karena merasa punya pelindung.

“Kenapa cara mikirnya nggak gitu? Netizen justru komen, gunanya pencak silat apa, Mas? Biar bias KDRT? Fitnah yang kejam sekali itu,” tegas Baskoro.

Selain itu, istri Baskoro juga merasa dikelilingi banyak “saudara”. Apalagi status Baskoro sebagai salah satu warga SH Terate. Sehingga, suasana guyub kerap tersaji di rumah Baskoro karena sering menjadi tempat jagong.

“Sekarang punya satu anak, cewek, masih kecil. Biarpun cewek, nanti akan kukenalkan dengan bela diri ini. Dia harus bangga dengan seni bela diri leluhurnya. Dia juga harus punya bekal untuk menjaga diri sendiri,” tutup Baskoro.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Duka Jadi Atlet PSHT, Cuma Fokus Latihan tapi Setiap Ada Kegaduhan Ikut Khawatir atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

 

 

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 21 Juni 2025 oleh

Tags: bela diripencak silatperguruan pencak silatpernikahan anggota pencak silatpernikahan pshtpernikahan sh teratepilihan redaksishsh terate
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO
Ragam

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO
Ragam

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO
Ragam

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO
Ragam

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Jombang itu kota serba nanggung MOJOK.CO

Jombang Kota Serba Nanggung yang Bikin Perantau Bingung: Menggoda karena Tenteram, Tapi Terlalu Seret buat Hidup

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.