Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Edumojok

Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
7 April 2026
A A
Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari (Teknik Sipil) di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Lulus malah jadi sopir hingga bikin ibu kecewa MOJOK.CO

Ilustrasi - Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari (Teknik Sipil) di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Lulus malah jadi sopir hingga bikin ibu kecewa. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Awalnya ikuti permintaan orang tua untuk kuliah di jurusan paling dicari di sebuah PTN di Semarang. Karena orang tua punya harapan, setelah lulus setidak-tidaknya bisa menjadi PNS. Namun, setelah lulus ternyata bekerja tidak sesuai harapan hingga membuat orang tua kecewa. 

***

Karena orang tua PNS guru, harapan mereka sang anak bisa mengikuti jejak menjadi PNS. Langkah paling awal adalah melanjutkan kuliah berdasarkan rekomendasi mereka. 

Wardana (33-an tahun) sebenarnya tidak tertarik dengan kuliah. Tapi, karena sang kakak kuliah, adiknya pun direncanakan kuliah, ia sebagai anak kedua pun harus mengikuti paksaan orang tua untuk kuliah. 

Masalahnya, Wardana tidak bisa leluasa memilih jurusan yang ia minati. Orang tua memaksa agar Wardana kuliah di jurusan paling dicari seperti Teknik Sipil. Meskipun biaya mahal (lewat jalur mandiri pun tidak masalah). Orang tua Wardana sanggup membiayai. 

“Aku pilih Teknik Sipil di sebuah PTN Semarang. Waktu itu aku lewat mandiri. Aku nggak mau effort seleksi jalur nilai dan tes, karena kan aku kuliah bukan karena minatku sendiri,” ungkap Wardana, Jumat (3/4/2026). 

Ekspektasi orang tua karena anak kuliah di jurusan paling dicari di PTN Semarang

Orang tua Wardana, kata Wardana, memang suka membangga-banggakan sang anak yang kuliah di jurusan paling dicari di PTN Semarang tersebut. Terutama sang ibu. 

Di kelas, saat mengajar anak-anak kelas 3 SMA, ibu Wardana tidak luput untuk memotivasi siswa agar mencari jurusan bergengsi saat kuliah kelak. Sebab, jurusan paling dicari seperti Teknik Sipil punya prospek kerja jelas. Ijazahnya diperhitungkan. 

Cerita itu ia dapat dari sang adik yang semasa SMA memang sekolah di SMA yang sama dengan sang ibu. Kata sang adik, ibunya bahkan beberapa kali menyebut, “Anak saya yang pertama kuliah di ini. Anak saya yang kedua itu kuliah di Teknik Sipil.”

“Jadi kuliah itu harus punya proyeksi masa depan juga. Pilih jurusan yang besar potensinya dicari di dunia kerja, baik swasta maupun PNS,” begitu ibu Wardana dari cerita sang adik. 

Memang, gara-gara orang tua PNS dan kakak pun menjadi PNS setelah lulus kuliah, Wardana dan adiknya pun akhirnya juga mendapat ekspektasi yang sama. 

Lulus dari jurusan paling dicari PTN Semarang tapi tidak menjadi PNS

Setelah agak susah payah lulus karena memang tidak serius-serius amat kuliah, paksaan sang ibu pun beralih agar Wardana mengikuti seleksi CPNS. 

“Aku pernah ikut sekali, tapi nggak lolos kan. Itu ibu masih ngotot bahkan mendorong aku buat ikut bimbel persiapan seleksi CPNS, hahaha, saking penginnya beliau biar aku nyusul kakak perempuanku jadi PNS,” kata laki-laki asal Klaten, Jawa Tengah itu.  

Tidak berhenti di situ, sembari menunggu seleksi CPNS tahap berikutnya, ibu Wardana bahkan mendorong agar Wardana melamar kerja di sektor swasta terlebih dulu. Asal kantoran. 

Iklan

Sebab, bagi ibu Wardana, lulusan jurusan paling dicari seperti Teknik Sipil kalau kerjanya ngasal, malah seolah men-downgrade gelar yang Wardana miliki. Kerja kantoran di sektor swasta adalah bare minimum bagi ibu Wardana, Tujuan utama tetap lah menjadi PNS. 

Baca lanjutannya di halaman selanjutnya…

Ijazah tidak terpakai, kerja “remeh” bikin orang tua kecewa

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 8 April 2026 oleh

Tags: Cpnsjurusan dengan prospek kerja bagusjurusan paling dicariPNSPTNptn semarangseleksi CPNSTeknik Sipil
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Gagal seleksi CPNS (PNS ASN) pilih nikmati hidup dengan mancing MOJOK.CO
Sehari-hari

Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang

9 April 2026
Gagal seleksi PPPK dan CPNS meski daftar di formasi PNS atau ASN sepi peminat. Malah dapat kerja yang benefitnya bisa bungkam saudara yang sebelumnya menghina MOJOK.CO
Sehari-hari

Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina

9 April 2026
PNS tetap WFO saat WFH
Sehari-hari

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026
Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO
Urban

Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi

8 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO

Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi

8 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026
Bekerja di Jakarta vs Jogja

Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental

10 April 2026
Lulusan farmasi PTS Jogja foto keluarga

Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

7 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.