Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
10 April 2026
A A
Warung nasi padang jual rendang khas Minang di Jogja

Ilustrasi - Rendang (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pekan lalu, secara random saya memesan nasi Padang dari salah satu rumah makan Padang di Jogja melalui aplikasi online. Saya memilih menu rendang tanpa ekspektasi apa pun, sebab hanya membayar Rp13 ribu untuk induk makanan Minang tersebut. Namun ternyata, rasanya justru melebihi menu sama yang dijual seharga Rp40 ribu, padahal secara rasa lebih menyerupai kuliner Jawa.

Ada rendang mahal di Jogja, tapi rasanya mirip kuliner Jawa

Mojok sebelumnya pernah menuliskan artikel mengenai penemuan rendang di salah satu rumah makan Padang di Jogja yang rasanya cenderung manis, bahkan di lidah seseorang yang berdarah Jawa. Lauk andalan yang kerap dipilih saat memakan nasi Padang ini, mengecewakan pembelinya karena tidak sesuai dengan ekspektasi untuk harganya yang mahal. 

Padahal, salah satu cara mengetahui nasi Padang yang nyaman dinikmati adalah melalui lauknya. Apabila rendang, sebagai induk makanan dalam tradisi Minang, dapat menawarkan rasa yang menjanjikan, deretan lauk lainnya seakan-akan terjamin secara rasa.

“Manis dia,” kata Maria (22).

“Jujur, cukup kecewa karena biasanya pun asin,” kata dia menambahkan.

Persisnya, rendang dengan cita rasa manis itu ditemukan di salah satu rumah makan Padang yang tidak hanya terkenal di Jogja, melainkan di Indonesia. Sebab, pemiliknya merupakan salah seorang pemengaruh yang berdarah Minang, tetapi tidak lagi tinggal di sana. 

Kekecewaan terhadap cita rasa rendang yang tidak seperti diharapkan, tidak menonjolkan kekayaan rempah dan bumbu dari proses masak selama enam hingga tujuh jam, berlipat ganda dengan mengetahui bahwa rumah makan Padang yang digembar-gemborkan ternyata tidak memenuhi ekspektasi. 

Meski, ketika mencoba memahami alasannya, dapat diketahui bahwa rasa manis yang mendominasi dari rendang muncul dari adaptasi kuliner di luar wilayah Sumatra Barat. Jika rendang tradisional di rumah makan Padang yang benar-benar di Padang dikenal dengan rasa pedas dan rempah yang kuat, di luar daerah kekuaraannya kuliner ini dimodifikasi agar lebih sesuai dengan selera lokal.

Misal, di daerah Jawa, rendang yang dipatok seharga Rp40 ribu ini justru kaya akan rasa manis selayaknya kuliner Jawa dibandingkan rasa lain. Sebab, bumbu yang digunakan ditambahkan gula merah untuk menonjolkan rasa manisnya. 

Berdasarkan sejarahnya, wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jogja, memang terbiasa terhadap cita rasa manis. Pada masa penjajahan, semua hasil panen masyarakat Jawa di bagian Pantai Selatan diserahkan ke Belanda sehingga masyarakat mulai mengalami kelaparan. Karena banyaknya pohon tebu, masyarakat mengganjal perut dengan tebu sehingga membentuk tradisi mengonsumsi masakan manis. 

Rendang murah di rumah makan Padang justru keluar sebagai juara

Namun bukan berarti, tidak ada rendang di rumah makan Padang yang tidak didominasi rasa manis. Justru, penemuan baru-baru ini secara acak menuntun saya pada nasi Padang yang terasa masuk di lidah—sebagai seseorang yang menolak rendang dengan rasa manis—dan masuk di dompet.

Menghabiskan setidaknya setengah jam untuk menggulir layar ponsel, saya memilih untuk memesan menu rendang di salah satu rumah makan Padang yang hampir saban hari sebetulnya dilewati karena berlokasi di dekat kos. Akan tetapi, tidak pernah disinggahi.

“Oh, ini rumah makan Padang, enak nggak ya?”

Pikiran itu pernah terlintas, tetapi tidak cukup menjadi motivasi untuk menghentikan kendaraan dan memesan makanan di sana.

Lain cerita, karena sudah kehabisan preferensi makanan untuk dipesan online, saya mencobanya. Lalu, hasilnya tidak mengecewakan.

Boleh juga, pikir saya, setelah mencicipinya untuk pertama kali. Potongan daging yang disajikan cukup besar untuk harga Rp13 ribu, kematangan pas, tekstur tidak alot, dan cita rasanya cukup kaya, serta dapat diidentifikasi mengandung rempah dan bumbu—tidak dikuasai gula merah.

Padahal sebelumnya, saya selalu berpikir bahwa nasi Padang yang menggugah selera hanyalah yang mematok harga cukup tinggi. Ternyata, harga tidak menentukan rasa kuliner khas Minangkabau itu sendiri, setidaknya di Jogja.

Baca halaman selanjutnya…

Iklan

Cara mengetahui nasi Padang terjamin enak dan tidak manis di Jogja

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 11 April 2026 oleh

Tags: kuliner jawakuliner minangNasi Padangnasi padang aslinasi padang mahal vs murahNasi rendangwarung nasi padangwarung nasi padang di jogja
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Orang Jawa desa pertama kali coba menu aneh (gulai tunjang) di warung makan nasi padang (naspad). Lidah menjerit dan langsung merasa goblok MOJOK.CO

Orang Jawa Desa Nyoba “Menu Aneh” Warung Nasi Padang, Lidah Menjerit dan Langsung Merasa Goblok Seketika

15 Maret 2026
Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa Membuat Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja MOJOK.CO

Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja

13 Maret 2026
Kuliner Sunda yang tidak ada di Jogja, seblak buat perantau ingin mudik Lebaran

Alasan Orang Sunda Ingin Mudik Bukan Hanya Keluarga, tapi Tak Tahan Siksaan Makanan Jogja yang Rasanya “Hambar”

10 Maret 2026
Kuliner Jawa terbaik yang penemunya patut diberi ucapan terima kasih. Dari pecel hingga penyetan MOJOK.CO

3 Kuliner Jawa yang Penemunya Harus Diucapin “Terima Kasih”: Simpel tapi Solutif, Jadi Alasan Orang Tak Mati Dulu

16 Februari 2026
warung nasi padang asli, masakan padang.MOJOK.CO

Sulit Mencari Masakan Padang di Jogja yang Pas bagi Lidah Orang Minang, Rendang Terasa Manis

15 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

ngaji al-qur'an.MOJOK.CO

Promosi Miras Pakai Hafalan Al-Qur’an: Diklaim Lecehkan Agama, Berpotensi Mengulang Blunder Hollywings 

11 Agustus 2026
Mahasiswa KKN UGM dan LPS berkolaborasi hadirkan edukasi literasi keuangan di desa terluar Mentawai MOJOK.CO

Literasi Keuangan untuk Desa Terluar di Mentawai: Jadi Bekal Masyarakat Desa Hadapi Ragam Persoalan Finansial

10 Agustus 2026
Hyrox. MOJOK.CO

Panduan Selamat sebelum Menjajal Hyrox agar Nggak Celaka: Dari Latihan Angkat Beban sampai Tips Punya Asuransi Jiwa

9 Agustus 2026
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, pastikan jaga Lokananta Bloc sebagai kawasan ramah anak MOJOK.CO

Wali Kota Surakarta Pastikan Jaga Lokananta Bloc sebagai Kawasan Ramah Anak dan Ruang Kreatif Anak Muda

9 Agustus 2026
Konferensi pers menuju lima tahun Cherrypop sebagai lebaran skena MOJOK.CO

Cherrypop 2026: 5 Tahun Lebaran Skena, Jeda, dan Cerita-cerita di Balik Panggung yang Ubah Jalan Hidup Banyak Orang

10 Agustus 2026
Mending Beli Rumah di Menganti, Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo. MOJOK.CO

Alasan Pasangan Muda Beli Rumah di Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo: Kena Imbas Pembangunan Perkotaan

12 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.