ADVERTISEMENT

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Sebagai seseorang yang menyukai makanan pedas dan gurih, Maria tidak menemukan rasa pedas sedikit pun dari rendang yang dihidangkan. Dalam bayangannya mengetahui rendang khas Minang kaya rempah, Maria mengharapkan setidaknya ada sedikit rasa menggigit karena rendang juga dimasak dengan cabai.

“Tidak ada pedasnya juga kurasa,” ujarnya.

Adaptasi kuliner Jawa 

Rasa manis yang lebih mendominasi kiranya muncul karena adaptasi kuliner rendang di luar Sumatra Barat. Jika rendang tradisional di rumah makan Padang yang benar-benar di Padang terkenal dengan rasa pedas dan rempah yang kuat, di luar daerah kekuasaannya  kuliner ini dimodifikasi agar lebih sesuai dengan selera lokal.

Misalnya, di daerah Jawa, rendang yang kami cicipi kaya akan rasa manis selayaknya kuliner Jawa dibandingkan rasa lain. Sebab, bumbu yang digunakan ditambahkan gula merah yang membuat rasa manisnya lebih menonjol.

Menurut Guru Besar Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, masyarakat yang paling dekat dengan lingkungan kraton (Solo dan Jogja) lebih menyukai rasa manis.

“Dari ketiga kelompok [masyarakat Jawa] ini, masyarakat yang dekat dengan lingkungan keratonlah yang dikenal paling menyukai rasa manis,” katanya, seperti dikutip dari Antara, Senin (16/3/2026).

Dalam filosofi budaya kraton, rasa manis dianggap sebagai simbol kenikmatan, keharmonisan, dan kebahagiaan, sehingga makanan manis selalu menjadi sajian utama dalam berbagai acara adat dan tradisi masyarakat Jawa. Juga, kehidupan sehari-hari.

Namun sebenarnya, sekalipun berada di wilayah Jawa, Jogja, ada harapan untuk menemukan kuliner rendang khas Minang di rumah makan Padang yang autentik (tidak manis).

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Alasan Orang Sunda Ingin Mudik Bukan Hanya Keluarga, tapi Tak Tahan Siksaan Makanan Jogja yang Rasanya “Hambar” dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 17 Maret 2026 oleh .

Shofiatunnisa Azizah

Kontributor aktif media opini dan satir.