Cara mengetahui nasi Padang yang nikmat melalui penjual asli Minang
Untuk menemukan nasi Padang yang sesuai ekspektasi, ada beberapa cara mengetahui bahwa rasanya cukup terjamin melalui setidaknya tiga penanda. Salah satunya, pekerja dibawa langsung dari Tanah Minangkabau.
Cara mengetahuinya, jika datang ke warung nasi Padang, percakapan antar pegawai dengan dialek Minang akan langsung kentara. Sayangnya, beberapa tahun belakangan, mendatangkan pegawai dari Sumatra Barat tidak mudah.
Selain itu, salah seorang pedagang nasi Padang di Jogja, Yati (49), mengaku tidak betah di Jogja. ”Akhirnya kalau lagi terkendala begitu cari pegawai yang dekat. Banyak yang dari Wonosari dan Kebumen,” ungkap dia.
Penanda kedua, ada menu, seperti ikan bilis, dendeng batokok, gulai tambusu, hingga gulai ikan emas bertelur. Menurut pengusaha kuliner asal Sumatra Barat, Maesal Fasri, beberapa menu tersebut sulit diolah jika tidak lama menyelami dunia kuliner Minang.
Misal, menu olahan ikan bilis yang jarang ada di rumah makan Padang, disebabkan ikan tersebut merupakan satwa endemik dari Danau Singkarak.
“Biasanya pengiriman dari sana. Jadi, untuk orang asli Minang yang punya koneksi ke sana lebih mudah. Enak kalau gorengnya pakai balado,” terangnya.
Untuk memasak menu seperti itu juga, Maesal menceritakan bahwa orang Minang tidak pernah main-main urusan bumbu. Masakan Padang mengandalkan bumbu rempah yang kuat dan santan yang kentan, serta kemampuan masak sebagai warga asli Minang, untuk dapat menghasilkan rasa yang otentik.
Meski meniru resep itu mudah, siapa saja bisa memasak rendang, tetapi ada berbagai faktor yang berpengaruh. Katakan, rendang seharga Rp40 ribu yang diinisiasi orang asli Minang sekalipun, tidak dapat menyuguhkan rasa otentik ketika dimasak dengan cara berbeda dan oleh orang yang berbeda.
“Rasa itu nggak bisa ditiru seratus persen. Meniru takaran mungkin mudah, tapi feeling untuk mengaduk, kapan mengangkat, itu sulit. Itu naluri, istri saya, sudah terbiasa sejak kecil, akhirnya tetap mengawasi pegawai ketika mulai buka usaha di Jogja,” kata dia.
Penanda terakhir, seluruh cara untuk mengetahui kuliner Padang yang nikmat di Jogja itu masih dapat digocek dengan variasi menu. Padahal, beragam menu, sekalipun yang langka, tidak dapat memastikan rasanya kalau tidak diolah oleh pedagang yang tidak berasal dari tempat tersebut. Namun masalahnya, bagaimana benar-benar mengetahuinya?
Penulis: Shofiatunnisa Azizah
Editor: Ahmad Effendi
BACA JUGA: Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














