Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Malas dan Lelah Kuliah, Telepon Ibu Selamatkan Mahasiswa Keperawatan UGM hingga Lulus dengan IPK Sempurna

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
12 April 2026
A A
Mahasiswa keperawatan UGM Jogja lulus berkat ibu

Ilustrasi - Zufa Pasha Sabina, lulusan Prodi Keperawatan UGM (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Setiap mahasiswa bukan tidak mungkin pernah melalui rasa malas, serta pesimistis mampu kuliah hingga lulus. Itulah yang dirasakan Zufa Pasha Sabina (22) sebelum dirinya menemukan cara untuk bertahan selama kuliah, kemudian berhasil lulus dari Prodi Ilmu Keperawatan UGM Jogja dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) sempurna.

Tertekan dengan kesibukan akademik di Prodi Keperawatan UGM

Perempuan asal Kebumen ini bercerita, kuliah di Prodi Ilmu Keperawatan tidaklah mudah. Kesibukan akademik kerap membuatnya kewalahan. 

Iklan

Selama kuliahnya, Zufa mengikuti magang di layanan darurat medis terpadu, yakni Public Safety Center 119 Yogyakarta Emergency Services. Pada saat bersamaan, ia juga mempersiapkan tugas akhir. 

Tak ayal, rasa malas tidak jarang menghampiri Zufa. Ia merasa tidak lagi sanggup menjalani kegiatan perkuliahannya—sebagaimana yang tidak jarang dirasakan mahasiswa lain karena beban akademik. 

Karena itulah, Zufa mengaku tidak memasang target nilai sempurna. Ia hanya mencoba belajar dari pola akademik seiring berjalannya semester. Tentu, ia tidak ingkar dalam jebakan, “saya akan lebih baik pada semester selanjutnya,” seperti yang sebagian mahasiswa lakukan.

Yang Zufa lakukan adalah memastikan nilainya tidak turun dan tetap stabil selama perkuliahan. 

“Awalnya tidak ada target tertentu, tapi ketika sudah di pertengahan, kelihatan polanya. Yang penting nilainya tidak turun dan tetap bisa stabil,” kata dia, dikutip dari laman UGM, Minggu (12/4/2026).

Suara ibu setiap malam menjadi penyelamat lelah di Jogja 

Namun harus diakui, bagaimanapun strateginya, kegiatan kuliah tetap membuat dirinya merasa lelah. Ia bahkan merasa hilang semangat untuk menjalani keesokan harinya. Maka dari itu, memiliki keluarga dan teman-teman yang selalu mendukung menjadi sebuah berkat yang membantu dirinya bertahan selama kuliah di Ilmu Keperawatan UGM.

Setelah menjalani satu hari yang panjang, Zufa bercerita, dirinya akan melakukan kebiasaan sederhana yang membantunya bertahan hidup di perantauan, juga perkuliahan di Jogja. Ia menghubungi ibu setiap malam, kemudian menceritakan kesehariannya.

Hanya dengan mendengar suara sang ibu, Zufa mengaku selalu mendapat motivasi dan petuah sehingga ia dapat menyalakan kembali semangatnya untuk menjalankan aktivitas kuliah esok hari. 

“Pokoknya setiap malam saya selalu menelpon ibu, senang rasanya kalau sudah mendengar suaranya,” kata dia.

Baca halaman selanjutnya…

Bertahan mati-matian hari demi hari hingga lulus dengan IPK 4, sempurna!

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 13 April 2026 oleh

Tags: FKKMK UGMIlmu Keperawatan UGMJurusan Keperawatankuliah keperawatanlulus IPK sempurnalulusan ugmmahasiswa keperawatanUGMugm jogja
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Perjuangan masuk UGM.MOJOK.CO
Sekolahan

Kehilangan Ayah Menjelang SNBT, Kini Berhasil Kuliah Gratis di UGM Meski Harus Belajar di Rumah Sakit

23 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO
Sehari-hari

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO
Urban

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
kuis rempah rempah
Kabar

Merawat Muruah Rempah Nusantara lewat Riset Genetika

2 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sombongkan IPK dan gelar sarjana cumlaude dari PTS Jogja. Optimis pikat HRD perusahaan incaran tapi ujungnya lontang-lantung bawa lamaran pekerjaan MOJOK.CO

Dulu “Sombongkan” IPK dan Gelar Sarjana Cumlaude, Kini Malu Lontang-lantung Cari Kerja karena Tren HRD Tak Terpikat IPK

29 Juli 2026
Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru MOJOK.CO

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru

29 Juli 2026
Pengeroyokan di Bali tidak dibenarkan. MOJOK.CO

Pakar Hukum Pidana: Pelaku Pengeroyokan di Bali Bisa Kena KUHAP, sementara Keluarga Korban Terlanjur Alami Trauma

27 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Nasirun, pelukis-seniman maestro berpulang dengan meninggalkan ingatan kebaikan MOJOK.CO

Hadiah Lukisan Topeng dari Membetulkan Antena TV dan Laku Hidup Seorang Nasirun

1 Agustus 2026
kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

Warga vs Warga, Mengapa Kekerasan di Tingkat Tapal Terus Berulang?

28 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.