Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Guru Pendamping Study Tour Paling Menderita, Stres dan Tanggung Jawab Besar tapi Dianggap Paling Bahagia

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
10 Maret 2025
A A
Guru Pendamping Study Tour Paling Menderita, Stres dan Tanggung Jawab Besar tapi Dianggap Paling Bahagia.MOJOK.CO

Ilustrasi - Guru Pendamping Study Tour Paling Menderita, Stres dan Tanggung Jawab Besar tapi Dianggap Paling Bahagia (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Banyak orang berpikir menjadi guru pendamping study tour itu enak. “Bisa jalan-jalan gratis, dibiayai duit siswa pula”. Kira-kira begitu yang ada dipikiran orang-orang. 

Padahal, mereka menjadi orang yang paling stres sepanjang tur wisata.

Bahkan, kalau bisa memilih, mereka mending tak menjadi guru pendamping study tour. Sebab, tanggung jawabnya terlalu besar untuk “hasil” yang tak seberapa.

Sejak awal sudah merasa tidak enak

“Bahkan sejak awal ditunjuk jadi guru pendamping study tour, feelingku udah nggak enak. Tapi nggak bisa nolak juga,” ujar Ardi (27), salah satu guru asal Jogja yang pernah mendampingi siswa study tour.

Reporter Mojok menemui Ardi pada Sabtu (8/3/2025) malam. Pada awalnya, ia ingin dimintai pendapat soal pelarangan study tour di Jawa Barat dari sudut pandang seorang guru pendamping.

Namun, dalam obrolan tersebut, Ardi punya sudut pandang lain. Ia lebih banyak curhat, atau meng-counter narasi anggapan publik selama ini, yang mengatakan guru pendamping study tour pasti bahagia.

“Orang tahunya, ‘wah enak, jalan-jalan gratis, dibayarin pakai iuran siswa’. Hadeuh! Ada-ada aja netizen ini,” kata guru honorer yang sudah setahun lebih mengajar ini.

“Tapi ya begitu, netizen asal njeplak karena nggak tahu gimana stresnya kami para guru pendamping di lapangan,” sambungnya, dengan nada sebal.

Kalau enak, nggak mungkin pada ogah-ogahan jadi guru pendamping study tour

Ardi bercerita, ia menjadi guru pendamping study tour pada libur sekolah akhir 2024 lalu. Awalnya, ia tak pernah berpikir bakal ditunjuk. Sebab, ada banyak guru yang lebih senior di sekolahnya–yang biasanya “langganan” ikut tur wisata.

“Apalagi aku cuma honorer. Nggak pernah mikir bakal dilibatkan,” jelasnya.

Namun, di grup WA yang berisi para guru, mereka malah saling tunjuk. Di antara mereka banyak yang ogah-ogahan.

Ada yang beralasan mau liburan sendiri bersama keluarga. Dan tak sedikit juga yang terang-terangan bilang “malas mengurus siswa”.

“Karena yang tua-tua nggak ada yang mau, tahu-tahu nunjuk aku. Gilanya lagi pada sepakat. Serba salah dong, mau nolak nggak enak, tapi kalau ikut aku aslinya udah ada agenda sendiri,” ungkapnya.

Akhirnya, berangkatlah dia mendampingi 80 siswa berangkat study tour dari Jogja ke Malang. Total ada dua guru pendamping yang ikut. Dua-duanya guru honorer.

Iklan

Baca halaman selanjutnya…

Beban berat ngurus siswa yang “mabok” dan bandel, tapi apresiasi yang didapat nggak sebanding.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 14 Maret 2025 oleh

Tags: guru honorerguru pendampingguru pendamping study tourpilihan redaksistudy tour
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO
Urban

Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti

7 Februari 2026
self reward.mojok.co
Ragam

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026
gen z kerja merantau beban mental dan finansial.mojok.co
Ragam

Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

6 Februari 2026
blok m jakarta selatan.mojok.co
Urban

Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

5 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kos di jakarta.MOJOK.CO

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026
TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO

Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Sesi mengerikan kehidupan di desa: orang tua nelangsa karena masih hidup tapi anak-anak (ahli waris) sudah berebut pembagian warisan MOJOK.CO

Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

3 Februari 2026
Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026
Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen yang Nggak Perlu Ngomongin Toleransi MOJOK.CO

Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen Kok Nggak Ngomongin Toleransi

2 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.