Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Ramadan di Masjid UGM, 1500 Porsi Berbuka Gratis Kalah Menarik dari Penceramah yang Tak Ada di Masjid Lain

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
15 Maret 2024
A A
Masjid UGM.MOJOK.CO

Ilustrasi Masjid UGM (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ramadan di Kampus (RDK) UGM tahun ini menghadirkan elite politik sampai pengkritik pemerintah paling ternama di Indonesia. Acara yang rutin digelar di Masjid UGM Jogja jadi momen yang banyak dinanti jemaah.

Sudah bukan barang asing lagi, kalau setiap Ramadan beberapa tahun terakhir kajian di Masjid UGM jadi momen kehadiran sejumlah tokoh nasional ke Jogja. Sosok-sosok yang sering mewarnai layar kaca dan pemberitaan media.

Iklan

Bagi mahasiswa UGM, kajian Ramadan ini jadi momen yang mereka nantikan. Bahkan, ada yang menjuluki setiap sesinya sebagai kuliah “3 SKS”.

Wardah misalnya, alumnus UGM Jogja yang lulus pada 2021 silam mengaku selalu menantikan kajian Ramadan di kampusnya. Berbeda dengan kajian pada umumnya, baginya, hal paling menarik adalah keberagaman yang hadir di mimbar.

“Bagiku ya rasanya jadi belajar agama tapi dari beragam perspektif. Bukan sekadar mendatangkan ‘ustadz’ aja gitu,” terang Wardah kepada Mojok Sabtu (9/3/2024).

Baginya, keragaman materi ini selalu kontekstual dengan kondisi terkini yang terjadi di masyarakat. Meski materinya terkesan berat tapi bagi Wardah selalu relevan.

Memang, ada nama-nama pendakwah kondang yang selalu muncul. Namun, sisanya adalah sosok dengan beragam latarbelakang.

Pada 2024 ini misalnya, Ramadan tiba tak lama selepas pemilu yang menyita perhatian masyarakat. Selama pemilu, sosok-sosok dari “Kampus Kerakyatan” ini muncul di halaman depan media dan headline-headline pemberitaan. Baik yang diasosiasikan sebagai bagian dari pemerintahan maupun pengkritik paling tajam dari luar lingkar kekuasaan.

Masjid UGM Jogja.MOJOK.CO
Area kompleks Masjid UGM (Wikimedia Commons)

Namun, selama Ramadan di Masjid UGM sosok-sosok itu bergantian menjadi penceramah. Dalam rangkaian acara yang digelar oleh Masjid UGM dan UKM Jemaah Shalahudin ini setidaknya ada dua sesi kajian yakni Safari Ilmu Bulan Ramadan di sore hari dan Ramadan Public Lecture pada masa tarawih.

Mendengar beragam perspektif di Masjid UGM

Pada Ramadan kali ini, Ustaz Salim A Fillah jadi pembuka public lecture hari pertama, Minggu (10/3/2024). Namun, sosok yang mengundang banyak perhatian di unggahan Instagram @Masjidkampusugm adalah Pratikno, mantan rektor UGM yang oleh Majalah Tempo dapat julukan “Tangan Kanan Tuan Presiden”.

Sosok tersebut memang mantan rektor sekaligus guru besar di Fisipol UGM. Prof Praktikno akan berbicara soal strategi tata kelola negara yang efektif dalam rangka pembangunan bangsa pada Rabu (20/3/2024) mendatang.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Ramadhan Di Kampus UGM 1445 H (@rdkugm)

Iklan

Di sisi lain, Masjid UGM juga menghadirkan dua sosok pakar hukum tata negara yang beberapa hari jelang pemilu lalu jadi sorotan publik karena berperan dalam film documenter Dirty Votes. Sebuah film yang memaparkan berbagai dugaan kecurangan pemilu oleh Jokowi.

Keduanya adalah Feri Amsari dari Universitas Andalas dan Zainal Arifin Mochtar dari UGM. Feri akan bicara soal Reorientasi Prioritas Kebijakan Nasional: Menyongsong Suksesi Kepemimpinan Pasca 2024 sedangkan sementara Zainal akan memaparkan materi Korelasi Negara Kesejahteraan dengan Demokratisasi Kehidupan Masyarakat sebagai Wujud Negara Paripurna.

Mereka tentu hadir pada waktu yang berbeda dan bicara mengenai hal-hal sesuai latarbelakang keilmuan masing-masing. Namun, kehadiran pemateri ini memberi warna yang menarik. Di mimbar yang sama, tokoh-tokoh dengan berbagai pandangan dan pendirian berbeda soal politik membagikan gagasannya.

Makanan gratisnya enak-enak tapi kalah menarik dari materi yang “daging” semua

Seperti Wardah, Fadhli (26), mengaku bahwa keragaman pembicara selama Ramadan di Masjid UGM adalah hal yang paling ia nantikan. Bagi lelaki yang mengaku setiap Ramadan sering mencari kajian menarik di masjid, UGM adalah yang terbaik dalam urusan menghadirkan pembicara.

“Selain Masjid UGM sebenarnya ada Masjid Syuhada Jogja. Buatku, pemateri kajiannya itu lebih menarik dari menu makanan berbuka gratisnya yang sebenarnya juga enak-enak,” kelakar lelaki yang S1 dan S2 di UGM ini.

Sebagai informasi, Masjid UGM memang menyediakan makan berbuka 1500 porsi dan menu sahur 500 porsi per hari selama Ramadan 2024. Menunya juga beragam. Mulai dari rendang, sate ayam, bandeng presto, ayam teriyaki, dan berbagai santapan lezat lainnya.

“Dulu zaman masih S1, selesai kelas itu langsung ke masjid. Dengar ceramah sambil nunggu berbuka. Suasana Ramadan hidup banget. Dulu bisa kali, 15 hari Ramadan aku dengar ceramah di sana,” katanya.

Fadhli juga mengaku tidak kaget, dengan keragaman pemateri yang bahkan tampak sangat berseberangan dalam pandangan politik. “Justru itu ciri khas setiap tahun. Apalagi kalau memang latarbelakang mereka akademisi dari UGM,” cetusnya.

Selain akademisi cum tokoh publik yang banyak khalayak kenali, sebenarnya di kajian Ramadan di Masjid UGM juga banyak diisi oleh akademisi internal yang tak kalah menarik. Bagi Fadhli, meski namanya tidak setenar sosok-sosok yang sering muncul di media, materinya tetap “daging” semua.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Mahasiswa ITS Lulus Sarjana Jelang Drop Out, Sidang Skripsi Kaget Ketemu Teman yang Sudah Jadi Dosen

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 15 Maret 2024 oleh

Tags: jokowikajian ramadanmasjid ugmramadan di kampus ugmUGM
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

donasi ekonomi.MOJOK.CO
Urban

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
kuis rempah rempah
Kabar

Merawat Muruah Rempah Nusantara lewat Riset Genetika

2 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Mila lulusan Fapet UGM. MOJOK.CO
Sekolahan

Dobrak Keraguan Perempuan Tak Pantas Jadi Peternak, Alumnus Fapet UGM Ini Berhasil Raih Rp700 Juta di Tuban

29 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.