Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Keluhan dan Keresahan di Balik Apotek K24 yang Buka 24 Jam

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
3 Maret 2025
A A
Apotek K24 bantu mahasiswa Jogja dan Surabaya yang sakit giginya kumat tengah malam MOJOK.CO

Ilustrasi - Apotek K24 bantu mahasiswa Jogja dan Surabaya yang sakit giginya kumat tengah malam. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kalau disuruh memilih, mending diserang sakit kepala, demam, dan flu sekaligus ketimbang sakit gigi. Begitu lah kata Viki (24) kala sakit giginya kumat pada tengah malam. Mahasiswa di Jogja itu merasa bersykur ada orang yang menginisiasi apotek buka 24 jam seperti K24.

Kepada Mojok Viki bercerita, Viki sebenarnya tidak punya riwayat sakit gigi sejak kecil. Baru ketika merantau ke Jogja dia berhadapan dengan jenis penyakit menyebalkan itu.

Iklan

Siklus sakit giginya selama merantau sebagai mahasiswa di Jogja pun terbilang unik. Bukan karena habis makan sembarangan atau jarang sikat gigi. Tapi ketika tubuhnya sangat kelelahan.

“Terlalu sibuk organisasi. Terus masih bergadang ngerjain tugas-tugas. Nah, kalau sudah bener-bener capek, langsung gigiku sakit banget. Gusinya bengkak,” ujar mahasiswa tingkat akhir di salah satu universitas negeri di Jogja tersebut.

Air garam tak mempan

Entah valid sesuai medis atau tidak, Viki tidak pernah mengeceknya. Hanya saja, banyak orang di sekitarnya menyarankan agar Viki berkumur pakai air garam.

Cara tersebut sudah beberapa kali Viki lakukan. Akan tetapi, beberapa kali dia mencobanya, sakit giginya tetap tak mereda.

“Sakit gigiku entah kenapa selalu kumat di jam-jam menjelang tengah malam. Posisi kan sudah mager mau keluar-keluar. Jadi aku selalu berupaya tidur, biar nggak kerasa,” katanya.

Sialnya, upaya untuk tidur selalu berujung sia-sia. Giginya terasa makin cenat-cenut. Kalau sudah begitu, Viki mesti akan menangis menahan sakit. Sebelum akhirnya menyeret kakinya untuk mencari obat di luar.

Obat-obatan di toko hanya ngaruh sebentar

Viki berasal dari sebuah kampung di Sumenep, Madura. Sejauh ingatannya, tiap kali anggota keluarganya sakit, alih-alih ke apotek (apalagi seperti K24), opsinya pasti beli obat-obatan di warung. Hanya pada situasi darurat saja akan pergi ke klinik atau puskesmas.

“Misalnya, sakit kepala, pergi ke warung beli Bodrex atau Oskadon. Batuk-flu beli Mixagrip. Maksudnya, obat-obat seperti itu kan gampang ditemukan di warung-warung,” tutur Viki.

Kebiasaan semacam itu pun terbawa hingga saat merantau ke Jogja. Kalau sudah merasa tidak enaka badan, Viki akan langsung menuju warung Madura yang, selain buka 24 jam, juga sedia aneka ragam kebutuhan. Termasuk obat-obatan.

“Obat sakit gigi ternyata ada juga. Aku nggak tahu mereknya. Kubeli saja. Tapi redanya cuma sesaat. Bangun tidur tetep cenat-cenaut lagi. Nggak tahan aku,” kata Viki.

Baru tahu ada Apotek K24 kala kuliah Jogja

Saat diserang sakit gigi untuk yang kesekian kali, Viki akhirnya memilih berpaling dari warung Madura. Menyisir jalanan Babarsari, pemuda Madura itu agak kaget ketika tahu ternyata ada apotek yang benar-benar buka 24 jam: K24.

“Waktu awal-awal di Jogja ya tahu ada Apotek K24. Tapi waktu itu nggak percaya bukanya 24 jam, kayak warung Madura aja,” terang Viki.

Iklan

“Kalau warung Madura buka 24 jam masuk akal. Jualannya macam-macam. Apotek kan jualan obat, jadi dalam benakku, sepertinya jarang yang butuh obat-obatan tengah malam,” sambungnya.

Apotek K24 bantu mahasiswa Jogja dan Surabaya yang sakit giginya kumat tengah malam MOJOK.CO
Ilustrasi – Salah satu Apotek K24. (Dok. Apotek K24)

Tapi sejak mulai memiliki siklus sakit gigi, Viki bersyukur betul mulai mengenal apotek seperti K24.

“Sejak awal beli, sama karyawannya disarankan pakai Asam Mefenamat. Ampuh sekali. Minum satu pil, langsung tidur, besoknya pas bangun nyerinya tinggal sisa-sisa,” bebernya. Relatif hanya butuh dua kapsul bagi Viki untuk membuat giginya benar-benar sembuh.

Apotek K24 seperti warung Madura: ada di mana-mana

Tidak seperti Viki, Dipta (27) mengaku tidak memiliki riwayat maupun siklus sakit gigi. Hanya saja, kerap kali secara tiba-tiba giginya merasa nyeri pada tengah malam.

Bedanya lagi dengan Viki, Dipta sejak kecil hingga sekarang tinggal di kota metropolitan, Surabaya. Apotek K24 tentu bukan menjadi hal asing baginya.

“Memang mirip warung Madura, sih. Buka 24 jam. Kalau di Surabaya, gampang banget nemunya. Karena titiknya di mana-mana. Obat-obatnya juga terbilang komplet,” ujar Dipta.

Sudah tidak terhitung berapa kali Dipta harus meluncur dari rumahnya di Tambkasari, Surabaya, pada jam-jam tengah malam guna mencari obat di Apotek K24. Bukan cuma untuk sakit gigi, tapi juga untuk penyakit-penyakit ringan lainnya.

“Kadang kalau lagi mager, pakai layanan jasa antar dari pihak apotek. Itu bisa juga. Malah lebih enak, nggak perlu keluar-keluar,” terang Viki.

Lahir dari keresahan

Merujuk laman resmi Apotek K24, apotek tersebut didirikan pada tanggal 24 Oktober 2002 oleh dr. Gideon Hartono, seorang dokter umum yang sedang bertugas di Puskesmas Gondokusuman II.

Awal mula muncul ide mendirikan Apotek K24 adalah karena adanya keresahan atau kesulitan dalam menemukan obat saat tengah malam.

Masa itu, jarang sekali ada apotek yang bisa buka sampai malam hari. Kalaupun ada, biasanya apotek tersebut sulit dijangkau masyarakat umum. Selain itu, harga yang dipatok pasti lebih mahal dari harga normal.

Karena keadaan itulah, dr. Gideon mempunyai ide untuk mendirikan apotek sendiri yang selalu buka 24 jam dan memberi kemudahan akses bagi masyarakat umum.

Apotek K24 yang pertama berdiri di Jalan Magelang, Jogja. Seiring waktu, apotek tersebut bertransformasi menjadi waralaba yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Lika-Liku Dunia Apoteker: Sekolahnya Mahal, Gajinya Lumayan, tapi Sering Ketemu Pelanggan yang Ajaib atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 3 Maret 2025 oleh

Tags: apotek 24 jamapotek k24Jogjak24 jogjak24 surabayaSurabaya
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Kisah pemilik Yamaha Fazzio hitam di Jogja. MOJOK.CO
Eksplor

Gelontorkan Tabungan Jutaan Rupiah demi Modifikasi Fazzio: Cara Manis Anak Muda Jogja Menghargai Kepedulian Orang Terdekat

30 Juni 2026
Kedai Kopi Dinasty di Surabaya milik alumnus Unesa. MOJOK.CO
Sosok

Bukan Sekadar Cari Cuan, Alumnus Unesa Ini Sukses Bikin Kedai Kopi Murah Sekaligus Berdayakan Ibu-ibu untuk Jual Kopi Keliling

30 Juni 2026
Kudus, Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan.MOJOK.CO
Eksplor

Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan 

27 Juni 2026
Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha Terbaik Idola Orang Jambi MOJOK.CO
Otomojok

Setelah Melakukan Pengamatan, Saya Menemukan Fakta Bahwa Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha yang Menemukan Habitat Alaminya di Jambi

25 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kedai Kopi Dinasty di Surabaya milik alumnus Unesa. MOJOK.CO

Bukan Sekadar Cari Cuan, Alumnus Unesa Ini Sukses Bikin Kedai Kopi Murah Sekaligus Berdayakan Ibu-ibu untuk Jual Kopi Keliling

30 Juni 2026
Perempuan-Perempuan Cilik Merawat Asa Timnas di Tengah Kekosongan Ekosistem Profesional, MLSC.mojok.co

Perempuan-Perempuan Cilik Merawat Asa Timnas di Tengah Kekosongan Ekosistem Profesional

30 Juni 2026
Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga MOJOK.CO

Punya WiFi di Rumah Desa Bikin Bocil Tetangga Jadi Kurang Ajar dan Hilang Adab, Saya yang Bayar Tagihan Cuma Dapat Emosinya

25 Juni 2026
Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal MOJOK.CO

Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal

24 Juni 2026
Mahasiswa Unair kuliah di Polandia, Eropa dengan beasiswa pertukaran pelajar dari Erasmus. MOJOK.CO

Jalan-jalan ke 6 Negara di Eropa dengan Beasiswa Erasmus, Mahasiswa Unair Ini Dapat Pembelajaran Berharga dari Sekadar Belajar Musik

24 Juni 2026
Yamaha Aerox Alpha 2025, Matik Terbaik untuk Anak Muda dan Jawaban Terbaik dari Yamaha yang Menolak Tunduk pada Stigma Jamet yang Salah Alamat

Yamaha Aerox Alpha 2025, Matik Terbaik untuk Anak Muda dan Jawaban Terbaik dari Yamaha yang Menolak Tunduk pada Stigma Jamet yang Salah Alamat

29 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.