Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Tersiksa Punya Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS, Biaya Pengobatannya bikin Putus Asa

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
14 Januari 2025
A A
Pedih orang-orang yang penyakitnya tidak ditanggung BPJS MOJOK.CO

Ilustrasi - Pedih orang-orang yang penyakitnya tidak ditanggung BPJS. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pengobatan yang benar-benar bisa menyembuhkan penyakit Royyan (18) dan Faliha (22) hanya ada dalam angan-angan mereka saja. Biayanya terlampau mahal. Sementara BPJS tidak menanggungnya.

***

Saya bertemu Royyan saat sedang sama-sama menunggu motor kami ditangani montir di sebuah bengkel di Jalan Besi Jangkang, Ngaglik, Sleman, pada Rabu (25/12/2024) siang WIB.

Kami sama-sama berkacamata. Bedanya, Royyan butuh benar-benar mendekatkan wajahnya ke layar ponselnya agar bisa membaca/melihat jelas apa yang ada di layar ponselnya tersebut.

Cukup lama kami saling diam. Sampai akhirnya Royyan memberanikan diri bertanya pada saya, “Minus berapa, Mas?” Saya menyebut angka diopri lensa yang saya pakai. Royyan hanya mengangguk-angguk dengan gestur kikuk.

“Saya sepertinya sudah parah, Mas. Tapi gimana ya, nggak ditanggung BPJS,” ucap pemuda itu dengan wajah melas.

BPJS hanya bisa untuk kontrol

Royyan asli Sleman. Dia mengaku sudah menderita mata minus sejak masih SD. Itu pun angkanya sudah tinggi: -3,0.

Lalu ketika kontrol terakhir waktu kelas 2 SMP, angkanya semakin tinggi: -5,0. Dan itu adalah momen terakhir kali Royyan mau diajak kontrol orang tuanya ke dokter mata.

Meskipun untuk sekadar kontrol atau periksa mata memang bisa menggunakan BPJS, tapi Royyan merasa enggan.

Sebab, ada perasaan getir yang aneh setiap kali mendengar penjelasan dokter mata. Royyan merasa takut. Lebih tepatnya tidak siap menerima kenyataan kalau minusnya makin tambah.

“Aku baru saja lulus SMK, Mas. Nggak pernah periksa lagi. Dan sekarang kayaknya makin parah,” ungkap Royyan getir.

Wortel sembuhkan mata minus hanya mitos

Sejak SMP, Royyan termakan omongan bahwa wortel bisa menyembuhkan mata minus. Itu dia dapat dari guru-gurunya di SMP, yang menyarankan agar Royyan rajin minum jus wortel atau syukur-syukur wortel mentah.

Royyan pun manut saja. Dia terbilang sering minum jus wortel atau wortel mentah, dengan harapan dia benar-benar bisa sembuh.

“Karena susah, Mas, punya mata minus. Mau ngapa-ngapain nggak leluasa. Misalnya, main futsal. Ya nggak bisa. Aku sempat ikut main futsal, kena bola, patah (frame-nya),” tutur Royyan.

Iklan

Memang ada, sih, kecamata minus khusus untuk aktivitas sport atau outdoor. Tapi, jika melihat harganya, tidak mungkin orang tuanya mau mengeluarkan uang untuk menebusnya. Harga paling murah Rp500 ribuan, og.

Intensitas Royyan minum jus wortel dan makan wortel mentah ternyata tidak membuahkan hasil. Matanya malah terasa makin buram dari waktu ke waktu.

Hingga akhirnya, menjelang lulus SMK, Royyan baru tahu kalau “wortel bisa sembuhkan mata minus” hanyalah “mitos”. Di internet ada banyak sekali tulisan yang membantah anggapan tersebut.

“Dan aku baru sadar, beberapa kali aku periksa mata yang sampai SMP itu, sekali pun aku nggak pernah dengar dokter menyarankan banyak-banyak minum jus wortel,” kata Royyan.

Dan memang begitu lah adanya, seperti yang diungkapkan dokter spesialis mata dari Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung, dr. Prettyla Yollamanda, Sp.M.

“Tidak apa-apa minum jus wortel karena itu bagus untuk kesehatan mata. Tapi jangan berharap itu akan membantu menyembuhkan mata minus,” jelasnya seperti termuat di laman resmi Kemenkes.

Biaya operasi yang terlamapu besar

Royyan akhirnya tahu, satu-satunya cara untuk mengobati mata minus adalah operasi. Ada beberapa pilihan metode. Tapi yang disebut paling efektif adalah operasi dengan metode LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis).

Dalam prosedur ini, laser digunakan untuk mengubah bentuk kornea mata, sehingga cahaya dapat difokuskan secara akurat pada retina.

“Katanya ya mahal banget. Dan nggak ditanggung BPJS. Nasib, nasib,” keluh Royyan.

Melansir dari laman resmi Rumah Sakit dan Klinik Mata KMU (Kesehatan Mata Utama), metode LASIK sendiri terbagi ke dalam beberapa jenis, menyesuaikan tingkat risiko. Namun, gambarannya, biayanya berkisar antara Rp33 juta sampai Rp42 juta untuk sepasang mata.

“Kan, uang dari mana, Mas? Harus jual apa buat dapat uang sebesar itu?” Respons Royyan dengan wajah putus asa saat saya perlihatkan range harga KMU 2025.

BPJS tak tanggung operasi LASIK

Sayangnya, BPJS memang tidak menanggung biaya operasi LASIK.

Masih melansir KMU, alasan BPJS tidak menanggung biaya operasi LASIK karena LASIK bukanlah suatu jenis operasi mata yang dianggap esensial atau wajib dilakukan, sehingga tidak dapat menggunakan BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan hanya menanggung biaya operasi yang dianggap esensial seperti operasi katarak. Sementara untuk pengobatan miopia, hipermetropi dan astigmatisme, BPJS hanya menanggung biaya untuk kacamata.

Hanya bisa menangis dalam ketakutan

Cerita serupa diungkapkan oleh Faliha (22), mahasiswa di salah satu universitas negeri di Surabaya.

Faliha harus mengawali bulan Ramadan 2024 lalu dengan tangis menjadi-jadi. Penyebabnya, beberpa minggu sebelum Ramadan, dia mengeluhkan matanya yang terasa makin kabur.

Faliha lantas memutuskan periksa di salah satu klinik mata di Surabaya. Hasilnya membuat dada Faliha sesak. Minusnya sudah di angka: -10,0.

“Hampir saja aku pingsan. Sedih, bingung, marah,” ungkap Faliha. “Padahal aku juga nggak terlalu sering main HP,” ungkapnya saat berbagi cerita pada Jumat (27/12/2024).

Hatinya bertambah hancur ketika dia mencoba memberitahu orang tuanya. Ibu Faliha bahkan sampai nangis sesenggukan karena takut dan putus asa: bagaimana cara menyembuhkannya?

Falihah dan orang tuanya sedianya sama-sama tahu: jika ingin sembuh, maka operasi LASIK. Tapi mereka juga tahu, biaya LASIK itu sangat mahal. BPJS tidak menanggungnya. Lantas, uang dari mana? Sementara ekonomi keluarganya juga jauh dari mapan.

Berharap keajaiban

Sama seperti Royyan, Faliha menderita mata minus sejak masih SD. Bedanya, Faliha memang masih rutin kontrol ke dokter mata.

“Dulu itu selalu berharap kalau periksa ada kabar baik. Tiba-tiba ada keajaiban dari Allah minusku turun. Tapi, setiap periksa, hanya kabar buruk yang kuterima,” ucapnya dengan nada sendu.

Minus sebesar itu membuat aktivitas Faliha benar-benar terganggu. Dia bergantung penuh pada kacamatanya. Sebab, kalau tidak, dia hanya bisa melihat sekeliling dengan gambaran buram nan ambyar.

“Di kelas pun kalau kuliah, harus duduk depan kalau mau nyimak serius. Kalau di belakang, tulisan di papan tulis atau proyektor nggak kelihatan sama sekali,” keluhnya.

Faliha sempat mau mencoba pengobatan alternatif. Namun, dari hasil sharing dengan sejumlah teman, mayoritas temannya tidak menyarankan. Menimbang efek samping yang tidak terprediksi.

Pada akhirnya Faliha hanya bisa pasrah. Dia sepenuhnya tahu kalau banyak minum jus wortel tidak menyelesaikan apapun. Namun, hingga saat berbincang dengan saya, dia masih melakukannya: sering minum jus wortel dan makan wortel mentah.

“Aku sambil mengamalkan baca ayat Alquran (Qaf: 22) yang kata seorang kiai bisa menyembuhkan mata minus. Aku modal yakin pada Allah saja, Mas, berharap keajaiban sembuh,” tutupnya.

Mau bagaimana lagi. BPJS tidak menanggung operasinya. Sementara dia tak punya uang sebanyak itu (Rp33 juta-44 juta) untuk membayar rumah sakit.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Daftar 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Pasien Masih Sering Salah Mengira atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2025 oleh

Tags: biaya operasi lasikBPJSoperasi lasikoperasi mata tidak ditanggung bpjspenyakit yang tidak ditanggung bpjspilihan redaksi
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO
Sehari-hari

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO
Catatan

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO
Urban

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026
Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.