Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Memahami Kondisi Sopir Bus Sumber Selamat, “Terpaksa” Ugal-ugalan di Jalan karena Terhimpit Banyak Persoalan

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
24 Maret 2025
A A
Alasan sendu para sopir bus Sumber Selamat dari PO Sugeng Rahayu nyopir ugal-ugalan MOJOK.CO

Ilustrasi - Alasan sendu para sopir bus Sumber Selamat dari PO Sugeng Rahayu nyopir ugal-ugalan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di antara bus-bus yang melaju di jalur selatan (rute Surabaya-Jogja), bus Sumber Selamat dari PO Sugeng Rahayu dikenal sebagai bus paling ugal-ugalan. Terutama di jam-jam malam, penumpang pasti akan diajak senam jantung.

Bagaimana tidak. Di antara padatnya jalanan rute Surabaya-Jogja, bus Sumber Selamat bisa meliuk-liuk. Kerap menginjak rem dadakan ketika jarak antara mulut bus tinggal sejengkal dengan bokong kendaraan lain di depannya.

“Kenapa para sopir bus Sumber Selamat suka nyopir secara ugal-ugalan?”

Begitulah pertanyaan umum yang kerap dilontarkan dengan nada geram. Pasalnya, cara berkendara ugal-ugalan bus tersebut, hingga sekarang, teramat sering jadi biang kecelakaan lalu lintas di jalur selatan.

Apakah karena para sopir armada bus dari PO Sugeng Rahayu itu memang mau sok-sokan saja di jalan, pamer skill mengemudi dengan menancap gas sekencang-kencangnya (untuk tidak menyebut sengawur-ngawurnya)?

Sopir bus Sumber Selamat ugal-ugalan demi setoran

M. Mujib, seorang busmania asal Jogja, menguraikan sejumlah alasan kenapa sopir bus Sumber Selamat, terutama di rute Surabaya-Jogja, kerap ugal-ugalan.

Mujib adalah penikmat bus Sumber Selamat. Jika sedang ingin menyegarkan pikiran, dia kerap naik bus tersebut untuk merasakan sensasi kencangnya. Selain itu, dia juga memiliki pengalaman menjadi seorang kondektur bus.

“Sistem gaji sopir Sumber Selamat itu jika setoran banyak, maka upahnya juga banyak. Kalau sedikit, upahnya ya sedikit,” beber Mujib saat berbincang dengan Mojok belum lama ini.

Oleh karena itu, para sopir akan ngoyo memacu busnya tanpa henti agar target setoran terpenuhi. Apalagi jalur selatan terhitung sebagai jalur padat. Persaingan antar PO bus terbilang ketat.

“Jadi kalau bus sampai terminal, paling tidur sejam-dua jam, lalu puter balik lagi, narik lagi. Begitu terus bolak-balik,” terangnya.

Saking ketatnya persaingan antarbus sekaligus ketatnya jam operasional bus di jalur selatan, gambarannya jika bus sedang mogok, maka hari itu juga harus dibereskan. Setelah beres, langsung narik lagi mengejar waktu yang hilang.

Kata Mujib, itu berbeda dengan sistem zaman dulu: jika mogok, maka bus baru akan beroperasi lagi esok harinya. Tidak saat itu juga.

Tidur satu jam begitu berharga bagi bus Sumber Selamat

Selain persoalan upah yang bergantung besar atau kecilnya setoran, motif lain kenapa sopir bus Sumber Selamat memacu bus dengan kecepatan tinggi juga berkaitan dengan ketepatan tiba di tujuan.

Namun, lama-lama, mengantar penumpang tepat waktu tidak lagi menjadi motif utama. Para sopir bus dari PO Sugeng Rahayu itu ingin lekas sampai terminal, agar bisa segera merebahkan badan dan memejamkan mata.

Iklan

“Dua jam itu paling lama. Umumnya ya satu jam. Itu berharga banget bagi sopir,” kata Mujib.

“Membawa bus di jalur sepanjang itu jelas sangat capek. Makanya, dalam bayangan sopir, lekas sampai terminal, terus tidur, sebelum puter balik buat narik lagi,” sambungnya.

Kalau ditanya kenapa para sopir bisa memiliki daya tahan yang sebegitunya, ternyata tidak hanya persoalan upah. Tapi juga bayang-bayang untuk pulang.

Kata Mujib, per beberapa kali putar balik (misal 10 kali alias lima hari), kru bus akan mendapat jatah libur. Momen libur itu dimanfaatkan untuk pulang: istirahat di rumah, kumpul keluarga.

“Bagaimanapun, selain capek banget, jalanan juga menjemukan. Obatnya ya pulang,” kata Mujib.

Baca halaman selanjutnya…

Cerita-cerita di terminal, gambaran hidup para sopir setiap hari melawan kelelahan 

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 24 Maret 2025 oleh

Tags: bus jogja surabayabus sumber selamatbus surabaya jogjapilihan redaksisugeng rahayuterminal giwangan
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Pemuda desa 19 tahun lulusan SMK nekat kerja jadi housekeeping di Dubai demi gaji 2 digit karena menyerah dengan rupiah MOJOK.CO
Urban

Pemuda Desa 19 Tahun Nekat Kerja di Hotel Dubai: Jaminan Gaji 2 Digit usai Nyerah dengan Rupiah dan 19 Juta Lapangan Kerja

18 Mei 2026
omong kosong srawung di desa.MOJOK.CO
Catatan

Omong Kosong Slogan “Srawung” di Desa: Cuma Jahat ke Warga Miskin, Kalau Kamu Tajir Tak Perlu Membaur buat Dihormati

18 Mei 2026
Pandeglang, Mati-matian Bertahan di Jogja Buat Apa? MOJOK.CO
Urban

5 Tahun Merantau, Sadar Kalau Pandeglang dan Jogja Itu Mirip: Tak Ramah Buat Cari Duit, Masyarakatnya pun Pasrah sama Nasib 

17 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemuda desa 19 tahun lulusan SMK nekat kerja jadi housekeeping di Dubai demi gaji 2 digit karena menyerah dengan rupiah MOJOK.CO

Pemuda Desa 19 Tahun Nekat Kerja di Hotel Dubai: Jaminan Gaji 2 Digit usai Nyerah dengan Rupiah dan 19 Juta Lapangan Kerja

18 Mei 2026
Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas Mojok.co

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas

18 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Kos Induk Semang: Tempat Terbaik buat Mahasiswa Irit dan Kenyang, tapi Menyimpan Sisi Lain yang Bikin Penghuninya Tak Nyaman

13 Mei 2026
Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback di Moto3, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

17 Mei 2026
Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal MOJOK.CO

Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal

18 Mei 2026
Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.