Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

4 Kiat Pedagang Es Campur dan Roti Kukus yang Tetap Laris di Tengah Situasi Pelik

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
3 Juni 2026
A A
Dompet digital selamatkan pedagang UMKM. MOJOK.CO

ilustrasi - pelanggan UMKM kini lebih suka pakai dompet digital. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sejumlah pedagang Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) punya kiat khusus agar mampu bertahan di tengah situasi ekonomi yang pelik. Selain itu, mereka juga dituntut untuk beradaptasi di era digital. Berikut upaya yang bisa dicontoh dari para pedagang:

#1 Pedagang UMKM mengakrabkan diri dengan pelanggan

Salah satu pedagang UMKM yang bertahan dari tahun 1980-an adalah Teguh. Penjual es campur di kantin Politeknik Ahli Usaha Perikanan (UAP) Jakarta itu telah menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa dan dosen.

Kini, usaha es campur milik Teguh telah diteruskan oleh anaknya, Muhammad Amin Ma’ruf. Pemuda berusia 26 tahun itu berujar, tak sekadar melanjutkan usaha sang ayah, tapi juga mempertahankan kedekatan dengan mahasiswa dan alumni yang telah lama menjadi pelanggan. 

Amin jualan es campur. MOJOK.CO
Muhammad Amin Ma’ruf melanjutkan usaha es campur sang ayah. (Sumber: DANA)

“Itu pesan dari ayah untuk mengingat dan menyapa para alumni sebagai bagian dari identitas usaha keluarga ini,” ucap Amin dikutip dari keterangan resmi DANA, Rabu (3/6/2026).

#2 Banting setir untuk mencari peluang 

Berbeda dengan Amin, Lukman secara kebetulan membuat usaha roti kukus pada tahun 2019 karena keinginan sang istri. Ide itu muncul ketika istrinya sedang mengandung dan mengidam roti kukus khas Bandung. 

Dari keinginan sederhana itu, Lukman melihat peluang untuk menghadirkan kudapan serupa di Jakarta dan sekitarnya. Berbekal latar belakang pendidikan perhotelan, ia mengembangkan roti kukus dengan pilihan topping premium yang ia beri nama Okurokus.

“Saya memulai usaha roti kukus dari gerobak bekas mie ayam yang saya desain ulang sendiri,” kata Lukman yang sebelumnya bekerja sebagai penjual mie ayam.

Gerobak Okurokus. MOJOK.CO
Menyulap gerobak mie ayam jadi roti kukus dan panggang. (Sumber: Dana)

Menurut Lukman, masih belum banyak pedagang yang menjual roti kukus dibandingkan mie ayam. Dengan membuat inovasi sedikit saja, ia yakin brand Okurokus miliknya dapat berkembang dan disukai pelanggan. 

#3 Pedagang UMKM harus terbuka dengan perkembangan digital

Selain mempertahankan tradisi dan tak berhenti melakukan inovasi, kiat satu ini juga tak kalah penting. Baik Amin maupun Lukman mengaku telah beradaptasi dengan dunia digital guna menjaga usahanya tetap berjalan.

Alih-alih takut dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, Lukman justru terbuka. Baginya, teknologi bukan sekadar mengikuti tren, tetapi bagian dari cara menjaga ritme usaha agar tetap tertata ketika bisnis mulai melibatkan lebih banyak pihak.

Ia pun tak segan untuk memanfaatkan digitalisasi seiring dengan perkembangan Okurokus. Mulai dari memanfaatkan layanan pesan-antar, membuka opsi pembayaran digital, hingga menggunakan catatan transaksi untuk membantu memantau alur pembayaran dengan mitra maupun vendor di berbagai lokasi. 

Roti kukus khas Bandung. MOJOK.CO
Pedagang okurokus menyiapkan roti kukus. (Sumber: DANA)

Sementara itu, Amin menganggap adaptasi digital dimulai dari kebutuhan yang paling dekat dengan operasional harian. Misalnya, melayani mahasiswa dan alumni yang semakin terbiasa bertransaksi secara non-tunai. 

“Di tengah jam ramai kantin, pembayaran digital membantu proses transaksi berjalan lebih ringkas, mengurangi kendala uang kembalian, serta membuat pemasukan harian lebih mudah dilihat kembali,” ucapnya.

#4 Ragam pemakaian digitalisasi UMKM

Kisah Amin dan Lukman menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM tidak harus dimaknai sebagai perubahan besar atau dilakukan dengan cara yang sama. 

Iklan

Bagi usaha kecil, langkah digital bisa dimulai dari kebutuhan sederhana yang paling sering terjadi setiap hari, seperti menerima pembayaran, mencatat pemasukan, atau memantau arus kas. 

Dari hal-hal mendasar inilah pelaku usaha dapat membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih rapi dan berkelanjutan. 

Dagang es campur di kantin kampus. MOJOK.CO
Es Campur Pak Teguh di kantin kampus. (Sumber: DANA)

Director of Communications DANA Indonesia, Olavina Harahap berujar sejak didirikannya dompet digital seperti DANA, pihaknya telah merancang agar pemilik usaha di berbagai skala bisa lebih terbantu dalam menjalankan operasional mereka. 

Apalagi, sekitar 40 persen dari jumlah UMKM DANA Bisnis adalah pemilik usaha yang berasal dari kota-kota sekunder. Olavina berujar, dari jumlah tersebut, mereka cenderung belum sepenuhnya paham soal transaksi digital. 

“Ketika hal-hal mendasar ini mulai tertata, pelaku usaha memiliki dasar yang lebih kuat untuk mengambil keputusan, menjaga keberlanjutan bisnis, dan secara bertahap mengakses solusi finansial lain yang relevan, baik untuk kebutuhan pribadi maupun usahanya,” ujar Olavina Harahap.

Pada akhirnya, dari kantin kampus hingga gerobak roti kukus, kisah Amin dan Lukman memperlihatkan bahwa usaha kecil tidak pernah benar-benar kecil bagi orang yang menjalaninya. Di balik setiap transaksi, ada keluarga yang dijaga, keputusan harian yang harus diambil, dan harapan agar usaha tetap tumbuh dari hari ke hari.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 3 Juni 2026 oleh

Tags: danadigitalisasiDompet Digitalera digitalpelaku umkmtips jualanUMKM
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

AstraPay berupaya memperkuat kontribusinya melalui inovasi layanan, edukasi ekosistem, serta pengembangan akses keuangan digital bagi UMKM di tengah pertumbuhan pembayaran atau transaksi digital (QRIS) MOJOK.CO
Kilas

Membaca Peluang Ekonomi di Tengah Pertumbuhan Transaksi Digital, AstraPay Berkomitmen Bantu Tingkatkan Daya Saing UMKM

9 Mei 2026
Merintis Usaha Rumahan Tanpa Utang, Raup Omzet Puluhan Juta MOJOK.CO
Cuan

Cerita Saya Memulai Usaha Rumahan Kecil-kecilan Tanpa Utang Hingga Raup Omzet Puluhan Juta per Bulan, Kamu Mau Coba?

5 Mei 2026
Kenaikan harga plastik bikin UMKM menjerit. MOJOK.CO
Kabar

Solusi atas Jeritan Hati Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik

30 April 2026
Mie ayam bintang di Jakarta. MOJOK.CO
Kuliner

Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

29 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026
Jingle MBG Mas Bahlil Ganteng: ejekan ke figur politik tapi jadi alat reproduksi popularitas, buktinya Partai Golkar senang MOJOK.CO

MBG Mas Bahlil Ganteng Sudah Over-eksposur: Bahasa Kritik tapi Jadi Alat Reproduksi Popularitas, Bikin Golkar Senang

28 Mei 2026
Campus League Basketball 2026 Regional Jakarta Season 1 tidak hanya jadi panggung prestasi basket, tapi juga warna baru solusi mobilitas masa depan anak muda dengan motor listrik Polytron MOJOK.CO

Puncak Campus League Basketball 2026 Jakarta S1: Tak Hanya Jadi Panggung Basket tapi Juga Hadirkan Solusi Mobilitas Masa Depan Anak Muda

2 Juni 2026
Dompet digital selamatkan pedagang UMKM. MOJOK.CO

4 Kiat Pedagang Es Campur dan Roti Kukus yang Tetap Laris di Tengah Situasi Pelik

3 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.