Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

3 Proker KKN yang Rutin Dijalankan Mahasiswa Tapi Aslinya Nggak Guna di Mata Masyarakat

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
19 Juli 2024
A A
3 Proker KKN yang Rutin Dijalankan Mahasiswa Tapi Aslinya Nggak Guna di Mata Masyarakat.MOJOK.CO

Ilustrasi - 3 Proker KKN yang Rutin Dijalankan Mahasiswa Tapi Aslinya Nggak Guna di Mata Masyarakat (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebenarnya punya tujuan yang bagus, baik bagi mahasiswa yang menjalani maupun masyarakatnya. Laman resmi Kemendikbud RI menyebut, setidaknya ada beberapa output yang diharapkan dari program kerja (proker) KKN yang dijalankan.

Dari sisi mahasiswa, KKN diharapkan mampu meningkatkan kepedulian sosial, implementasi ilmu perkuliahan di masyarakat, serta pengembangan diri mereka. Sementara bagi masyarakat, kehadiran KKN diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat desa.

Iklan

Sayangnya, ada banyak proker KKN yang rutin dijalankan mahasiswa, tapi sebenarnya tak terlalu berguna bagi masyarakat yang terdampak. Keluhan ini, salah satunya dirasakan Ridho (28), warga Wonogiri yang desanya menjadi langganan tempat KKN mahasiswa.

Tiap tahunnya, setidaknya ada satu kampus yang selalu menerjunkan mahasiswa ke desanya. Salah satunya adalah PTS di Solo, yang memang telah menjalin kerjasama dengan desanya terkait program kampus tersebut.

“Tapi dari SD sampai sekarang sudah punya anak, aku belum merasakan hasil KKN yang benar-benar bermanfaat. Kalau aku bilang, sih, karena proker template. Udah tahu nggak guna, tahun depan dijalankan lagi,” ucapnya kepada Mojok pada Rabu (17/7/2024).

#1 Pembuatan plang penanda yang nggak berguna

Program pertama sebenarnya absurd, tapi justru menjadi “primadona” di kalangan mahasiswa KKN karena mudah dijalankan.

Kata Ridho, proker KKN yang rutin dijalankan oleh mahasiswa KKN di desanya adalah pembuatan plang penanda. Entah itu plang penanda jalan, lokasi tertentu (batas RT, RW, dan sejenisnya), atau fasilitas publik seperti masjid hingga bak pemandian umum.

Selama ini, Ridho selalu mempertanyakan apa esensi program kerja tersebut. Sebab, bagi warga desa, tanpa adanya plang itu pun mereka sudah familiar dengan lokasi-lokasi yang ditandai.

“Desa itu kan lingkupnya kecil. Jalan ke barat, timur, utara, ketemunya ya itu-itu aja. Maksudku, masyarakat desa sudah familiar dengan lokasi-lokasi yang ditandai bahkan tanpa perlu plang sekalipun,” ungkapnya.

“Ini yang terkadang bikin kami warga desa kesal. Kami sebenarnya membutuhkan apa, malah dikasihnya apa,” tegasnya.

#2 Bikin event jalan sehat tanpa mengajari pembuatan proposal

Proker KKN lain yang kerap dijalankan mahasiswa adalah event jalan sehat. Dari sisi mahasiswa, selain mudah dijalankan, sebenarnya proker ini punya tujuan baik.

Else (22), mahasiswa salah satu PTN Jogja yang beberapa bulan lalu merampungkan KKN, menjelaskan event jalan sehat itu ibarat “sekali dayung dua pulau terlampaui”.

“Bagi kami para mahasiswa, jalan sehat itu kan kerja kolektif. Kita belajar caranya bikin acara, sejak penyusunan proposal sampai eksekusi acara,” kata mahasiswa asal Bandung ini, Kamis (18/7/2024).

“Sementara bagi warga masyarakat, ini hiburan bagi mereka. Karena bisa berpartisipasi ke acara yang menyehatkan, tapi juga menyenangkan,” sambungnya.

Iklan

Di desa Ridho, event jalan sehat menjadi satu dari banyaknya “proker template” yang ia bilang tadi. Dan, yang ia dan banyak masyarakat rasakan, proker ini tak terlalu berguna.

“Aku paham, semangat awalnya kan pasti meningkatkan rasa gotong royong karena eventnya dikerjakan secara kolektif,” kata Ridho.

“Tapi ini penghinaan saja menurutku. Urusan administrasi hanya diatur mahasiswa, masyarakat nggak dilibatkan. Kami cuma disuruh ngerjain pekerjaan-pekerjaan kasar. Padahal, masyarakat kan juga butuh diajari, misalnya, pembuatan proposal sampai pengajuannya,” tegas pemuda Wonogiri ini.

Baca halaman selanjutnya…

Proker #3 yang paling bikin jengkel dan alasan banyak mahasiswa cenderung “menggurui” warga desa

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 19 Juli 2024 oleh

Tags: Cerita KKNKKNkkn kampusKuliah Kerja Nyatamahasiswa kknproker kkn
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Mahasiswa KKN di desa
Sekolahan

Suasana KKN Tak Seindah Konten di TikTok: Banyak Drama Sesama Mahasiswa, hingga Tangis Palsu Saat Perpisahan dengan Warga Desa

5 Agustus 2026
Mahasiswa KKN di desa
Sekolahan

Serba Salah KKN di Desa: Terlalu Pendiam Dianggap Nggak Guna, Banyak Omong Dicap Sok Tahu

24 Juli 2026
Selain ke petugas Sensus Ekonomi, warga desa juga jengah dengan program sensus dari mahasiswa KKN MOJOK.CO
Catatan

Warga Desa Juga Jengah dengan Sensus dari Mahasiswa KKN: Tak Nemu Gunanya, Tak Srawung tapi Korek Privasi Orang

8 Juli 2026
Mahasiswa muak dengan KKN di desa. Mending magang saja MOJOK.CO
Sekolahan

Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu dan Tak Dibutuhkan Warga

9 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Punya Rumah di Desa Itu Perkara Mudah bagi Pasangan Muda, Yang Susah adalah Membeli Privasi dan Rasa Nyamannya

4 Agustus 2026
Andai ormas-ormas lain seperti Yakuza Maneges Kediri. Bukan tukang malak tapi garda depan berantas kekerasan seksual di pondok pesantren MOJOK.CO

Andai Ormas Lain seperti Yakuza Maneges Kediri: Dulu Dihina tapi Buktikan Sangat Berguna

5 Agustus 2026
KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas MOJOK.CO

KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas

3 Agustus 2026
Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan MOJOK.CO

Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan

31 Juli 2026
Mahasiswa KKN di desa

Suasana KKN Tak Seindah Konten di TikTok: Banyak Drama Sesama Mahasiswa, hingga Tangis Palsu Saat Perpisahan dengan Warga Desa

5 Agustus 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.