Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Saya Kuliah di Jurusan Elite Tapi Akreditasinya C, dan Saya Menyesal! Ijazah Kedokteran dan TI pun Tak Ada Harganya

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
18 Juni 2024
A A
Mereka Kuliah di Jurusan Teknik Informatika dan Kedokteran Tapi Akreditasinya C dan Menyesal! Ijazah Tak Ada Harganya.MOJOK.CO

Ilustrasi Saya Kuliah di Jurusan Elite Tapi Akreditasinya C, dan Saya Menyesal! Ijazah Kedokteran dan TI pun Tak Ada Harganya (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pada kenyataanya, akreditasi jurusan memang sangat menentukan nasib seseorang saat masuk bursa kerja. Menyandang gelar sebagai Sarjana Teknik Informatika (TI) maupun Sarjana Kedokteran, tapi jurusannya masih akreditasi C, ijazahnya hanya akan dipandang sepele oleh HRD.

***

Dalam menentukan tempat kuliah, ada banyak hal yang kudu dipertimbangkan. Baik itu jurusan, kampus, lengkap dengan akreditasinya. Salah-salah, malah penyesalan yang didapat.

Ada beberapa mahasiswa memilih kuliah karena pertimbangan kampus. Persetan dengan prestise jurusan, yang penting kuliah di kampus top. 

Namun, tak sedikit juga yang memilih sebaliknya. Bagi yang memilih jalan ini, mereka beranggapan lebih baik masuk ke jurusan yang populer, meski nama besar kampusnya biasa-biasa saja.

Mojok sendiri mewawancarai sarjana yang kuliah di jurusan elite, tapi akreditasinya C. Mereka pun menyesal karena di dunia kerja, ijazah mereka sama sekali tak berguna.

Jurusan elite yang dimaksud sendiri adalah jurusan-jurusan yang tiap tahunnya punya banyak peminat, tingkat ketetatan tinggi, dan mata kuliahnya sulit. Bahkan, salah satu narasumber Mojok merupakan lulusan kedokteran PTN.

Gagal SNBT, malah ketipu akreditasi

Pengalaman tak mengenakan soal kuliah di jurusan akreditasi C diceritakan oleh Wahyu* (24). Ia merupakan mahasiswa Teknik Informatika (TI) di salah satu PTS Semarang yang baru lulus pertengahan 2023 lalu.

Perjalanan Wahyu buat masuk kampus ini sebenarnya cukup panjang. Pada SNBT 2019 (dulu SBMPTN) lalu, ia sebenarnya mengincar jurusan TI di beberapa PTN. Sayangnya, usahanya belum menemui hasil.

Karena tak mau gap year, dia pun memutuskan mendaftar jurusan TI di PTS Semarang, karena dekat dengan tempat tinggalnya, Salatiga. “Selain dekat, kalau dibanding PTS-PTS di Jogja, jurusan TI di sini biayanya lebih murah,” kenang Wahyu, Selasa (18/6/2024).

Sebelum mendaftar di PTS tersebut, Wahyu juga sudah memastikan beberapa kali ke admin kampus mengenai akreditasi jurusan. Namun, jawaban admin sangat belibet. Katanya, admin terus menyinggung kampus yang berakreditasi B tanpa pernah menjelaskan akreditasi jurusan TI.

Karena sudah mepet dengan batas pendaftaran, Wahyu pun tak mau ambil pusing. Sayangnya, ketika dia sudah punya akses di PDDikti, ia baru tahu kalau jurusannya ternyata akreditasi C.

“Ya bagaimana, admin tak pernah berterus terang dan jujur merasa ketipu. Tapi waktu itu mikir, ah yaudah yang penting kuliah,” jelasnya.

Kuliah plonga-plongo kayak bukan kampus

Satu semester kuliah di PTS tersebut, Wahyu masih merasa baik-baik saja. Pikirnya kala itu, “nggak ada bedanya kuliah di sini dengan kampus lain”.

Iklan

Namun, perbedaan kualitas baru terasa saat memasuki pandemi Covid-19. Di saat banyak kampus, bahkan jurusan lain di kampusnya, sudah menemukan cara buat kuliah jarak-jauh, di jurusannya masih ketinggalan.

“Nggak ada zoom atau apa, diskusi kelas itu pakai grup WA karena dosennya gaptek semua. Padahal kami ini TI lho,” jelasnya. “Kami baru ada zoom itu semester 3, itu pun plonga-plongo aja nggak ngerti arahnya mau bagaimana.”

Wahyu menyontohkan, untuk mata kuliah 2 SKS yang harusnya ada 16 pertemuan, hanya dilakukan selama dua minggu. “Bayangkan saja, kita dua minggu cuma ada 2 pertemuan. Sisanya kita cuma disuruh bikin artikel mengenai topik tertentu di sisa pertemuan,” ungkapnya, kesal.

Baca halaman selanjutnya…

Tak hanya sarjana TI, lulusan kedokteran pun nggak jadi apa-apa gara-gara jurusannya akreditasi C meski di PTN

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 22 Juni 2024 oleh

Tags: akreditasi cjurusan akreditasi cjurusan kedokteranJurusan Teknik Informatikakedokteranteknik informatika
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Joki UTBK SNBT di Surabaya raup cuan Rp700 juta demi kebutuhan hidup. Kedokteran jadi incaran MOJOK.CO
Kabar

Joki UTBK SNBT Bisa Raup Rp700 Juta: Buat Kebutuhan Hidup karena Keterbatasan, Cuan Gede dari Jurusan Kedokteran

10 Mei 2026
Muhammad Rizky Perwira Zain, lulusan termuda S2 UGM kantongi gelar S2 Kesehatan Masyarakat dan S1 Kedokteran sebelum usia 25 tahun
Sekolahan

Cerita Lulusan Termuda S2 UGM, Berhasil Kantongi Gelar Sarjana Kedokteran dan Kesmas sebelum Usia 25 Tahun

1 Mei 2026
perawat.mojok.co
Ragam

Perawat, “Pahlawan Kemanusiaan” yang Tak Dimanusiakan: Beban Kerja Selangit, Gaji Sulit

6 Oktober 2025
Sastra Indonesia Hanya untuk Pecundang dan Orang Gagal (Unsplash)
Pojokan

Kuliah Sastra Indonesia Katanya Hanya untuk Pecundang, Isinya Orang Gagal, tapi Kalau Nggak Punya Mental Jadi Orang Gagal Beneran

26 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa dapat beasiswa KIP Kuliah bohongi orang tua demi uang saku dobel MOJOK.CO

Dapat Beasiswa KIP Kuliah Jalur FOMO, Bohongi Ortu biar Dobel Uang Saku karena Gaya Hidup Tak Cukup Rp750 Ribu

20 Mei 2026
Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja MOJOK.CO

Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja

17 Mei 2026
Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026
omong kosong srawung di desa.MOJOK.CO

Omong Kosong Slogan “Srawung” di Desa: Cuma Jahat ke Warga Miskin, Kalau Kamu Tajir Tak Perlu Membaur buat Dihormati

18 Mei 2026
Vario 150, Motor Honda Terbaik Wujud (Cicilan dan) Kasih Ibu MOJOK.CO

Vario 150: Motor Honda Terbaik tapi Paling Mengancam Kewarasan dan Bikin Malu, Takut Gak Bisa Nyicil Setelah Jadi Pengangguran Akhirnya Diselamat Ibu

21 Mei 2026
Jogja berbenah saat Jakarta alami kemunduran. MOJOK.CO

25 Tahun Adu Nasib di Jakarta sebagai Orang Gila Kerja, Ternyata Hidup Lebih Waras Saat Pindah ke Jogja

20 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.