Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Joki UTBK SNBT Bisa Raup Rp700 Juta: Buat Kebutuhan Hidup karena Keterbatasan, Cuan Gede dari Jurusan Kedokteran

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
10 Mei 2026
A A
Joki UTBK SNBT di Surabaya raup cuan Rp700 juta demi kebutuhan hidup. Kedokteran jadi incaran MOJOK.CO

Ilustrasi - Joki UTBK SNBT di Surabaya raup cuan Rp700 juta demi kebutuhan hidup. Kedokteran jadi incaran. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Diduga sudah beroperasi selama sembilan tahun, sindikat joki seleksi masuk perguruan tinggi (UTBK SNBT) di Surabaya akhirnya terbongkar setelah rangkaian kecurigaan di UTBK SNBT 2026.

Kecurigaan bermula dari pelaksanaan UTBK SNBT 2026 di Gedung Rektorat Lantai 4 Universitas Negeri Surabaya pada 21 April 2026 lalu. Pada saat itu, pengawas ujian menemukan kejanggalan dokumen peserta ujian.

Iklan

Saat dilakukan verifikasi, pengawas menemukan adanya perbedaan antara foto pada ijazah SMA dengan foto yang tercantum pada kartu peserta ujian,”ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, dalam keterangan tertulisnya. Ketidaksesuaian tersebut memunculkan dugaan bahwa peserta yang hadir bukan pemilik identitas asli.

“Peserta kemudian diamankan sebelum kasus tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut,” sambung Kombes Luthfi.

9 tahun beroperasi, luluskan 114 camaba ke berbagai fakultas dan perguruan tinggi

Berdasarkan hasil penyelidikan anggota di lapangan, diduga sindikat joki UTBK SNBT itu sudah beroperasi sejak 2017 silam.

Dalam kurun waktu sembilan tahun, mereka telah meloloskan sedikitnya 114 calon mahasiswa baru (camaba) melalui berbagai jalur penerimaan, mulai dari UTBK-SNBT, jalur mandiri, hingga seleksi berbasis komputer lainnya. Modus tersebut disebut menyasar berbagai fakultas, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta di wilayah Pulau Jawa.

Para pelaku menjalankan modus dengan menggantikan peserta asli menggunakan joki saat mengikuti ujian berbasis komputer.

“Agar aksi berjalan mulus, pelaku itu memalsukan berbagai dokumen penting mulai dari data pendaftaran online, KTP, ijazah, kartu peserta ujian, hingga dokumen administrasi pendidikan lainnya,” jelas Kombes Luthfi.

Dokumen-dokumen tersebut diduga disiapkan secara sistematis menggunakan perangkat pencetak kartu identitas, blanko kosong, stempel institusi pendidikan, serta material lain yang menyerupai dokumen resmi.

Petugas juga menemukan sejumlah alat produksi dokumen palsu, di antaranya printer kartu identitas, blanko KTP kosong, laptop, telepon genggam, kartu SIM dalam jumlah banyak, hingga puluhan bahan material pembuatan KTP palsu. Petugas juga menyita barang bukti berupa sebesar Rp290 juta.

Joki UTBK SNBT raup cuan hingga Rp700 juta untuk kebutuhan hidup

Lebih lanjut, Kombes Luthfi membeberkan, sindikat joki UTBK SNBT untuk tembus perguruan tinggi incaran tersebut bisa memutar cuan hingga Rp700 juta. Uang tersebut kemudian dibagi-bagi antaranggota sesuai job masing-masing.

Untuk joki lapangan yang bertugas mengerjakan soal secara langsung biasanya menerima upah sebesar Rp20 juta hingga Rp30 juta per ujian. Angka tersebut bisa melonjak drastis jiga penyewa jasa joki menarget lolos ke perguruan tinggi ternama.

“Untuk kampus favorit, upah penjoki bisa sampai Rp 75 juta,” jelas Kombes Luthfi.

Upah besar tersebut jelas menggiurkan bagi para anggota sindikat. Pasalnya, diketahui ternyata anggota sindikat joki UTBK SNBT tersebut umumnya berasal dari kalangan menengah ke bawah. Tidak pelak jika mereka sangat tertarik menjadi penjoki demi memenuhi kebutuhan hidup dan membantu keluarga.

Iklan

“Karena memang keterbatasan dana dan memang yang dia dapatkan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan dia termasuk membantu juga ke keluarga,” ungkap Kombes Luthfi.

14 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Latar belakang anggota sindikat beragam, mulai dari mahasiswa, karyawan swasta, wiraswasta, hingga tenaga profesional (di antaranya dokter dan PPPK).

Kedokteran jadi incaran penggunaan joki UTBK SNBT 

Sementara berdasarkan laporan dari Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), mayoritas pengguna jasa joki UTBK SNBT tersebut mengincar jurusan kedokteran. Angkanya disebut mencapai 90%.

“Karena memang saat ini jurusan kedokteran dianggap masih sebuah jurusan yang bergengsi, menjanjikan masa depan yang lebih baik,” jelas Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Eduart Wolok kepada awak media.

Kombes Luthfi menegaskan, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis, termasuk Pasal 392 KUHP, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, serta Undang-Undang Administrasi Kependudukan dengan hukuman maksimal 8 tahun penjara.

Tidak hanya itu, pihak kepolisian juga terus berkoordinasi dengan Kemdiktisaintek untuk menindaklanjuti status 114 peserta yang telah lolos secara curang.

Sumber: Tribratanews Polda Jatim

BACA JUGA: Coba-coba Jadi Joki UTBK: Imbalan Besar buat Foya-foya, Tak Dipenjara tapi Hidup “Tersiksa” atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 11 Mei 2026 oleh

Tags: joki kedokteranjoki perguruan tinggijoki utbkjoki utbk snbtjurusan kedokterantarif joki utbkUTBKutbk snbt
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Muhammad Rizky Perwira Zain, lulusan termuda S2 UGM kantongi gelar S2 Kesehatan Masyarakat dan S1 Kedokteran sebelum usia 25 tahun
Sekolahan

Cerita Lulusan Termuda S2 UGM, Berhasil Kantongi Gelar Sarjana Kedokteran dan Kesmas sebelum Usia 25 Tahun

1 Mei 2026
Mahasiswa UNJ lulus setelah gagal seleksi PTN jalur SNBT
Sekolahan

Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan di UNJ Berkat “Antar Jemput” Ayah

19 April 2026
Alfath, mahasiswa berprestasi UGM Jogja lulusan SMK di Klaten
Sekolahan

Sempat Banting Tulang Jadi Kuli Bangunan saat SMK, Kini Pemuda Asal Klaten Dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi UGM

11 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO
Sekolahan

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.