Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Mahasiswa Ikut Program Magang Merdeka MBKM, Berakhir Keteteran Kuliah Demi Perbaiki Nilai

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
22 Desember 2023
A A
magang merdeka mbkm.MOJOK.CO

Ilustrasi mahasiswa (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tidak semua mahasiswa yang ikut program Magang Merdeka, Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) punya pengalaman mujur seperti dapat uang saku dan rekognisi SKS. Justru ada yang harus rela sempat keteran kuliah.

***

Magang Merdeka program MBKM Kemendikbud memang jadi primadona. Banyak cerita mahasiswa yang dapat uang saku yang cukup untuk menabung beli laptop idaman. Selain itu, program ini juga bisa direkognisi menjadi 20 SKS.

Namun, ada juga mahasiswa yang merasakan pengalaman agak apes. Sejak program ini pertama kali bergulir pada 2020 silam, kampus-kampus memang berlomba untuk melibatkan mahasiswanya. Sebagai informasi, program Magang Merdeka ini memang terdiri dari dua kategori.

Kategori pertama adalah program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) yang mendapat pengawasan langsung dari Kemendikbud. Benefitnya, mahasiswa bisa mendapatkan Biaya Bantuan Hidup (BBH) hingga uang transport.

Sementara program kedua, merupakan magang mandiri yang dikoordinasikan oleh kampus. Kampus mengeksekusi program ini dari pendanaan dan penyelenggaraan namun masih tergolong program MBKM.

“Dulu, aku ikut Magang Merdeka dari kampus di perusahaan pembuatan software. Awalnya dapat janji magangnya bisa direkognisi jadi 20 SKS. Tapi karena salah input, jadi tetap harus kuliah,” keluh Roja (22), bukan nama sebenarnya, mahasiswa semester akhir di sebuah PTN.

Roja dan timnya mendapat pendanaan dari kampus sebesar Rp10 juta. Jumlah yang menurutnya tidak terlalu banyak mengingat dibagi ke 10 mahasiswa dan proses kerjanya selama enam bulan.

“Dan uangnya itu juga untuk mendukung produk dari program kami. Jadi luaran magang ada tiga, produk, HKI, sama buku,” ungkapnya.

Menjelang mulai semester 5 pada 2021 lalu, ia melakukan input 24 mata kuliah. Roja berasumsi, 20 di antaranya bisa transfer dari kegiatan magangnya di perusahaan pembuatan perangkat lunak selama enam bulan.

Beberapa pekan awal, ia pun fokus melakukan kerja di perusahaan tempatnya magang. Bidang yang ia kerjakan agak berbeda dengan jurusan kuliahnya. Sehingga, ia harus belajar banyak mengoperasikan program elektronika yang masih asing.

magang merdeka.MOJOK.CO
Ilustrasi. Magang jadi momen mahasiswa mencari pengalaman kerja (Jason Goodman/Unsplash)

MBKM bikin keteran dan dapat nilai C karena lalai input mata kuliah

Banyak kegagalan dalam proses uji coba membuat program. Meski lelah, mereka tetap semangat karena proses ini bernilai 20 SKS.

Namun, baru berjalan beberapa pekan, ia dapat kabar kalau janji di awal bahwa magangnya ternyata harus tetap menjalankan perkuliahan. Mulai dari kelas daring, mengerjakan tugas, hingga ujian. Praktis, ia dan rekan-rekan harus kerja penuh waktu dari pagi sampai sore sambil membagi waktu dengan perkuliahan.

“Ya bayangkan saja, ngerakit program sambil buka Zoom untuk dengerin penjelasan dosen. Proyek yang harusnya bisa selesai 4 bulan jadi molor,” ungkapnya.

Iklan

Hal itu juga berdampak pada nilai mahasiswa yang anjlok pada semester tersebut. Roja misalnya, sebagai mahasiswa yang cukup ambisius dalam hal akademik, merasa berat melihat nilai mata kuliahnya C.

Lantas, ia ingin mengulang mata kuliah yang dapat nilai C tersebut di semester ganjil selanjutnya. Apalagi di semester 7, ia hanya akan mengambil mata kuliah skripsi dan Program Pengalaman Lapangan (PPL) dengan mengajar.

“Menginjak semester 7, prodi menawarkan program MBKM terintegrasi PPL yang didalamnya terdapat rekognisi mata kuliah pilihan, saya mengambil peluang tersebut berharap bisa memberpaiki beberapa nilai saya sebelumnya,” ungkapnya.

Mau tidak mau, Roja harus mengambil beban yang tidak seharusnya ia pikul. Padahal PPL saja sudah menuntutnya mengajar 22 jam selama sepekan di sebuah SMA. Meski agak kewalahan, akhirnya IPK-nya kembali pulih.

Jika umumnya mahasiswa hanya perlu 144 SKS untuk lulus, karena rentetan urusan MBKM ini, hingga sekarang SKS Roja mencapai 160-an. Meski, banyak menambah pengalaman, ia mengaku cukup kewalahan di semester 7.

“Termasuk pengeluaran uang pribadi jadi banyak banget. Terbanyak sepanjang kuliah karena kegiatannya padat,” keluhnya.

Namun, belakangan ia menyadari bahwa salah dalam memahami mekanisme rekognisi. 20 SKS rekognisi yang dijanjikan hanya bisa jika mata kuliah yang ia ambil sesuai dengan kegiatan magang.

“Saya lalai dalam memahami mekanisme rekognisi, saya hanya mengambil sedikit mata kuliah pilihan yang sesuai dengan kegiatan magang MBKM. Sehingga tidak dapat memperoleh rekognisi 20 sks penuh,” paparnya.

Baca selanjutnya…

Di sisi lain, ada yang bisa magang dari kos gajinya Rp3 juta per bulan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 28 Desember 2023 oleh

Tags: kampus merdekakemendikbudmagangmagang merdekambkmpilihan redaksi
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia MOJOK.CO
Esai

Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia

8 Juni 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO
Sehari-hari

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO
Urban

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026
Riset, Peneliti, Guru Besar Abal-Abal.MOJOK.CO
Sekolahan

Sekte “Pemuja Kargo” di Ekosistem Kampus Indonesia yang Mencetak Peneliti Palsu dan Ilmuwan Abal-Abal

3 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Event lari Merbabu Skyrace makin diminati banyak orang lintas negara, jadi potensi sport tourisme di Jawa Tengah dengan daya tarik lari lintas alam di Gunung Merbabu MOJOK.CO

Merbabu Skyrace: Event Lari Melintasi Keindahan Gunung Merbabu, Sport Tourism yang Bikin Sebuah Dusun Mendunia

6 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
Ilustrasi hidup.MOJOK.CO

Sejatinya Manusia Hidup untuk Mengakali Kematian

2 Juni 2026
Campus League Basketball 2026 Regional Jakarta Season 1 tidak hanya jadi panggung prestasi basket, tapi juga warna baru solusi mobilitas masa depan anak muda dengan motor listrik Polytron MOJOK.CO

Puncak Campus League Basketball 2026 Jakarta S1: Tak Hanya Jadi Panggung Basket tapi Juga Hadirkan Solusi Mobilitas Masa Depan Anak Muda

2 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.