Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Tutup Dapur SPPG dan Libatkan Kantin Sekolah adalah Solusi Atasi Krisis MBG

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
13 Oktober 2025
A A
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO

Ilustrasi - Skandal Besar MBG (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Cara terbaik untuk mengatasi bencana nasional keracunan massal hari ini adalah menutup dapur MBG dan menggantinya dengan kantin sekolah.

***

Tangis Khanifah pecah di depan ruang IGD RSUD dr. R. Koesma Tuban. Tangan kanannya menggenggam erat jemari anaknya, Hijrayatun Nasyi’in (15), yang kembali muntah-muntah setelah baru dua hari dipulangkan dari rumah sakit. 

“Katanya sudah sembuh, kok sakit lagi,” lirihnya. 

Di bangsal sebelah, ada siswa lain, Siti Khairun Nisa (16), yang terbaring lemas dengan gejala serupa. Sebagaimana informasi yang dihimpun Mojok, Nasyi’in dan Nisa adalah dua siswa yang keracunan setelah mengkonsumsi menu makanan yang sama: MBG.

Namun, kisah di Tuban bukanlah kejadian tunggal. Sejak Januari hingga 12 Oktober 2025, 11.566 korban diduga mengalami keracunan akibat program MBG. Bahkan, tambahan 1.084 orang lainnya hanya dalam sepekan, 6–12 Oktober 2025.

Dua provinsi baru terpapar sepanjang pekan itu. Antara lain Kalimantan Selatan (Kabupaten Banjar) dan Gorontalo (Kota Gorontalo), yang sebelumnya tak pernah mencatat kasus keracunan MBG. 

Korban keracunan tidak lagi terbatas siswa sekolah. Laporan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) bahkan menyebut guru, ibu hamil, balita, hingga anggota keluarga ikut terserang melalui makanan yang dibawa pulang atau disalurkan melalui posyandu. Kasus-kasus muncul di Bima, Ketapang, dan Timor Tengah Selatan. 

Ambisi politik yang berbuah krisis nasional

MBG diluncurkan sebagai solusi nasional terhadap masalah gizi buruk. Skemanya, anak sekolah menerima paket makanan bernutrisi secara cuma-cuma. Namun ketika pengolahan, penyimpanan, distribusi, dan pengawasan gagal, makanan yang seharusnya penyelamat malah berpotensi jadi racun.

Kasus di Tuban, misalnya, menjadi ilustrasi nyata bahwa distribusi menu yang harus segera dikonsumsi, jarak antara dapur pusat ke sekolah yang jauh, dan kontrol kualitas yang lemah menjadikan titik rentan. 

Sementara di banyak daerah, operasional SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang bertanggung jawab atas MBG sempat dihentikan menyusul dugaan pelanggaran standar keamanan pangan.

JPPI bahkan menuduh negara membiarkan dapur MBG tetap berjalan meski korban terus bertambah. 

“Setiap pekan ribuan anak tumbang karena MBG, tapi negara justru membiarkan dapur-dapur tetap beroperasi. Ini bukan sekadar kelalaian, ini adalah krisis tanggung jawab publik,” ujar Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, dalam keterangannya kepada Mojok, Senin (13/10/2025).

Selain kegagalan teknis, aspek struktural menjadi titik kritis: konflik kepentingan, rancangan regulasi yang tertutup, lemahnya partisipasi publik dalam penyusunan aturan. 

Iklan

JPPI menyebut bahwa draf Perpres terkait MBG masih tertutup bagi masyarakat sipil. Alhasil, ia berpotensi membuka peluang “anggaran triliunan mengalir tanpa kontrol publik.” 

Pelibatan kantin sekolah adalah solusi?

Di tengah desakan agar MBG dibenahi, sebuah gagasan diajukan oleh JPPI. Yakni memasukkan kantin sekolah sebagai pusat penyedia makanan, bukan kembali ke dapur besar (baca: SPPG) yang “jauh” dari mata masyarakat.

Bagi JPPI, melibatkan kantin dan usaha lokal bukan sekadar strategi teknis, melainkan langkah etis untuk menyelamatkan anak-anak dari kegagalan sistemik. 

“Ketika masyarakat lokal terlibat, setiap sendok nasi yang masuk ke piring anak punya nama dan wajah di baliknya,” kata Ubaid Matraji. 

Dengan melibatkan kantin sekolah, JPPI yakin potensi keracunan massal dapat ditekan. Karena pengawasan menjadi lebih dekat, rantai pasok lebih pendek, dan pelaku langsung bertanggung jawab di komunitas sekolah–bukan lagi melalui rantai proyek nasional.

Beberapa daerah juga sudah menyuarakan model ini. Di Tangerang, misalnya,  pemerintah mengusulkan agar dapur sekolah dilibatkan dalam MBG agar pengawasan bisa lebih dekat dan manfaat ekonomi langsung dirasakan warga sekitar.

Mojok sendiri pernah membuat liputan soal dampak penurunan omzet kantin sekolah setelah berjalannya program MBG. Padahal, sejak lama, kantin merupakan “penyelamat” para siswa dan guru. Liputan tersebut dapat dibaca dalam artikel berjudul “Kedermawanan Ibu Kantin Sekolah, Penolong Siswa Sebelum Ada Program Makan Bergizi Gratis”

Model kantin ini juga mendapat perhatian dari DPR. Pada September 2025, Banggar DPR mengusulkan agar kantin sekolah diubah menjadi dapur MBG untuk memudahkan kontrol dan menekan risiko keracunan. 

Bubarkan Dapur MBG

Program MBG memiliki niat luhur, yakni memberikan gizi bagi anak-anak. Namun, bagi JPPI, ketika ribuan anak jatuh sakit, maka kebijakan itu sudah melewati batas toleransi. Korban bukan sekadar statistik, tapi nyawa manusia.

Data menunjukkan bahwa Jawa Barat adalah provinsi dengan korban terbesar hingga 12 Oktober 2025: sekitar 4.125 orang. Kemunculan kasus keracunan di wilayah seperti NTT dan Jawa Timur, yang sebelumnya tidak masuk daftar, juga mulai melonjak. Keracunan MBG menjadi krisis nasional terbesar dalam dunia kesehatan setelah pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, JPPI mendesak agar semua dapur MBG ditutup sementara hingga audit independen selesai, dan regulasi MBG dibuka untuk partisipasi publik. Bagi Ubaid, tanpa transparansi dan akuntabilitas, masyarakat seperti berjalan di jurang eksperimen kebijakan dengan nyawa di ujungnya.

“Menjalankan program dengan ribuan korban setiap minggu adalah bentuk kelalaian sistemik yang mendekati kejahatan kebijakan,” kata Ubaid.

“Setiap sendok nasi dari MBG yang berujung keracunan adalah bukti nyata gagalnya negara menyehatkan rakyatnya,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: MBG, Hidangan Negara yang Bikin Anak-Anak Tumbang: Gratis di Piring, Mahal di Nyawa atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 13 Oktober 2025 oleh

Tags: dapur mbgkantin sekolahkeracunan MBGmakan bergizi gratisMBGsppg
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Jingle MBG Mas Bahlil Ganteng: ejekan ke figur politik tapi jadi alat reproduksi popularitas, buktinya Partai Golkar senang MOJOK.CO
Kabar

MBG Mas Bahlil Ganteng Sudah Over-eksposur: Bahasa Kritik tapi Jadi Alat Reproduksi Popularitas, Bikin Golkar Senang

28 Mei 2026
Evolusi Meme Mas Bahlil Ganteng: Saat Algoritma Menyelamatkan Citra Kanda Buahlil MOJOK.CO
Esai

Evolusi Meme Mas Bahlil Ganteng: Saat Algoritma Menyelamatkan Citra Kanda Buahlil

27 Mei 2026
Prabowo kasih guru honorer insentif saat HUT RI. MOJOK.CO
Pendidikan

JPPI Kritik SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026, Sebut Pemerintah Lebih Peduli Karyawan SPPG daripada Guru Honorer

12 Mei 2026
Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Mencoba Menghabiskan Makanannya MOJOK.CO
Esai

Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Menghabiskan Makanannya

1 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) akan membenahi tata kelola pertambangan MBLB dari hulu ke hilir MOJOK.CO

Pembenahan Tata Kelola Tambang di Jateng Jadi Krusial karena Tambang Ilegal Biang Masalah Hukum, Lingkungan, dan Pendapatan

12 Juni 2026
5 tips dapat tiket murah untuk liburan keluarga di Pantai Pandawa Bali MOJOK.CO

5 Tips Dapat Tiket Murah untuk Liburan Keluarga di Pantai Pandawa Bali

11 Juni 2026
Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

10 Juni 2026
pahlawan pertama di uang rupiah mojok.co

Rupiah Melemah Bikin Kelas Menengah Makin Susah: Gaji Tak Kemana-mana, tapi Biaya Hidup Terus Melonjak

11 Juni 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terima penghargaan karena pembinaan UMKM dan ekonomi kreatif di Jateng MOJOK.CO

Pengakuan “Tokoh Penggerak” di Balik Ribuan UMKM dan Ekonomi Kreatif Jateng yang Tumbuh Pesat

12 Juni 2026
Uang recehan di dasbor motor Honda Genio ibu jadi berkah dan penyelamat bagi anak-anaknya dan orang-orang di lampu merah MOJOK.CO

Kebiasaan Ibu Taruh Uang Receh di Dasbor Motor: Jadi Berkah dan Penyelamat bagi Anaknya serta Orang-orang di Lampu Merah

9 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.