Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
1 April 2026
A A
Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO

Ilustrasi - Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Susahnya dianggap punya power besar untuk bantu atasi banyak persoalan

Lebih ribet lagi, Shofa dianggap punya power besar. Padahal hanya pegawai biasa. Misalnya, ada saja orang yang datang minta dicari-carikan pekerjaan yang berhubungan dengan Pemda. 

“Ada loh yang datang minta bantuan biar bisa masuk SPPG di dapur MBG. Lah apa urusannya denganku?” Kata Shofa. 

“Pokoknya dikira aku punya jaringan banyak. Jadi dikira bisa dijadikan sebagai orang dalam. Jadi beberapa kali orang nelepon atau datang ke rumah minta dicari-carikan pekerjaan. Kan repot jawab dan menjelaskannya gimana,” sambungnya. 

Karena menganggap Shofa bisa dijadikan sebagai orang dalam, yang tidak kalah repot adalah ada saja yang minta bantuan-bantuan teknis-administratif. Misalnya, mengurus sertifikat tanah yang bermasalah, minta dibantu bikin SIM tanpa tes, bahkan ada juga yang minta bantuan agar anggota keluarganya yang sedang dipenjara bisa dikeluarkan tanpa harus membayar tebusan. 

Bahkan ada loh, orang tua yang ingin menguliahkan anaknya di sebuah universitas, datang ke Shofa agar dibantu masuk ke universitas incaran. 

Tentu saja permohonan bantuan tersebut Shofa tolak. Karena semua itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan status PNS/ASN Shofa. Apalagi ia kan seorang penghulu KUA biasa. Tugasnya mengakadkan orang dan mencatat pernikahan. 

“PNS/ASN rendahan itu. Wong tidak bisa bantu-bantu urusan beginian. Tidak bisa diandalkan.” Begitu selentingan-selentingan yang Shofa dengar. 

Gaya hidup dipantau, harus “lebih” dari warga desa pada umumnya

Masalahnya lagi, standar hidup sukses di desa tidak berhenti pada urusan jabatan/status sosial. Tapi juga gaya hidup yang ditunjukkan. 

Asumsi orang-orang di desa: karena gaji PNS/ASN besar, harusnya Shofa sudah bisa mewujudkannya dalam bentuk barang mewah. Rumah harusnya lebih besar atau lebih bagus dari rumah di desa pada umumnya, harusnya punya mobil bagus, motor bagus, berangkat haji, dan lain-lain. 

“Gara-gara itulah, banyak PNS/ASN yang akhirnya tergoda gadai SK. Jujur, aku juga terdorong buat gadai SK. Tapi masih ketahan-ketahan karena banyak juga yang bercerita nyesel sudah gadai SK hanya karena pengin menuruti tuntutan gaya hidup dan standar hidup sukses di desa,” ucap Shofa. 

Ada saja saudara yang nyeletuk, “Masa sudah jadi ASN tapi ke mana-mana nggak pakai mobil.” 

“Termasuk kalau keluargaku punya hajat, misalnya tahlilan, atau syukuran tertentu, itu ekspektasi orang di desa itu menu dan berkatannya isinya ya lebih mewah lah. Kalau bikin acara juga harus gede-gedean lah,” kata Shofa. 

Itu yang membuat Shofa pusing. Ia berencana menikah awal 2027 nanti. Ia sebenarnya ingin menikah secara sederhana. Namun, diskusi di keluarganya sudah mengarah pada menjawab ekspektasi orang di desa: acara resepsinya nanti harus lebih mewah dari umumnya warga desa biasa selama ini. Jancuk tenan!, batin Shofa. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Iklan

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 3 April 2026 oleh

Tags: ASNCpnskesejahteraan pnsPNSpns di desaseleksi CPNSstandar hidupstandar suksestuntutan gaya hidup
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Gagal seleksi PPPK dan CPNS meski daftar di formasi PNS atau ASN sepi peminat. Malah dapat kerja yang benefitnya bisa bungkam saudara yang sebelumnya menghina MOJOK.CO
Sehari-hari

Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina

9 April 2026
PNS tetap WFO saat WFH
Sehari-hari

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026
Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO
Urban

Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi

8 April 2026
Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari (Teknik Sipil) di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Lulus malah jadi sopir hingga bikin ibu kecewa MOJOK.CO
Edumojok

Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

7 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Salah jurusan, kuliah PTN.MOJOK.CO

Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja

5 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
perumahan, tinggal di desa, desa mojok.co

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026
Vario 160 Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Honda MOJOK.CO

Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan

3 April 2026
Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026
Susahnya cari kerja sebagai fresh graduate Unair. MOJOK.CO

Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak

7 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.