Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Pasang WiFi di Rumah Desa Boncos: Password Dipalak-Dicolong Tetangga, Masih Dicap Egois kalau Mati Disuruh Gali Kubur Sendiri

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
14 April 2026
A A
Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga MOJOK.CO

Ilustrasi - Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pasang WiFi di rumah jadi petaka karena “dipalak” tetangga di desa

Petaka pasang WiFi di rumah mulai terasa ketika tetangga di desa mulai ikut-ikutan numpang internetan. Jadi bukan hanya bocil-bocil anak mereka, tapi orang tuanya ikut numpang sekalian. 

Awalnya satu-dua tetangga datang untuk minta password. Masalahnya, cara mereka minta malah terkesan seperti orang malak. Gambarannya seperti ini: 

Tetangga: Jon, password WiFi, Jon. 

Tetangga: Jon, password WiFi mbok jangan digonta-ganti. 

Gimana tidak diganti-ganti. Sebab, dari satu-dua tetangga, password WiFi rumah Jono kemudian justru menyebar ke tetangga-tetangga yang lain. Efeknya, jelas saja koneksinya menjadi sangat berat dan lemot. Karena kan memang hanya untuk orang serumah saja. 

Dari situ, Jono akhirnya sering-sering menggonta-ganti password. Dan itu ternyata malah menjadi masalah baru bagi tetangganya. 

“Aku ya heran. Kok bisa mereka yang protes, kan yang bayar aku, gimana sih,” gerutu Jono. 

Mau disistem patungan biar sama-sama enak, malah dicap egois dan pelit 

Jono sempat berpikir jalan tengah. Kalau memang tetangga di sekitar rumah Jono di desa tersebut mau numpang, maka mending beli paket dengan MBPS yang lebih besar. 

Catatannya, biaya bulanannya harus ditanggung bareng-bareng: patungan. Itupun Jono sudah mencoba proporsional: kira-kira berapa beban biaya patungan perrumah yang ikut numpang WiFi di rumah Jono. 

Ini anehnya. Tetangga Jono justru enggan untuk patungan. 

“Halah, Jon, wong kami ya nggak selalu pakai WiFi, ndadak harus patungan segala.” Begitu salah satu respons tetangga.

“Kamu percaya? Nggak mungkin lah. Kalau sekeluarga udah nyambung, pasti ya lebih milih pakai WiFi dari rumahku,” ujar Jono. 

Akhirnya, karena lama-lama tetangganya semakin ngelunjak, ia memutuskan untuk rutin mengganti password. Kalau ada tetangga Jono yang tanya, ia pasti akan berkilah. Pokoknya tidak mengizinkan tetangga mengakses password WiFi di rumahnya. Ia juga memblokir setiap ada perangkat yang tersambung yang teridentifikasi bukan perangkat orang serumah. 

“Tapi mereka kadang minta password dari anak-anaknya kan. Ya udah, kubilang ke adikku kalau mereka minta password, bayar. Dan itu kutulis di kertas dan kutempel di depan rumah. Perjam berapa ribu gitu lah,” kata Jono. 

Iklan

Kalau mati disuruh gali kubur sendiri

Sikap Jono tersebut malah memicu ketegangan. Sebab, ada saja tetangga yang kemudian memberi cap “egois” ke Jono. Jono tentu bingung, gimana sih ini konsepnya? Ia yang bayar, tapi tetangga malah yang menuntut hak diberi akses. 

“Gara-gara dicap egois, sampai ada selentingan, ‘Orang egois kalau mati biar mandi-mandi sendiri, gali kubur sendiri’. Sumpah itu lucu banget,” kata Jono. 

Tapi Jono memilih tidak peduli. Pernah suatu kali ada tetangga yang menggojloki Jono: “Jono sekarang pelit. Nggak bagi-bagi password.” 

“Lah, ya kamu pasang WiFi sendiri lah, masa menyalahkan aku?” Begitu respons Jono. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Punya Skill yang Laku buat Kerja di Kota tapi Ternyata Tak Berguna di Desa, Gagal Slow Living Malah Kebingungan Nol Pemasukan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 14 April 2026 oleh

Tags: ganti password wifikeuntungan pasang wifipasang wifipilihan redaksirumah di desatetangga numpang wifiwifi desawifi kencengwifi lemotwifi murahwifi rumah
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Kos di Jogja, kos campur.MOJOK.CO
Urban

Tinggal di Kos Campur: Lebih Murah dan Layak, tapi Harus Kuat dengan Kelakuan Minus Penghuninya, Jorok dan Berisik

5 Mei 2026
Semester 5 kuliah: Masa paling overthinking kepikiran ortu dan masa depan, percuma cari pelarian MOJOK.CO
Catatan

Semester 5 Kuliah: Masa paling Overthinking bagi Mahasiswa karena Kepikiran Ortu dan Masa Depan, Percuma Cari Pelarian

5 Mei 2026
pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO
Mendalam

Dilema Gen Z: Resign Kerja Kena Mental karena Mulut Ortu dan Tetangga, tapi Bisa “Gila” Kalau Bertahan di Kantor yang Isinya Orang Toksik

4 Mei 2026
Kuliah menjadi mahasiswa di PTN PTS Malang bikin merasa tersesat karena fenomena menginapkan pacar di kos hingga kumpul kebo MOJOK.CO
Urban

Kuliah di Malang karena Label Kota Pelajar: Berujung “Tersesat” karena Menormalkan Perilaku Tak Wajar Mahasiswa

4 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Dilema Gen Z: Resign Kerja Kena Mental karena Mulut Ortu dan Tetangga, tapi Bisa “Gila” Kalau Bertahan di Kantor yang Isinya Orang Toksik

4 Mei 2026
Hidup anak perempuan pertama dibebankan ekspektasi orang tua

Anak Perempuan Pertama di Keluarga Korbankan Kebebasan Masa Muda demi Penuhi Tuntutan Jadi Orang Tua untuk Adik, padahal “Sengsara” Sendirian

3 Mei 2026
Coffee shop menjamur di Klaten MOJOK.CO

Buka Coffee Shop di Klaten Tanpa Ekspektasi Justru Ramai Dikunjungi, Tandai Tren Baru Warlok hingga Jadi Incaran Pelancong

5 Mei 2026
Gen Z dihakimi milenial

Nasib Gen Z: Sudah Susah, Malah Serbasalah hingga Dicap “Gila” padahal Hadapi Krisis dan Hanya Mencoba Bertahan Hidup

30 April 2026
pekerja perempuan.MOJOK.CO

Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau

1 Mei 2026
kos dekat kampus, kos murah.MOJOK.CO

Punya Kos Dekat Kampus Menguras Mental dan Finansial, Gara-Gara Teman Kuliah yang Sering Menginap tapi Tak Tahu Diri

29 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.