ADVERTISEMENT

Mie Ayam Surabaya Buatan Pak Man, Tempat Saya “Berobat” setelah Lelah di Perantauan meski Pedagangnya Pendiam

mie ayam Surabaya. MOJOK.CO

Setelah melanglang buana di dua kota paling “kesepian”—Jogja dan Jakarta Pusat, saya akhirnya sadar kenapa Surabaya selalu bikin rindu. Jawabannya ada di gerobak biru mie ayam milik Pak Man. Tersembunyi di gang Tembok Gede, mie ayam ini adalah suaka bagi jiwa-jiwa lelah yang ingin melupakan sejenak peliknya urusan dunia.

Surabaya memang tidak tergolong kota yang menyandang status paling kesepian di Indonesia, seperti Jogja yang menduduki peringkat pertama dan diikuti dengan Jakarta Pusat. Namun, setelah merantau di dua tempat itu, saya jadi tahu mengapa mie ayam dijadikan comfort food oleh sebagian banyak orang. 

Hidden gem mie ayam dekat BG Junction Mall Surabaya

Berada di tengah keramaian, tak membuat gerobak biru mie ayam Pak Man mudah dijumpai. Dia berada di sebuah gang yang berjarak 350 meter dari BG Junction Mall Surabaya. Tepat di seberang mal, terdapat Pasar Blauran yang selalu riuh oleh deretan motor, yang parkir memenuhi area pintu masuk.

Tak seperti warung di pinggir jalan atau tempat makan yang mudah dilihat, kamu baru bisa menemukan gerobak mie ayam Pak Man dengan memasuki sebuah gang. Tepatnya di Jalan Tembok Gede I, seberang SMKN 4 Surabaya.

Dari jalan yang awalnya lebar, kamu hanya perlu lurus hingga menuju gang agak sempit–cukup untuk dilewati satu mobil. Sampai kamu berada di pertigaan jalan dan melihat papan hijau bertuliskan Jalan Tembok Gede II serta barang-barang unik yang dipajang di gapura.

Namun, kamu tak perlu terkecoh dengan kampung asri nan unik tersebut, sebab gerobak biru mie ayam Pak Man bisa langsung kamu lihat di samping papan jalan.

Mengobati kerinduan saat tak bisa kumpul bersama keluarga

Saat saya SMP, bapak sering mengajak saya ngandok berdua di sana setelah pulang sekolah. Apalagi, jika ibu sedang berada di luar kota untuk beberapa hari. Kami pun memutuskan makan di luar.

Saat kami ke sana sore hari, saya dan Bapak nyaris selalu mengantre dua sampai tiga orang pelanggan. Pak Man, nama pedagang itu yang hingga kini belum saya ketahui nama lengkapnya, tak banyak bicara. Tangannya selalu sibuk memasak mie dari panci panas.

Biasanya, dia sudah menyiapkan beberapa mangkuk gambar ayam jago yang berisi bumbu dan sayur. Menunya pun hanya satu, mie ayam dengan atau tanpa sayur. Walaupun tak banyak pelengkap seperti mie ayam bakso atau mie ayam jamur di Jakarta dan Jogja, tapi mie ayam Surabaya milik Pak Man punya rasa khas mie yang unik.

Sampai-sampai pelengkap berupa sayur, ayam, dan keripik pangsit lebih dari cukup untuk membuat mie ayam Pak Man istimewa. Saya menduga, keahlian Pak Man dalam meracik bumbu adalah rahasianya. Tak pelak, mie ayam Pak Man selalu ramai pembeli meski berada di dalam permukiman.

Baca Halaman Selanjutnya

Mie ayam Pak Man Surabaya cocok untuk semua kalangan

Terakhir diperbarui pada 21 Februari 2026 oleh .

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.