Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Mie Ayam Surabaya Buatan Pak Man, Tempat Saya “Berobat” setelah Lelah di Perantauan meski Pedagangnya Pendiam

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
20 Februari 2026
A A
mie ayam Surabaya. MOJOK.CO

ilustrasi - mie ayam Surabaya obati jiwa-jiwa kelelahan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Setelah melanglang buana di dua kota paling “kesepian”—Jogja dan Jakarta Pusat, saya akhirnya sadar kenapa Surabaya selalu bikin rindu. Jawabannya ada di gerobak biru mie ayam milik Pak Man. Tersembunyi di gang Tembok Gede, mie ayam ini adalah suaka bagi jiwa-jiwa lelah yang ingin melupakan sejenak peliknya urusan dunia.

Surabaya memang tidak tergolong kota yang menyandang status paling kesepian di Indonesia, seperti Jogja yang menduduki peringkat pertama dan diikuti dengan Jakarta Pusat. Namun, setelah merantau di dua tempat itu, saya jadi tahu mengapa mie ayam dijadikan comfort food oleh sebagian banyak orang. 

Hidden gem mie ayam dekat BG Junction Mall Surabaya

Berada di tengah keramaian, tak membuat gerobak biru mie ayam Pak Man mudah dijumpai. Dia berada di sebuah gang yang berjarak 350 meter dari BG Junction Mall Surabaya. Tepat di seberang mal, terdapat Pasar Blauran yang selalu riuh oleh deretan motor, yang parkir memenuhi area pintu masuk.

Tak seperti warung di pinggir jalan atau tempat makan yang mudah dilihat, kamu baru bisa menemukan gerobak mie ayam Pak Man dengan memasuki sebuah gang. Tepatnya di Jalan Tembok Gede I, seberang SMKN 4 Surabaya.

Dari jalan yang awalnya lebar, kamu hanya perlu lurus hingga menuju gang agak sempit–cukup untuk dilewati satu mobil. Sampai kamu berada di pertigaan jalan dan melihat papan hijau bertuliskan Jalan Tembok Gede II serta barang-barang unik yang dipajang di gapura.

Namun, kamu tak perlu terkecoh dengan kampung asri nan unik tersebut, sebab gerobak biru mie ayam Pak Man bisa langsung kamu lihat di samping papan jalan.

Mengobati kerinduan saat tak bisa kumpul bersama keluarga

Saat saya SMP, bapak sering mengajak saya ngandok berdua di sana setelah pulang sekolah. Apalagi, jika ibu sedang berada di luar kota untuk beberapa hari. Kami pun memutuskan makan di luar.

Saat kami ke sana sore hari, saya dan Bapak nyaris selalu mengantre dua sampai tiga orang pelanggan. Pak Man, nama pedagang itu yang hingga kini belum saya ketahui nama lengkapnya, tak banyak bicara. Tangannya selalu sibuk memasak mie dari panci panas.

Biasanya, dia sudah menyiapkan beberapa mangkuk gambar ayam jago yang berisi bumbu dan sayur. Menunya pun hanya satu, mie ayam dengan atau tanpa sayur. Walaupun tak banyak pelengkap seperti mie ayam bakso atau mie ayam jamur di Jakarta dan Jogja, tapi mie ayam Surabaya milik Pak Man punya rasa khas mie yang unik.

Sampai-sampai pelengkap berupa sayur, ayam, dan keripik pangsit lebih dari cukup untuk membuat mie ayam Pak Man istimewa. Saya menduga, keahlian Pak Man dalam meracik bumbu adalah rahasianya. Tak pelak, mie ayam Pak Man selalu ramai pembeli meski berada di dalam permukiman.

Baca Halaman Selanjutnya

Mie ayam Pak Man Surabaya cocok untuk semua kalangan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 21 Februari 2026 oleh

Tags: comfort foodkuliner surabayamie ayammie ayam surabayarekomendasi makananSurabaya
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Tabiat penumpang KA Sri Tanjung yang bikin jengkel KA Sancaka. MOJOK.CO
Catatan

User Kereta Eksekutif Jengkel dengan Tingkah Random User Kereta Ekonomi, Turun di Stasiun Langsung Dibikin “Prengat-prengut”

14 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO
Edumojok

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Kereta eksekutif murah selamatkan saya dari neraka kereta ekonomi. MOJOK.CO
Catatan

Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi

1 April 2026
Kerja Susah di Jogja, Diledek Orang Surabaya Gak Bakal Sukses. MOJOK.CO
Urban

Nekat Tinggalkan Surabaya untuk Meniti Karier di Jogja, Menyesal Tak Dengarkan Nasihat Orang Tua yang Terlanjur Kecewa

31 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita tak punya motor dan tidak bisa naik motor di tongkrongan laki-laki MOJOK.CO

Derita Tak Punya Motor Sendiri dan Tak Bisa Nyetir di Tongkrongan Laki-laki: Dianggap Beban hingga Ditinggal Diam-diam

16 April 2026
Ilustrasi tinggal di desa.MOJOK.CO

Bersih Desa, Tradisi Sakral yang Kini Cuma Jadi Ajang Gengsi: Bikin Perantau dan Pemudanya Sengsara, Buang-Buang Waktu dan Uang

20 April 2026
Mahasiswa S2 PAUD UNJ, WNA Malaysia

WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”

21 April 2026
Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual MOJOK.CO

Bayangkan Kalau Korban adalah Ibumu, Itu Nasihat Paling Nggak Guna bagi Pelaku Kekerasan Seksual

19 April 2026
Derita orang Jember kerja di Jakarta: teralienasi karena dianggap tertinggal MOJOK.CO

Orang Jember Kerja di Jakarta: Mencoba Berbaur tapi “Tersisihkan”, Dianggap Tertinggal dan Tak Tersentuh Pendidikan

16 April 2026
Atlet pencak silat Unair, Faryska Ozi Faradika. MOJOK.CO

UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah

20 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.