Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Mie Ayam Surabaya Buatan Pak Man, Tempat Saya “Berobat” setelah Lelah di Perantauan meski Pedagangnya Pendiam

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
20 Februari 2026
A A
mie ayam Surabaya. MOJOK.CO

ilustrasi - mie ayam Surabaya obati jiwa-jiwa kelelahan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mie ayam Pak Man Surabaya cocok untuk semua kalangan

Bahkan saat SMA, saya masih menjadi pelanggan setia mie ayam Pak Man di Surabaya. Saya juga kerap bertemu dengan teman satu SMA yang juga suka ngandok di sana. Berliana (26), kakak tingkat saya itu mengaku dulunya juga sering mengajak ayahnya ke sana.

“Aku pernah ajak bapakku ke sini, beliau juga senang banget katanya. Murah, porsi banyak, dan enak. Antrenya pun juga nggak terlalu lama. Emang the best sih ini!” kata Berliana, saat saya hubungi Kamis (19/2/2026).

Iklan

Sepulang dari kegiatan ekstrakurikuler, Berliana juga sering mengajak teman-temannya ngandok di mie ayam Pak Man Surabaya. Rasanya, kata mereka, tak pernah mengecewakan. Cocok sebagai balas dendam setelah dihajar mata pelajaran matematika, kimia, fisika, dan lanjut latihan Paskibra dalam satu hari. 

Saat memasuki fase kuliah, mie ayam Pak Man di Surabaya masih menjadi jujugan kami. Lambat laun saya mengerti, alasan mie ayam Pak Man banyak digandrungi. Selain karena mie ayam adalah comfort food bagi semua kalangan, karakteristik Pak Man sebagai pedagang adalah kuncinya.

Pedagangnya tampak cuek tapi berhati hangat

Pak Man tak banyak bicara. Pernah suatu hari Zahra (25), yang juga pelanggan mie ayam Pak Man di Surabaya, mencoba bergurau dengan beliau. Dia melontarkan banyak pertanyaan, seperti sudah berapa lama dia jualan, kenapa kemarin tidak buka, harganya kok nggak pernah naik? Tapi Pak Man tetap bergeming.

Dilihat dari raut wajahnya, Pak Man bukannya terganggu tapi tampak kebingungan karena banyaknya pertanyaan tersebut. Barangkali dia bingung harus menjawab pertanyaan Zahra yang mana dulu. Alhasil, dia hanya menyunggingkan sedikit senyum. 

Saya sendiri jarang melihat Pak Man mengobrol dan hanya fokus memasak. Kadang-kadang dia harus bolak-balik sendiri mengantar pesanan. Ia pun hanya sesekali melontarkan pertanyaan jika pelanggannya tak menyampaikan pesanan secara lengkap.

“Pakai sayur?” ujarnya. 

“Pakai sambal?” lanjutnya.

Meski terlihat cuek, Pak Man sebenarnya perhatian. Pernah suatu kali saya kesulitan makan semangkuk mie ayam dengan porsi banyak tersebut, tangan kiri saya yang sering kali gemetar untuk memegang mangkuk jadi tak bisa mencampur mie ayam dengan baik. 

Pak Man yang melihat kesulitan itu tiba-tiba membawakan kursi plastik kotak untuk saya pakai sebagai meja. Ia memang tidak menyediakan banyak kursi, karena sudah ada dua kursi panjang dari kayu yang terletak di pinggir dinding sementara tengah jalan sering dilalui oleh pengendara motor.

Alasan mie ayam Pak Man Surabaya dirindukan

Barangkali, memang begitulah karakter Pak Man. Tampak keras dari luar, tapi punya hati yang hangat. Tanpa banyak bicara, racikan bumbu mie ayam bikinannya mampu mengobati jiwa-jiwa yang lelah. Biarlah, masalah itu larut dalam adukan mie ayam yang terasa gurih.

Pada akhirnya, saya sadar mengapa mie ayam Pak Man Surabaya masih menjadi kuliner favorit saya bahkan setelah saya merantau ke Jakarta dan Jogja. Di balik gerobak biru mie ayam milik Pak Man itu lah, perjalanan saya terpotret.

Hari di mana saya stres hanya karena tugas sekolah dan drama kehidupan remaja yang menyenangkan. Selepas itu, saya harus menghadapi fase dewasa yang lebih melelahkan. Namun, di mana pun saya berada dan bagaimana pun kondisinya, mie ayam Pak Man di Surabaya tetap menjadi pilihan saya untuk singgah.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 21 Februari 2026 oleh

Tags: comfort foodkuliner surabayamie ayammie ayam surabayarekomendasi makananSurabaya
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Kenangan Honda Astrea Grand 1996 di Surabaya. MOJOK.CO

Astrea Grand 1996 Milik Bapak: Saksi Bisu Ketangguhan Orang Tua Saya, Kini Tetap Slay Menyibak Kemacetan Surabaya

27 Agustus 2026
Mending Beli Rumah di Menganti, Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo. MOJOK.CO

Alasan Pasangan Muda Beli Rumah di Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo: Kena Imbas Pembangunan Perkotaan

12 Agustus 2026
Wisata Perahu Kalimas di Taman Prestasi Surabaya jadi liburan mewah. MOJOK.CO

Kemewahan Wisata Perahu Kalimas Menyelamatkan Orang Haven’t Surabaya sebelum Dilanda Stres

11 Agustus 2026
Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder MOJOK.CO

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder

31 Juli 2026
Seporsi kemenangan kecil yang bisa dirayakan di kehidupan dewasa usai berporsi-porsi kekalahan MOJOK.CO

Menemukan Seporsi Kemenangan yang Layak Dirayakan usai Berporsi Kekalahan dari Kehidupan Dewasa yang Bikin Setengah Gila

7 Juli 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Pelaku pembakaran hutan di Kalimantan dan titik lemah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia MOJOK.CO

Titik Lemah Penanganan Karhutla di Indonesia: 72 Orang Sengaja Bakar Hutan untuk Buka Lahan, Jadi Ancaman Ekosida

23 Agustus 2026
budidaya kenari

Perjuangan Bapak Hobi Kicau Mania: Dari Budidaya Kenari, Bisa Hantarkan Anak Meraih Gelar Sarjana 

26 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

24 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.