ADVERTISEMENT

Wisata Kota Tua Surabaya Nggak Ada Bagusnya Gara-Gara Satu Masalah Kayak di Jogja

Wisata Kota Tua Surabaya Tak Estetik Gara-gara Parkir Liar MOJOK.CO

Sanksi menanti tukang parkir liar

Lebih lanjut, Jeane menyebut bahwa pihaknya sudah mendata identitas dari tujuh tukang parkir liar yang terjaring. Ia berharap para tukang parkir liar itu tidak beroperasi lagi di kawasan salah satu wisata Surabaya tersebut.

“Hari ini teguran. Untuk berikutnya, apabila mereka masih melakukan (parkir liar), akan ada penindakan dari pihak terkait,” tegas Jeane.

Wisata Kota Tua Surabaya Tak Estetik Gara-gara Parkir Liar MOJOK.CO
Razia parkir liar di kawasan wisata Kota Tua Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya)

Jeane juga memastikan bahwa giat pengawasan dan penertiban parkir liar akan rutin dilakukan jajaran Dishub Surabaya di kawasan Kota Tua. Sementara untuk giat penertiban bersama petugas gabungan, akan dilaksanakan secara berkala.

Merusak estetika Kota Tua Surabaya

Jeane membeberkan, keberadaan parkir liar di wisata Kota Tua Surabaya tentu akan sangat mengganggu sisi estetika dari kawasan tersebut. Selain itu juga berpotensi menghambat kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi.

“Tentunya akan sangat merusak estetika yang ada. Orang yang berfoto akan terganggu dengan adanya parkir-parkir di tepi jalan umum ini,” tutur Jeane.

Di kawasan Kota Tua Surabaya sendiri sudah tersedia beberapa kantong parkir resmi. Persisnya di Jembatan Merah Plaza (JMP) dan Terminal Kasuari Surabaya.

Kapasitas parkir di JMP mampu menampung sebanyak 1000 unit kendaraan roda dua (R2) dan 800 unit roda empat (R4). Sedangkan parkir di Terminal Kasuari, mampu menampung 30 unit R4 dan 40 unit R2.

Jeane mengimbau agar masyarakat atau pengunjung di wisata Kota Tua Surabaya memanfaatkan kantong-kantong parkir resmi tersebut.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Curanmor di Surabaya Bertahun-tahun Tak Teratasi Malah Warga Dituduh Tak Saling Melindungi, Padahal Faktanya Tak Begitu: Eri Cahyadi ke Mana Aja Selama Ini?

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 14 Juni 2024 oleh .

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.